
Jam 8 pagi Moza sudah bersiap menunggu jemputan dari Arzan. Luna pun bersiap-siap untuk menginstruksi para artis theater bayaran yang bersiap memainkan drama yang sudah di susun Moza dengan baik.
"Gimana penampilanku, Luna?" tanya Moza sambil memutar badannya.
Visual Moza Arisha Yasmeen
"Anda selalu tampil cantik, Nyonya." jawab Luna yang tulus mengagumi kecantikan majikannya itu.
"Kamu juga cantik, Lun. Kita berdua memang cantik, dan semua wanita itu cantik" sahut Moza.
Suara motor Arzan terparkir di depan rumah, kemudian turun melangkah masuk ke rumah Moza. Dengan segera Luna membukakan pintu dan menyuruh Arzan menunggu di teras.
Visual Arzan Adama Avi
"Zan, kita pakai mobil Luna ya" ucap Moza sambil menyodorkan sebuah kunci. Sejenak Arzan melamun menatap Moza kagum.
"Masha Allah kamu hari ini begitu cantik, Moza" gumam Arzan dalam hati.
Luna yang menyadari bahwa Arzan sedang mengagumi kecantikan majikannya itu mengagetkan dengan menggerakan tangannya ke arah wajah Arzan.
"Woi baru pernah liat cewe cantik ya, Zan!" ledek Luna kemudian menepuk pundak Arzan pelan.
Arzan tersadar dari lamunannya kemudian berbicara dengan Moza. "Kamu dah siap?" tanya Arzan terlihat salah tingkah.
"Sudah dong, kita berangkat pake mobil Luna ya." seru Moza sambil menyodorkan kunci mobil.
"Emang nanti Luna ngga narik taksol?" tanya Arzan.
"Udah, Arzan pakai mobilnya aja dulu. Hari ini Luna mau bermalas-malasan di rumah. Luna lagi ngga enak badan." sahut Luna meyakinkan Arzan.
"Yaudah, makasih ya Lun." ucap Arzan sambil meraih kunci di atas meja." Kalau begitu kita berangkat dulu ya, Lun"
"Iya, pelan-pelan bawa mobilnya ya. Arzan ngga boleh ngebut di jalan." ucap Luna dengan gayanya seperti seorang ibu-ibu yang sok menasehati.
"Siap, Tante" ledek Arzan melihat gaya Luna yang seperti emak-emak yang mau nitipin anak ceweknya.
"Iih, Arzan jangan panggil Luna tante dong! Arzan mau di panggil om?!" seru Luna mengerucutkan bibirnya.
"Udah-udah yuk kita berangkat" oceh Moza sambil melangkah menuju mobil. Mereka berdua pun berangkat ke kantor FF Group.
Di perjalanan menuju kantor FF Group mereka berdua terdiam sejenak. Kemudian Arzan memulai percakapan.
"Mo, kamu mau tau ngga? kapan aku belajar nyetir mobil?"
"Waktu SMA" jawab Moza singkat.
"Salah, tapi awal aku kuliah. Akhsan yang ngajarin aku nyetir."
__ADS_1
"Kenapa kebetulan nama kalian mirip ya?! Arzan dan Akhsan kaya anak kembar aja" seru Moza.
"Kembar tidak identik" sahut Arzan.
Moza tersenyum, Arzan terlihat gugup kemudian mengalihkan perhatian dengan menyetel musik.
Sesampainya di FF Group
"Waaah! kantornya besar sekali ya, Mo" seru Arzan berdecak kagum. "Aku berharap setelah lulus nanti bisa bekerja di sini"
"Aaamiin, semoga ya Arzan" jawab Moza sambil tersenyum.
Mereka berdua segera menuju meja receptionis.
"Bu Puspa, apa yang lain sudah datang?" tanya Moza sambil tersenyum.
"Sudah, Moza. Nanti tinggal naik ke lantai 7" jawab Bu Puspa terlihat canggung, mengingat Moza adalah atasannya.
"Baiklah, terimakasih Bu Puspa" sahut Moza, kemudian melangkah menuju lift bersama Arzan.
Sesampainya di ruangan khusus untuk seleksi karyawan mereka berdua duduk. Moza dan Arzan tersnyum ramah kepada ke empat peserta lainnya.
Kemudian Farid masuk kedalam ruangan tersebut dan duduk.
"Ekhem" Farid berdehem kemudian menarik ujung jasya kemudian meraih tumpukan map, membuka map dan menumpuk ke lima lembar kertas tersebut.
"Terimakasih, Tuan Farid" jawab ke dua orang itu bersamaan kemudian melangkah pergi menginggalkan ruangan.
Kemudian mencermati lagi ke tiga lembar kertas yang merupakan karya design logo ketiga peserta yang masih berada di ruangan.
Farid menanyakan apa arti dari logo design yang di buat oleh ketiga peserta itu. Tiba giliran Arzan menerangkan secara detail.
