Butuh Waktu

Butuh Waktu
Bab 36


__ADS_3

**SUASANA bising di pub tidak bisa menyaingi kegalauan di hati Luki. Dalam beberapa hari ini, hidupnya berubah kacau. Semua gara-gara kehadiran ibu tirinya dan Laura. Luki melihat orangorang disekitarnya yang terlena oleh musik dan minuman keras. Pikirannya kembali pada masamasa dia bermain bersama ibunya ditaman. Sampai sekarang, di usianya yang sudah dewasa, Luki masih belum bisa menerima bahwa ibu kandungnya telah tiada. Mamanya adalah wanita pertama yang paling dia cintai. Karena papa selalu sibuk di kantor, Luki selalu di tinggal berdua dengan mama.


Luki masih mengingat kelembutan tangan mama ketika menyentuh keningnya, pelukan hangatnya, dan senyumannya. Dia juga ingat ketika wajah mama menjadi pucat karena penyakitnya. Walaupun kebanyakan anak di bawah lima tahun jarang yang bisa mengingat dengan jelas, kenangan akan mama tidak pernah hilang sampai sekarang dari benak Luki.


Luki tidak pernah mencintai wanita lain setelah itu. Masa kuliahnya di AmErika dihabiskan dengan berpesta dan berganti-ganti pasangan. Tidak pernah ada wanita yang berhasil bertahan dengannya lebih dari tiga bulan. Dia beberapa kali drop out dari universitas bukan karena tidak mengikuti pelajaran, tapi lebih untuk membuat ayahnya kesal, sebagai hukuman karena saat mama meninggal papa sedang berada di luar negeri. Dan setahun kemudian, tiba-tiba papa menikahi pengasuhnya, hati Luki hancur. Luki berhasil mengusir ibu tirinya, tetapi papa malah mencoba mencari ibu tirinya. Sejak saat itu hubungan mereka tidak pernah harmonis.


Ketika papa memintanya kembali kerumah, Luki tidak pernah mengindahkannya. Saking marahnya, papa menyebut Luki sebagai anak tidak berguna yang tidak memiliki sebuah gelar pun. Luki menantang balik papa dengan masuk sekolah bisnis di Harvard dan lulus dengan predikat memuaskan hanya untuk menunjukkan bahwa dia bisa mendapatkan gelar apa pun yang dia inginkan. Sayangnya Luki tidak akan menggunakan gelarnya untuk membantu perusahaan papa. Hal itu membuat papa senewen. Berbagai macam cara dicoba papa untuk memaksa Luki pulang, tapi tidak berhasil. Akhirnya setelah serangan jantung yang membuat papa berbaring tidak berdaya dirumah sakit, Luki baru menyadari dia tidak tega melihat papa sendirian dan langsung pulang secepatnya.


Luki memutuskan untuk berdamai sementara dengan papa dan bekerja di perusahaan dengan syarat hanya untuk satu tahun. Setelah satu tahun, papa tidak akan memaksanya untuk bekerja lagi. Kini,baru enam bulan, ada dua wanita yang masuk untuk mengacaukan kehidupannya.


Luki mengambil dompet dari saku celananya dan membayar minumannya. Suasana hatinya masih kacau, tapi dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Dia memasuki mobilnya yang di parkir di depan pub,dan baru hendak menyalakan mobilnya saat mobil lain menabrak bagian pinggir kanan belakang mobilnya.


Hatinya makin kesal. Dia keluar dari mobil. "Kau tidak melihat mobilku?!" Bentaknya. "Lampu mobilku sampai penyok begini. Ayo ganti rugi!"


Si pengemudi mobil lain yang berwajah bengis balas membentak. "Enak saja. Mobilku rusak. Kau yang ganti rugi!"


Luki tahu orang tersebut yang bersalah. Mesin mobilnya sama sekali belum dinyalakan. Melihat tampang orang tersebut yang menyeramkan dengan tato disekujur tubuh, kebanyakan orang akan takut. Tapi Luki tidak takut, karena dia yakin dia tidak bersalah.

__ADS_1


"Mobilmu yang menabrakku. Aku bahkan belum menyalakan mesin mobilku. Kalau kau mau cari peekara, lebih baik kita selesaikan dengan bantuan polisi saja," Luki menantang orang tersebut.


Si pria bertato kesal setengah mati. "Apa kau tidak tahu siapa aku?"


Teman si pria bertato yang berada didalam mobil keluar, dan dua teman lainnya yang mengendarai sepeda motor mendekat.


