Bus Hantu

Bus Hantu
kaki yang tak menyentuh lantai


__ADS_3

ternyata ia melihat kaki pak supir yang tak menyentuh lantai.


"gyaaaaaaaaa!!!! " dan saat ia berdiri untuk menyentuh pundaknya, ia melihat wajah pak supir yang menakutkan, busuk dan belatung, bergoyang goyang di seluruh wajahnya, persis seperti mayat yang sudah busuk.


bet! (lampu tiba tiba padam)


Herman panik tak karuan, ia langsung mengambil hp nya menyalakan senternya.


"gyaaaaaaaa!!!! " Herman teriak, saat menyentuh melihat hantu kakek tua.


"hoy, kamu kenapa?, ini bapak! "


"hah, bapak? " dan saat ia melihat lihat kembali, ternyata benar, ia adalah bapak mertuanya sendiri.


"iya ini bapak, tadi kenapa kamu teriak teriak sendiri?? "


"tunggu, jangan jangan kamu hantu, kamu nyamar jadi bapak ya? "


"jangan kurang ajar kamu, kualat kamu!"


Herman langsung jongkok dan menyenteri kaki nya, dan saat ia melihat, ternyata kaki nya menyentuh lantai, tak sama dengan pak supir itu.


mati gua, dia benar benar bapak mertua gua(batin Herman dalam hati sambil jongkok)


"hei, kamu lagi ngapain jongkok jongkok sambil menyenteri kaki saya?? "


"ough gak papa pak, tadi ada kecoa tiba tiba jatuh !!! " Herman langsung berdiri dan meringis senyum di hadapan nya.

__ADS_1


bet(tiba tiba lampu menyala kembali dengan normal)


"hosh, akhirnya nyala lagi" Herman mengeluarkan nafas lega.


"tadi kamu kenapa teriak teriak ketakutan? " tanya bapak mertuanya.


"aku tadi lihat... " sambil membalikan tubuhnya menghadap tukang supir itu, ternyata sudah menghilang.


"kamu lihat apa? " bapak mulai penasaran


"aku lihat pak supir, kakinya tak menyentuh tanah, dan saat aku bangun, terus aku lihat wajah, ternyata busuk, seperti mayat! "


"ngaco kamu, jelas jelas aku tadi lihat dia di luar, wajahnya normal tuh, gak ada serem seremnya sama sekali! "


"masa sih, gak percaya gua! " Herman masih ragu dan tak percaya dengan ucapan bapaknya.


"eh gak mau deh, takut gua, nanti tiba tiba dia gigit aku gimana? "


"kok malah jadi penakut gini? "


"ya udah iya, ayok, tpi bapak mimpin di depan saya yah? " karna takut, ia menyuruh bapak mertuanya memimpin jalan di depan.


"iya, ayok! " bapak langsung berjalan cepat meninggalkan menantinya.


"eh bapak, jangan malah di tinggal, aku takut! "


*****######*******

__ADS_1


akhirnya mereka pun sampai di tempat penginapan,untuk para tamu yang sedang menunggu pasien nya, nampak jelas ada pak supir yang sedang tertidur nyenyak di atas karpet, hanya saja wajahnya tertutup selimut.


"tuh kan, kamu lihat sendiri pak supir sedang tidur di atas karpet? "


"aduh pak, mana bisa begitu?, kan wajahnya belum keliatan, barang kali wajahnya benar benar mengerikan?"


"ya udah buka sendiri selimutnya! "


"b.. apak, nyuruh saya? " Herman mulai bergetar dan ketakutan sendiri.


"astaga Herman, kamu penakut sekali! "


tanpa menjawab, ia pun perlahan mendekati pak supir yang sedang tidur di atas karpet. tubuhnya bergetar, keringatnya bercucuran dimana mana.


"ayok cepetan, biar kamu tau, kalo yang kamu lihat itu cuman halusinasi aja! " ujar bapak sedikit geram, karna Herman sangat lambat.


Herman pun langsung jongkok, persis di depan tubuhnya.


"GLEK! " Herman menelan ludah sambil meletot.


ia pun memegang selimutnya, sambil melihat bapak mertuanya, ia tak kalah seram dengan hantu pak supir itu, melainkan bapak mertua nya yang galaknya lebih menakutkan dari pada sikap hantu.


perlahan ia pun membuka selimutnya, dan saat ia melihat wajahnya, ternyata dugaan nya salah, wajahnya normal tak seperti hantu yang menyeramkan sama sekali.


"gyaaaaaa!!!! " tiba tiba pak supir bangun dengan matanya yang melotot, Herman langsung bangun terbirit birit dan langsung memeluk bapak mertuanya.


"astaga, menantu penakut! " ujar bapak sambil menggeleng geleng kan kepalanya,Herman pun masih memeluknya, sambil teriak teriak kecil ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2