Butuh Waktu

Butuh Waktu
Insiden


__ADS_3

Di sekolah,b erita tentang jatuhnya Erika dr tangga menjadi berita heboh. Saat Laura memasuki lingkungan sekolah, semua mata memandangnya dengan mencemooh. Laura tidak memedulikan semua itu. Ini hari terakhirnya sekolah.


Saat Laura memasuki kelas 3 IPA 1, semuanya terdiam. Laura duduk di kursinya tanpa memandang siapapun. Wali kelas membagikan buku tahunan pada para siswa. Setelahnya, para siswa sibuk saling menukar buku tahunan untuk ditandatangani.


Laura memanfaatkan waktu tersebut untuk keluar kelas dan mengelilingi lingkungan sekolah. Ia melihat bekas kelasnya, ruang tata boga, aula sekolah, lapangan basket, dan terakhir taman sekolah. Ia ingin mengingat semuanya.


Setelah itu ia kembali ke ruang kelasnya yg telah sepi. Ia melihat buku tahunan Niko di mejanya. Tadi pagi Niko tidak masuk. Menurut yg didengar Laura, Niko tidak masuk karena menemani Erika di rumah sakit.


Ia membuka buku tahunan Niko dan sampai pada daftar anak kelas 3 IPA 1. Ia melihat wajah Niko yg sedang tersenyum. ("aku akan mengingatmu seperti ini saja,") kata Laura.


Laura menarik napas dalam-dalam. Dibukanya halaman terakhir buku tahunan Niko, lalu mulai menulis.


 


(Aku menyukaimu).


 

__ADS_1


Laura menutup buku tahunan Niko. Kalau ada orang bilang patah hati rasanya seperti ribuan jarum yg menusuk jantungnya, Laura tidak bisa menyetujuinya. Jantungnya tidak hanya terluka tapi remuk seperti tertimpa beton yg beratnya ribuan kilo.


Walaupun begitu, Laura menyadari satu hal. Sampai akhir haripun, ia tetap tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Niko secara langsung.


Laura berdiri dan hendak mengembalikan gambar rancangan Niko di mejanya saat merasa ada yg memasuki kelas. Laura berbalik untuk melihat siapa yg berjalan di belakangnya. Ternyata Niko.


Keduanya bertatapan tanpa bicara.


Tapi akhirnya Laura memberanikan diri untuk bertanya. " Bagaimana keadaan Erika?"


Awalnya Niko seakan enggan menjawab. "Dia tidak bisa berjalan selama satu minggu."


Niko memandang Laura lurus-lurus. "Jawablah pertanyaanku yg satu ini. Apakah benar kau mendorong Erika dari tangga?"


Hati Laura sakit mendengar pertanyaan itu. Karena ia tahu jawabannya akan membuat Niko membencinya selamanya. Tapi ia tahu ia tetap harus mengatakannya.


"Ya," jawab Laura sambil memeluk gambar Niko di dadanya. "maafkan aku."

__ADS_1


Niko terlihat sedih. "Aku mengira kau berbeda.... mengapa? Mengapa kau mendorong Erika?"


Laura sangat ingin menjelaskan pada Niko bahwa itu semua ketidaksengajaan yg berawal saat Erika merebut HP nya. Tapi Laura menyadari tidak ada gunanya ia menjelaskan itu semua. Ia tidak ingin menghancurkan hubungan Niko dan Erika. Toh ia tidak akan bertemu Niko lagi setelah hari ini.


"Maaf," jawab Laura kemudian. "Aku tidak bisa menjelaskannya."


Niko menatap Laura lagi dengan seksama. "Tidak bisa atau tidak mau?"


"Keduanya," jawab Laura perlahan. "Lagi pula semuanya tidak berarti. Sekarang aku ingin bertanya padamu. Siapa yg akan kau percayai? Gadis yg telah kau kenal sejak kecil atau gadis yg baru kau kenal satu tahun ini?"


Niko terdiam mendengar pertanyaan Laura. Tidak ada jawaban yg keluar dr mulutnya.


Laura tersenyum lirih. "Aku rasa kau sudah menjawab pertanyaanku."


Semua sudah berakhir. Laura beranjak keluar dr ruang kelas. Ia tidak bisa berada di samping Niko lebih lama lagi. Kalau tidak, hatinya bisa hancur.


"Laura," kata Niko sebelum Laura melangkah keluar pintu, "kurasa... aku tidak bisa menjadi temanmu lagi."

__ADS_1


Pelukannya pada gambar Niko semakin erat. Laura menarik napas dan berbalik. "Aku tahu. Maafkan aku. Selamat tinggal, Niko".


Sepeninggal Laura, Niko duduk di bangkunya tanpa bergerak. Dia tahu tidak seharusnya dia sesedih ini. Selama ini ia selalu menganggap Laura sebagai temannya. Tetapi mengapa kepergian Laura sesaat yg lalu membuat hatinya sakit? Kemudian,  ia kembali teringat pada wajah Erika yg kesakitan semalam. Dan ia tahu ia juga menyayangi Erika. Ia khawatir saat Erika mengernyit nyeri dan memegangi tangannya selama diobati dirumah sakit. Tapi mengapa kesedihan dihatinya waktu itu tidak sesedih sekarang?.


__ADS_2