Butuh Waktu

Butuh Waktu
prolog...


__ADS_3

Laura,16 tahun


Butuh waktu kurang lebih 40 menit bagi Laura utk menempuh perjalanan dr rumahnya, disebuah kota kecil, sampai ke sekolah. Laura membuka kaca jendela bus, memejamkan mata, dan membiarkan udara pagi menerpa wajahnya.sat matanya perlahan membuka kembali, ia menarik napas, mengisi tubuhnya dgn udara yg sama. Di sepanjang jalan, dedaunan menari nari mengikuti arah angin. seakan akan mereka mengantarnya ketempat tujuan.


Laura berpikir, jika ia harus menghabiskan 40 menit waktunya hampir setiap pagi,melewati rute yg sama,bukankah lebih baik jika ia menikmatinya?


Laura sangat menyukai alam di pagi hari, saat mentari mulai muncul kepermukaan,dan burung-2 berkicau diangkasa.


Saat bus yg ia tumpangi berhenti di sebuah halte, Laura turun dgn senyuman karena tahu esok ia akan mengalami hal yg sama lagi.kini ia bersiap siap menunggu bus lain yg akan mengantarnya ke sekolah.perjalanan 10 menit berikutnya benar2 berbeda dgn sebelumnya.dedaunan berganti menjadi gedung2 pencakar langit yg mampu menahan terpaan angin.


Tak berapa lama kemudian, ia tiba di depan sekolahnya,sebuah bangunan luas 3 lantai yg sudah berdiri berpuluh puluh tahun.bukannya tdk ada sekolah di tempat Laura tinggal.hanya mama ingin pendidikan yg terbaik untuknya,walaupun itu berarti perjalanan 50 menit menuju sekolah setiap hari.

__ADS_1


 Laura tdk keberatan.ia akan melakukan apa saja utk mama.sebagai orang tua tunggal,mama sudah banyak berkorban untuknya yg membuatnya keberata,justru para siswa yg ada disekolah itu.mereka sudah mengenal satu sama lain sejak TK sampai SMA.dan Laura sebagai orang asing yg baru masuk awal juli tahun sebelumnya tdk bisa langsung cocok dgn mereka.ditambah lagi, rumahnya berjarak 30 km dr sekolah membuatnya mendapat predikat ''siswi kampungan''. Jd kesimpulannya, Laura hanyalah seorang murid biasa.tp hari ini,nasib akan mempertemukannya dgn seseorang yg luar biasa.


Semua bermula ketika Laura duduk di bangku taman sekolah sambil membaca buku fisika yg berada didepannya.rumus-2 newton dr buku tersebut memenuhi pikirannya dan Laura mendesah lemas. Ia mendongak, melihat dedaunan di atasnya, lalu menutup matanya perlahan. Beberapa hari yg lalu ia membaca di sebuah situs di internet, bahwa newton mendapatkan teori tentang gravitasi ketika sedang duduk dibawah pohon & sebuah apel menimpa kepalanya. Laura tersenyum tipis, ia duduk di bawah pohon sekarang, tetapi belum satupun rumus dr buku tersebut yg dimengertinya.


''Aku rasa aku tdk akan mendapatkan inspirasi di bawah pohon seperti newton'', desahnya dalam hati sehelai daun jatuh mengenai dahinya. Laura membuka mata perlahan.ia masih harus menghapal rumus-2 dalam bab tersebut, jika mau mendapat nilai bagus saat ulangan fisika setelah istirahat ini.artinya,ia harus menghapal semuanya dalam sisa waktu 5 menit.


''Ini benar-2 tdk mungkin,” desahnya lagi, “kenapa newton harus menciptakan rumus sebanyak ini?''. Bel tanda masuk kelas berbunyi. Laura bergegas bangkit dr bangku taman & berlari menuju kelasnya.tiba-2 tubuhnya menabrak seseorang, membuat genggaman tangannya terbuka & buku fisikanya jatuh di lantai.


''Maaf'' katanya perlahan. Lalu matanya bertatapan dgn sepasang mata cokelat terindah yg pernah ia lihat. Setelah itu ia hampir tdk bisa berkata-2.jantungnya berdegup kencang, napasnya tdk teratur.


''Ini bukumu,'' katanya ramah.

__ADS_1


Laura mengambil bukunya dr tangan di depannya. ''thanks,'' ucapnya.


Lalu cowok itu, si pemilik sepasang mata cokelat,tersenyum, & meninggalkan Laura tertegun beberapa saat. Laura memandang punggung cowok itu saat dia berlari & menghilang di balik pintu.kemudian pandangannya jatuh pada buku ditangannya & ia bergegas menuju kelas.


Saat ulangan berlangsung, Laura tdk bisa berkonsentrasi pd soal-2 yg berada di papan tulis. Pikirannya melayang pd pertemuannya dgn si cowok bermata cokelat di taman. Ia ingin tahu siapa cowok tersebut.


Hallo Pembaca Biar Autor Lebih Semangat


Mohon Kalian


Like

__ADS_1


Komen


VOTE Terima kasih


__ADS_2