
"lela? "tiba tiba herman datang memanggil istrinya. sedang duduk di kursi makan.
sontak lela kaget dan langsung membalikan tubuhnya menghadap sumber suara dan ternyata herman suaminya. mungkin sedang datang menjemput nya hari itu. suasana ruangan juga sudah sepi sudah tak ada pasien rumah sakit yang sedang makan di sana
"herman? "senang akhirnya herman bisa datang menjemputnya pulang kembali ke hotel.ia langsung bangun dari kursinya dan berlari kecil mendekat dan memeluk erat suaminya
"aku pikir kamu gak akan datang hari ini?? "lela nampak cemberut dan agak khawatir
"gak mungkin kan? masa gak dateng buat jemput kmu? "herman mencubit hidung nya.
"i love you sayang"
"muach! " lela langsung mencium pipinya
"uhh makin sayang deh sama kamu!! "lela semakin mengunci erat pelukan nya. hingga serasa lebih hangat dan nyaman
"ah, ucapanmu membuat kangen, petapa romantis nya dulu saat kita bersama!! "
lela langsung melepas pelukan nya. dan mencubit pipinya yang terlihat memerah
"kamu juga bikin kangen akan bau mulutmu itu, yang sering sekali bau jengkol! "
__ADS_1
"hahaha! "herman tertawa kecil.men perlihatkan gigi nya yang rapi dan putih.
perlahan ia. memegang dan mengelus helai rambutnya.sambil menatap kedua matanya,saling bertatapan. perlahan kepalanya mulai mendekat.wajahnya pun sudah dekat menempel di wajahnya. hingga akhirnya tinggal 6 cm saja bibir saling menempel
"oh yah, aku lupa mau ngenalin teman baru aku! " 6 cm meter saja menempel ia membatalkan itu semua
herman tersenyum malu. ia serasa di permalukan.mungkin lela sedang tak ingin bermesraan
"sejak kapan,kamu punya temen? "herman meremehkan
"itu di sana!! "lela langsung membalikan tubuhnya menunjukan teman barunya itu.
"tadi ada di situ! "lela kebingungan karena apa yang di katakan herman benar. teman nya sudah menghilang entah dimana. padahal setahunya dia masih disana.
"udah mungkin halusinasi! "
"apa? halusinasi? "lela mulai tak terima
"iya. mungkin kamu kecapaian!! "
"ough. berarti kamu nganggap aku berteman itu.cuman halusinasi dan kamu nganggap aku gila?iya gitu? "lela mulai nampak marah dan tak terima
__ADS_1
"bukan nya gitu gua kan"
"udah cukup. gua cuma mau ngomong. kenapa kamu gak pernah percaya dengan ucapan ku, halu halu dan halu teruss!!"
"sayang. aku cuman ngelakuin apa yang terbaik buat kita. gak bermaksud begitu kok!! "
"ya udah kalo emang kamu gak percaya dengan ucapan ku tadi. aku akan buktikan sekarang! "
tiba tiba lela langsung menarik erat tangan herman menarik nya. ke dalam kantor rumah sakit jiwa. melihat cctv yang ada di ruang makan
"pak tolong perlihatkan vidio jam 11 pak. saat sedang sarapan! "
"okeh bha! "bapak penjaga. rekaman cctv langsung mengarahkan vidio nya dan saat lela menonton nya
"ini gak mungkin"satu tetes menetes di mata kanan nya. hatinya serasa hancur lembur. ia juga merasa kejadian yang baru saja ia alami benar benar sedang tidak terjadi.ternyata kata herman benar. terlihat dirinya sedang duduk sendiri dan ngomong sendirian di meja itu
"kamu lihat sendiri kan apa yang kamu lihat di vidio itu! "herman menasehatinya
"tapi herman, apa yang gua lakuin di sana. itu benar benar gak kaya gini! "
herman langsung memeluk nya erat erat dan mengelus rambutnya"udah ayok kita pulang ke hotel! "
__ADS_1