
"**Jangan ikuti, pa," kata Luki sambil mengenggam tangan papanya. "Biarkan mereka pergi. Ingat, pa. Ada banyak karyawan yang memperhatikan kita. Kita tidak ingin mereka tahu tentang masa lalu papa, kan?"
Papa melepaskan tangan putranya. "Baiklah. Tapi setelah pesta ini usai, papa akan menemuinya."
Luki terdiam kesal. Masa lalu akan berbenturan kembali dengan masa sekarang.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Sepanjang perjalanan pulang, Laura melihat mama terdiam seribu bahasa. Sesampainya dirumah, rasa penasaran Laura semakin memuncak. "Aku tidak pernah melihat mama panik seperti tadi. Ada apa sebenarnya, ma? Kenapa mama bisa mengenal om Charles?"
Mama menyuruh putrinya duduk. "Mama rasa sudah saatnya kau mengetahui yang sebenarnya." "Mengetahui apa?" Tanya Laura bingung.
__ADS_1
"Tentang ayahmu." Mama menggenggam tangan putrinya. "Sewaktu kau kecil, mama sudah berjanji akan memberitahukan tentang ayahmu kalau kau sudah besar nanti. Dua tahun yang lalu, ketika mama ingin memberitahumu, kau bilang kau tidak ingin tahu. Apakah kau ingat."
Laura mengingatnya dengan jelas. "Aku tidak ingin tahu siapa ayahku. Mama terlihat sedih setiap kali mengingatnya. Aku lebih memilih hidup bersama mama. Aku memilih untuk tidak mengetahui siapa ayahku karena selamanya mama adalah ayah sekaligus ibuku. Aku tidak butuh yang lainnya."
Mama tersenyum sendu. "Saat itu, mama merasa sedikit lega karena tidak perlu bercerita tentang ayahmu. Tapi setelah hari ini, kau berhak mengetahui yang sebenarnya. Karena cepat atau lambat, kau pasti tahu juga."
"Tentang ayahku." Laura mengangguk mengerti.
"Mama akan menceritakan semuanya dari awal." Mama berusaha tersenyum di depan putrinya. "Ayahku Charles Rafael, bukan?" Laura memandang mama tanpa ragu.
"Ya. Kau lahir ketika mama berpisah dengan papamu."
"Kenapa mama berpisah dengannya?" Laura ingin tahu.
__ADS_1
"Karena dia tidak mencintai mama." Mama mengenang sedih.
"Kau tentu tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu." Laura mengangguk. Ia tahu betul bagaimana rasanya.
"Mama menikahi Charles setahun setelah kematian Anna, istrinya," mama mulai menjelaskan. "Sebelumnya, mama adalah pengasuh Luki. Setelah kematian istrinya, Charles berusaha memberikan seluruh kasih sayangnya pada Luki, buah hatinya dengan Anna. Hal tersebut membuat mama dan Charles menjadi dekat. Charles melihat betapa mama sangat menyayangi Luki dan berpendapat di usia Luki yang masih muda waktu itu, sekitar enam tahun, Luki sebaiknya memiliki seorang ibu lagi. Dan Charles memilih mama. Awalnya mama sempat menolak, tapi lama kelamaan mama tertarik dengan Charles, dan akhirnya mencintainya. Mama tahu Charles tidak pernah berhenti mencintai istrinya. Jadi kami sepakat menikah hanya supaya Luki bisa mendapat kasih sayang seorang ibu yang tidak akan dia rasakan lagi dari ibu kandungnya."
"Setelah itu apa yang terjadi?" Laura menatap mama penuh rasa ingin tahu.
"Luki tidak mau menerima mama menjadi ibu barunya." Mama menatap Laura dengan sedih. "Luki bilang mama tidak bisa menggantikan mamanya. Mama tahu itu. Tapi... mama benarbenar menyayangi Luki. Luki tidak mau menerima sedikitpun penjelasan mama.
"Suatu hari Luki kabur dari rumah. Charles dan mama benar-benar panik. Setelah semalaman mencarinya, akhirnya seorang wanita menemukannya tergeletak pingsan di pinggir jalan. Mama berusaha merawat Luki, tapi Luki menatap mama dengan dingin. Dia bilang mama pasti senang seandainya dia tidak ada. Saat itu, tatapan Luki sudah berubah. Tatapan polos seorang anak di matanya hilang. Luki benar-benar membenci mama karena mama telah menikahi ayahnya. Dia juga berkata dia akan terus melarikan diri dari rumah.
"Charles berusaha membujuk Luki, bahkan memarahinya, tapi Luki malah balas memarahi papanya karena papanya telah berkhianat pada mamanya. Keesokan harinya, mama bertanya pada Luki apa yang harus mama lakukan supaya dia berhenti melakukan hal konyol tersebut.
__ADS_1
Luki memberi mama dua pilihan. Mama yang pergi atau dia yang pergi. Tapi masa depan Luki pasti hancur. Mama tidak ingin Charles harus memilih antara mama dan putranya. Jadi mama memutuskan untuk meninggalkannya. Mama menandatangani surat cerai dan meminta Charles tidak mencari mama. Lagi pula, mama tahu Charles tidak pernah mencintai mama. Bersama dengan orang yang tidak mencintaimu bukanlah hal yang bisa kau tahan seumur hidupmu. Tapi, mama tidak menyangka saat itu mama sedang mengandung dirimu**."