"Maksud dari design logo yang saya buat kenapa harus membentuk huruf FF terbalik menghadap atas dan bawah, saya dengar logo ini akan dipakai untuk symbol FF Group yang baru di Anak Cabang FF Group. Symbol F pertama saya menyimpulkan kalau itu sebuah pemberian. Karena setahu saya FF Group adalah Perusahaan terbesar yang mampu memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa pintar berbakat yang kurang mampu untuk melanjutkan kuliah dengan menjadi donatur terbesar di kota ini. Memberikan beasiswa sampai calon mahasiswa tersebut lulus. Symbol F ke dua saya menyimpulkan kalau itu sebuah penerimaan, saya sebagai mahasiswa yang menerima beasiswa dari FF Group dan mewakili semua teman saya yang beruntung mendapatkan beasiswa dari FF Group merasa sangat berterimakasih. Inti dari symbol tersebut adalah Memberi dan Menerima." Arzan mengucapkannya dengan lancar dan terlihat profesional.
Semua orang yang berada di ruangan pun bertepuk tangan memuji Arzan.
"Jadi di sini sudah jelas, siapa pemenangnya." seru Farid, kemudian beranjak dari tempat duduknya menjulurkan tangan kepada Arzan. "Selamat Arzan, kamu memenangkan kompetisi ini"
Arzan pun menjabat tangan Farid dan mengucapkan terimakasih.
"Untuk Rama Ardian, logo ini saya pakai untuk design sticker perusahaan" Ucap Farid sambil menyalami Rama.
__ADS_1
"Dan untuk Yudha Oktavian silahkan menyusul ke dua peserta tadi ke ruangan sebelah, dan untuk Arzan dan Rama kalian tunggu di sini." kemudian Farid melangkah keluar ruangan.
"Alhamdulillah, Zan. Kamu menang" ucap Moza reflek memeluk Arzan.
"Ekheem" suara Rama mengagetkan kedua insan yang sedang berpelukan di hadapannya.
Moza segera melepas pelukannya
"Sorry, Zan. Aku reflek aja karena seneng banget kamu menang" ucap Moza dengan pipinya yang bersemu merah.
"Makasih ya Mo, semua karena dukungan dan bantuan dari kamu" ucap Arzan sambil menepuk bahu Moza.
"Selamat ya Arzan" ucap Rama sambil menjulurkan tangannya. "Gue salut sama loe, gue juga dulu dapat beasiswa dari FF Group" sambung Rama.
"Terimakasih, Ram." sahut Arzan.
Kemudian terdengar langkah sepatu Pantofel milik Farid dan satu orang yang mengikutinya. Kemudian Farid duduk. "Ini adalah surat kontrak yang harus kalian tanda tangani" ucap Farid sambil memberikan 2 lembar kertas kepada Arzan dan Rama.
Mereka berdua meraih dan membacanya.
"Jadi selain saya mendapatkan MacBook Pro 16 inch saya juga mendapat uang kontrak design juga, Tuan Farid? Nominalnya banyak sekali?" ucap Arzan dengan ekspresi terkejut dan heran.
"Ya benar, saya lihat kamu sangat berbakat" jawab Farid kemudian bertanya kepada Rama "Untuk anda, mendapat loyalti langsung, karena kedepannya design dari anda akan kami launching sebagai sticker perusahaan" ucapnya.
"Terimakasih, Tuan Farid. Saya bersedia" jawab Rama.
"Dalam 1x24 jam perusahaan akan mentransfer ke rekening anda. Dan untuk hadiah pemenang, bisa di ambil besok jam 11 siang" Ucap Farid.
Kemudian Arzan dan Rama menyerahkan kertas kontrak yang sudah mereka berdua tanda tangani.
"Kalau begitu kalian boleh pulang" seru Farid.
Mereka pun melangkah menuju ke luar ruangan.
Sesampainya di parkiran mobil.
Arzan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Moza duduk. Kemudian dengan seger duduk di sebelah moza, menyalakan mesin mobil dan berlalu dari parkiran.
"Aku ngga nyangka, Mo. Ga nyangka aku yang menang, hari ini aku traktir kamu ya (sambil tersenyum ke arah Moza) sudah waktunya jam makan siang"
"Kalau begitu aku ingin makan soto betawi, traktri aku soto betawi ya!" sahut Moza sambil tersenyum ke arah Arzan.
Sepersekian detik denyut jantung Arzan berdetak kencang.
"Kenapa perasaanku jadi aneh gini, Moza... Apakah aku jatuh cinta kepadamu?!" Arzan
"Duuh jantung, kenapa si ngga bisa pelan-pelan aja berdetaknya!" Moza
"Jangan menatap aku seperti itu Moza, takut aku khilaf" Arzan
__ADS_1
Mereka berdua saling membatin. Sudah ada benih-benih cinta di antara mereka berdua.