
**Luki menyalakan lampu ruang tamu apartemennya. Sore tadi dia sudah mendapatkan hasil tes DNA Laura. Dia belum membukanya. Dia tidak bisa menghentikan rasa gundah yang bersemayam di hatinya sejak hasil tes itu berada ditangannya.
Setelah memandangi amplop cokelat tersebut beberapa saat, Luki akhirnya merobek amplop tersebut dan melihat hasilnya. Dia perlu tahu apakah Laura benar-benar putri kandung ayahnya. Kalau bukan, Luki akan melakukan segala cara untuk membuat Laura dan ibunya tidak pernah bertemu dengan papa dan dirinya lagi. Tapi kalau iya....itulah masalahnya. Luki tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Tak berapa lama kemudian dia meremas hasil tes tersebut. Ketakutan terburuknya sudah terbukti. Laura anak kandung papanya. Adik tirinya.
Bel pintu apartemennya berbunyi. Luki berdiri dan membukakan pintu. Wajah si adik tiri muncul di sana. "Mau apa kau kemari lagi?" Tanyanya kesal. Sudah beberapa hari ini Laura selalu berusaha menemuinya. Sekeras apa pun Luki mengusirnya, Laura selalu kembali lagi keesokan harinya.
"Boleh aku masuk?" Laura menatap mata kakaknya dengan sungguh-sungguh.
Luki menggeleng. "Tidak." Tangan Luki bersiap-siap menutup pintunya lagi, tapi Laura menghentikannya. "Dengarkan aku dulu. Aku ingin memberimu sesuatu. Setelah itu aku akan pergi."
Luki tersenyum kecut. "Apa yang mau kau bErikan? Masakanmu? Supaya aku bisa menerimamu sebagai adikku?"
Laura membErikan kotak cokelat di tangannya pada Luki. "Bukalah dan baca kartu-kartu di dalamnya. Mamaku menyayangimu. Dia tidak pernah melupakanmu. Setiap tahun mama membeli kartu ulang tahun untukmu. Beri mamaku kesempatan untuk menyayangiku sekarang. Buat mamaku menjadi keluargamu." Air mata Laura mengalir di pipi.
Luki tidak tersentuh. Dia mengambil kotak cokelat tersebut dari tangan Laura. "Baik, aku sudah mengambilnya. Sekarang kau pergi. Aku tidak mau melihatmu lagi."
Pintu apartemen ditutup. Laura berjalan lemas. Ia menekan tombol lift dengan perlahan. Tak lama kemudian lift tersebut membawanya kelantai bawah.
***************************
__ADS_1
Dragon memperhatikan apartemen Luki Rafael dengan tajam. Sedah satu minggu dia mengawasi Luki keluar masuk apartemennya. Setelah menyuruh anak buahnya membuntuti orang yang menabrak mobilnya, keesokannya dia tahu segalanya tentang orang tersebut. Namanya Luki Rafael. Putra konglomerat Charles Rafael, pemilik Rafael Group. Hal itu tidak membuat Dragon takut. Hidupnya sudah keras sedari kecil. Hanya yang kuat yang bisa bertahan.
Tidak ada yang tahu siapa nama asli Dragon. Dia sudah dibuang sejak kecil, tanpa tahu siapa orangtuanya. Dia tumbuh menjadi pribadi yang keras dan kejam. Karena kekejamannya, dia berhasil menjadi ketua preman di tempatnya. Dia sangat menyukai gambar naga dan menato suluruh bagian tubuhnya dengan gambar tersebut. Saat itulah nama Dragon lahir. Hanya menyebut namanya saja, orang-orang di daerahnya sudah ketakutan. Tidak ada yang berani padanya. Sampai minggu kemarin, ketika dia dicundangi oleh seorang pria kaya yang menabraknya.
