Bus Hantu

Bus Hantu
teringat kertas putih


__ADS_3

"Tes! "


Herman meneteskan air matanya, gelang yang ia pegang benar benar milik istrinya.Ia langsung berlari membawa gelang tersebut masuk ke dalam rumah sakit, menemui keluarganya.


"Gimana udah ketemu?? " Tanya ibu mertua cemas.


"Host hosh hosh, aku menemukan ini di tempat parkir! "Jawab Herman sedikit ngos ngosan.


" Gelang?? " Tanya bapak mertua


"Yah, ini gelang lela, aku lihat di depan ada mobil yang setengah hancur, dan ada darah, dan aku lihat gelang ini di situ! "


Ibu mertua shok dan nyaris pingsan,hampir terjatuh, dan langsung di gendong keluarga terdekatnya.


"K.. ita harus lapor polisi!!! " Ujar ibu mertua setengah lemas


"DEG!! "


Jantung nya berdebar kencang, ia ingat kasus pembunuhan yang pernah lela lakukan,menabrak polisi dalam keadaan tidur. Herman khawatir polisi akan menemukan tersangkanya, bahwa istrinya lah yang telah membunuh nya.


"Bagaimana kalo kita undang detektif saja dulu, baru polisi?? " Saran Herman berusaha untuk tidak mengundang polisi.

__ADS_1


"Gak, ini udah sangat jelas, cuman polisi yang bisa di andalkan! " Jawab tegas bapak mertua.


"GLEK! " Herman melotot dan menelan air ludahnya.


"Iyah, mama setuju, kita harus panggil polisi kesini, aku gak mau lela terjadi kenapa kenapa! "


"Okeh, baiklah, kita akan panggil polisi kesini'' Herman hanya bisa pasrah, gak bisa membantah lagi, apa lagi sudah menjadi perintah bapak mertuanya, susah dan tak begitu berani untuk membantah.


"Ya udah cepetan telpon polisi sekarang!! " Bentak bapak mertua.


"Hah, iya Pak siap!! " Jawab Herman sedikit kaget, dan langsung mengambil hand phone nya, dan langsung menelfon polisi.


Polisi sudah datang beramai ramai, lokasi tempat kejadian sedang memeriksa tempat kejadian, Herman hanya melihat dari kejauhan, berharap lela akan segera di temukan, harapan nya, istrinya dalam keadaan selamat.


"Tenang yah, semua akan baik baik saja!! " Ujar herman, menatap ibu mertuanya, yang tak henti bersedih.


"Iyah, mama tau, tapi gimana mau tenang, mama selalu kepikiran terus!! " Jawab ibu mertua.


Bibi mendekat, dan mengelus ngelus pundaknya, berharap sedihnya sedikit berkurang.


"Tenang, disini ada keluarga yang akan selalu ada, dan akan membantu mencari lela!! " Ujar bibi

__ADS_1


"Iyah Terima kasih yah! " Jawab ibu mertua dan memeluk bibinya.


Herman sedikit tersenyum melihat ini mertua nya.


Saat melihat keduanya sedang berpelukan, Herman teringat kertas yang sempat lihat di atas ranjang lela, dan ia remas untuk mengelap lehernya di malam itu, gara gara kotoran cicak.


Herman langsung berjalan pergi menuju ke dalam rumah sakit, menuju kamar lela yang sempat di huni istrinya. Berharap kertas itu masih ada.


"tunggu,kamu mau kemana?? " tanya ibu mertua, melihat Herman tiba tiba berlari pergi.


"aku mau masuk kedalam kamar lela semalam, kayaknya lela menulis surat sebelum dia pergi!! " Herman langsung menghentikan larinya


"surat?? " tanya bibi masih penasaran.


"mungkin, jadi semalam aku bangun, aku lihat lela udah gak ada di ranjang, aku pikir lela sedang pergi ke toilet, jadi aku tidur lagi, tapi pas aku hendak tidur lagi, tiba tiba ada kotoran cicak ngenai tepat di leher aku, pas aku bangun dan lihat ada kertas putih di atas ranjang, ya aku pakek buat lap, kukira kertas kosong, tapi mungkin itu surat yang lela tulis deh!! " jawab Herman


"ya udah ayok ambil!! "


Herman pun langsung kembali berlari menuju kamar lela, di ikuti keluarganya yang ikut penasaran dengan kertas itu, semoga akan ada petunjuk tentang kehilangan lela yang misterius.


(bersambung)

__ADS_1


__ADS_2