"Aku tidak peduli kau siapa. Kau menabrak mobilku. Kau harus membayar ganti rugi," Luki bersikukuh. Suasana hatinya yang jelek semakin bertambah parah dengan kejadian ini.


Si pria bertato tertawa tertawa pendek. "Kau harus tahu siapa aku. Aku ketua preman daerah sini. Kau pasti punya uang. Mobilmu bagus begitu. Kau pasti orang kaya. Kau akan membayar ganti rugi untuk mobilku. Sekarang juga."


Luki menatap sang ketua preman dengan kesal. "Aku tidak akanembayar sepeser pun pada orang brengsek sepertimu."


Luki melihat orang-orang di depannya.("empat lawan satu") katanya dalam hati sambil memgepalkan kedua tangan.("aku pernah mengalami perkelahian yang lebih buruk. Mungkin aku bisa mengeluarkan semua amarahku dalam perkelahian kali ini. Bagus juga. Sudah lama aku tidak berkelahi)".


Sang ketua preman menyerang Luki lebih dulu. Luki menunduk menghindari tinju yang mengarah ke mukanya, lalu menyerang balik dengan menjotos hidung si ketua preman sampai berdarah. Anak buah si ketua preman kaget, dan langsung maju melawan Luki. Tapi ketiganya bernasib sama. Luki menggerakkan kepala untuk meregangkan ototnya.


Melihat perkelahian di pinggir jalan, orang-orang berhenti untuk mengerumuni daerah sekitar pub. Manajer pub keluar dan mulai menelepon kantor polisi. Saat ke empat preman tersebut berdiri kembali, mereka terpaksa mundur. Sudah terlalu banyak orang yang melihat mereka. Sebentar lagi polisi pasti datang.

__ADS_1


Luki kembali ke mobilnya dan menyalakannya. Sesaat sebelum pergi dari pub, dia memundurkan mobilnya dan menabrak bagian depan mobil si ketua preman,lalu malambaikan tangannya dari pintu kaca mobil.


Si ketua preman kesal bukan main melihat tingkah Luki. Dia menyuruh salah seorang anak buahnya yang mempunyai sepeda motor mengikuti Luki dari belakang.


"Ikuti dia," teriak si ketua preman pada anak buahnya. "Jangan sampai lepas! Aku ingin tahu dimana orang brengsek itu tinggal. Dia akan menyesal nanti karena telah menghina dan menghajarku. Tidak seorangpun yang boleh luput dari amarahku. Pergi!!!" Si anak buah langsung mengikuti perintah bosnya.


 


************************


Laura memasuki kamar mama dengan perlahan. Ia menyalakan lampu dan duduk di tempat tidurnya. Seminggu berlalu sejak ia bertemu ayah kendungnya. Laura sudah menyebutnya papa. Keriganya sering makan bersama, tapi selalu tanpa Luki. Malam ini Laura menyuruh mama untuk makan berduaan dengan papa. Keduanya butuh waktu untuk berbaikan dan bercerita tentang kehidupan mereka selama 25 tahun berpisah.


Laura menyayangkan ketidak hadiran Luki, tapi ia juga tahu Luki butuh waktu untuk menerima mereka sebagai keluarga. Laura hanya berharap waktu tersebut tidak terlalu lama. Mungkin malam ini ia bisa membujuk mama untuk tidur dengannya dikamar ini. Di waktu-waktu mendatang kemungkinan besar mama akan sibuk oleh papa. Saat Laura bangkit dari tempat tidur mama, tanpa sengaja tangannya menyenggol sebuah kotak cokelat. Isi kotak tersebut berceceran keluar.


Laura mengambili kartu-kartu yang tercecer di lantai. Tangannya berhenti setelah mengambil beberapa kartu. Pandangannya terfokus pada salah satu kartu ucapan yang terbuka amplopnya. Dengan penasaran Laura membuka kartu tersebut. Ternyata sebuah kartu ulang tahun dengan gambar badut dan balon yang menghiasi depannya. Ketika melihat isinya, Laura tertegun. Selesai membaca satu kartu itu, Laura mengambil kartu yang lain dan membacanya. Tak berapa lama kemudian semua kartu sudah dibacanya.


Laura merapikan semua kartu tersebut, meletakkannya kembali ke dalam kotak dan membawa kotak tersebut keluar dari rumahnya**.

__ADS_1


 


__ADS_2