Seorang gadis keluar dari apartemen Luki. Dragon mengenal gadis itu. Setiap hari gadis itu menemui Luki Rafael di apartemennya. Dragon berasumsi gadis itu pacar Luki. Dragon melihat jalanan yang sepi. Kesempatan yang bagus. Sebentar lagi gadis tersebut akan menyeberang jalan. Dragon menyalakan mobilnya dan mulai menginjak pedal gas kuat-kuat.
************************
Luki melempar kotak pemberian Laura tanpa antusiasme. Di dalamnya terdapat tumpukan kartu. Dia mengambil salah satu kartu tersebut dengan asal-asalan. Sebenarnya dia tidak ingin melihatnya, tapi air mata Laura sedikit membuatnya tergerak. Laura memiliki warna mata yang sama dengan papa. Tatapannya tadi seakan mengingatkan Luki pada tatapan papa yanh sedih. Jadi Luki memutuskan untuk melihat salah satu kartu tersebut.
Kartu bergambar kue ulang tahun. Luki membuka kartu tersebut. elamat ulang tahun yang ketujuh. Luki, maaf tante tidak bisa bersamamu. Tante berharap kau baik-baik saja. Tahun ini seharusnya gigimu mulai tanggal, bukan? Kunjungan ke dokter gigi pasti sangat mengErikan. Pasti, sakit sakit sekali ketika gigi pertamamu dicabut. Tante berharap tangan tante bisa memberimu kekuatan untuk menghadapinya. Tante merindukanmu, Luki.
Luki tertegun. Ibu tirinya menulis kartu tersebut untuk dirinya 25 tahun yang lalu. Kartu tersebut sudah sedikit menguning. Penasaran, Luki membuka salah satu kartu yang lain.
Apakah ada gadis yang kau sukai? Tante harap gadis itu menyukaimu juga.
Papamu pasti membelikanmu mobil. Hati-hati menyetir jangan ngebut. Tante berharap, tante bisa menemanimu kursus menyetir mobil.
Luki membuka satu kartu ucapan lagi. Kali ini yang terbaru.
#Selamat ulang tahun yang ke 31, Luki.
__ADS_1
Mungkin kau sudah punya istri dan anak sekarang. Tante berharap kau selalu menyayangi mereka. Keluarga merupakan hal terpenting di dunia.
Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, luangkanlah waktu dengan keluarga. Kau tidak akan mau melewatkan kesempatan bersama dengan putra/putrimu.
Tante berharap bisa melihat wajah mereka saat ini. Tante akan memanjakan mereka dan tidak keberatan kalau kau menitipkan mereka pada tante.
Jantung Luki berdetak kencang. Dia telah salah mengira. Ibu tirinya benar-benar menyayanginya.
*****************************
Di depan apartemen, Laura memperhatikan lampu lalu lintas di atas kepalanya. Ketika lampu bergambar orang menyeberang berubah menjadi hijau, Laura melangkah maju. Terdengar suara mobil dari sebelah kanan Laura. Lampu mobil tersebut menyorot wajah Laura, sesaat membutakannya. Lalu Laura merasa tubuhnya melayang kemudian jatuh terempas. Kaki kanannya terasa sakit sekali.
Sebelum menutup mata, Laura melihat pengemudi mobil yang menabraknya tersenyum puas. Mobil tersebut melaju meninggalkan Laura yang tergeletak sendirian.
Mata Laura berkedip perlahan. Hal terakhir yang dilihatnya adalah kerlipan bintang-bintang di langit malam, lalu segalanya menjadi gelap.
**********************
Dragon sangat puas. Dengan tenang diambilnya jas hitam dari belakang mobilnya, lalu dengan sengaja mengubah penampilannya. Dia mengenakan kacamata. Dengan berpura-pura hendak mengunjungi seseorang. Dragon memasuki kompleks apartemen Rafael. Dia memarkir mobilnya di sebelah mobil Luki lalu menulis sesuatu di selembar kertas besar dan menyelipkannya di depan kaca mobil Luki.
__ADS_1
Dragon tersenyum lebar. Tugasnya sudah selesai. Luki Rafael akan berpikir dua kali untuk meremehkannya lagi**.