Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
BAB 45


__ADS_3

Sudah 5 bulan Arzan bekerja di FF Group. Arzan yang memang pandai urusan design, baru sebentar saja sudah menggantikan posisi Pak Agung sebagai kepala bagian. Pak Agung sekarang pindah di kota M. Posisi Moza sebagai Ceo di perusahaan pun masih menjadi rahasia. Hanya orang tertentu yang mengetahui siapa Moza sebenarnya.


Arzan menghampiri Moza sambil tersenyum.


"Hari ini kamu pulang bareng Luna ya, aku ada urusan. Tapi nanti jam 8 malam aku jemput ya." ucap Arzan sambil melirik ke arah Luna. Luna pun mengangguk.


"Baiklah, setiap hari aku pulang bareng sama Luna juga nggak masalah. Daripada kamu harus bolak balik terus" jawab Moza.


"Ya udah, Kak Mo kita pulang yuk!" seru Luna tanpa mempedulikan Arzan.


"Makasih, Lun" ucap Arzan.


"Iya" jawab Luna singkat. Kemudian dirinya lekas berjalan bersama Moza untuk menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran kantor, Luna tidak segera menyalakan mesin mobilnya.


"Nyonya, apa anda siap untuk nanti malam?" tanya Luna pelan.


"In Sha Allah, saya siap." jawa Moza dengan yakin.


"Kalau begitu Anda harus mempersiapkan malam ini dengan sempurna, Nyonya."


"Kamu benar, saya akan memberi kejutan kembali untuk Arzan." ucap Moza penuh arti.


"Semoga semua berjalan sesuai harapan anda, Nyonya." ucap Luna kemudian melajukan mobilnya menuju rumah kecil moza.


*


Malam ini adalah malam di mana Arzan hendak melamar Moza, dirinya sudah mempersiapkan semuanya dengan perfect. Tentunya semua juga berkat Akhsan yang ikut turut andil mencari resto bintang 5 mewah dengan biaya fantastis tapi tanpa sepengetahuan Arzan. Yang Arzan tau karena Akhsan kenal dengan pemilik restoran, mendapatkan harga special. Dan untuk urusan cincin lamaran, Luna yang mencari info beberapa hari sebelumnya. Cincin berlian yang di design khusus. Semuanya sudah di atur oleh Moza dengan di bantu Bu Puspa, Farid, Akhsan dan juga Luna tentunya.


*


Arzan begitu tampan dengan setelan jas yang dia dapat dari Farid entah kenapa dirinya merasa heran dengan sikap Farid. Laki-laki yang terkesan dingin dan cuek ternyata peduli di hari spesialnya itu. Farid hanya menuruti perintah bossnya yang tak lain adalah Moza.


Kebetulan malam ini Arzan belum pulang ke rumahnya, sangat di sayangkan karena Arzan tidak memberitahu niat baiknya melamar Moza kepada kedua orang tuanya. Karena dirinya berfikir kalau pun niat baiknya di utarakan kepada bapak dan ibunya pasti akan melarangnya. Kedua orang tua Arzan sudah menjodohkan dirinya dengan seorang wanita yang merupakan istri dari almarhum tuan Irsyad.


*


"Wiiih lo udah ganteng parah, Bro!" seru Akhsan yang mengagetkan lamunan Arzan.


"Aku ngga nyangka kalau tuan Farid mau memberikan setelan jas mahal ini kepadaku." ucap Arzan yang terlihat masih heran.


"Gini, Bro. Walopun tuan Farid dingin cuek tapi beliau peduli dengan semua karyawannya. Gue juga semingu lagi bakalan jadi asisten beliau di kantor. Asisten yg lama resign ingin membuka usaha sendiri bersama istrinya. So jadi kita bakal satu kantor."

__ADS_1


"Waah, serius nih?!" seru Arzan.


"Gue serius, tunggu aja seminggu lagi. Ya udah yuk kita brangkat" ucap Akhsan.


Kemudian mereka berdua segera menuju restoran yang sudah di booking oleh Akhsan.


*


Beberapa menit kemudian Arzan dan Akhsan sampai terlebih dahulu, selang 10 menit Moza, Luna dan Bu puspa datang. Sedangkan Farid datang setelah semua sudah berkumpul.


Arzan sangat terpesona melihat kecantikan Moza. Malam ini Moza begitu cantik.



"Nyonya, anda benar-benar cantik dan mempesona. Saya yakin Arzan semakin menyukai anda" ucap Luna memuji dengan tulus.


"Yang dia kagumi sosok Moza bukan sosok nyonya Irsyad, aku rasa aku berubah pikiran Luna. Malam ini saya akan mengakhiri semua sandiwara ini. Malam ini juga Arzan harus tau semuanya, tentang semua kebohongan ini." kata Moza dengan tatapan kosong.


"Memang kenapa, Nyonya?" tanya Luna penasaran.


"Saya tidak ingin setiap hari harus ada kebohongan-kebohongan lagi yang tercipta. Sudah seminggu ini, mas Irsyad hadir di mimpiku. Mungkin itu pertanda agar aku segera melaksanakan pernikahan dengan Arzan."


"Tapi, bagaimana dengan kedua orang tua Arzan?" tanya Luna.


*


*


Moza dan Luna pun tiba, Arzan menyambut kedatangan Moza. Mereka yang semua menghadiri acara makan malam pun turut berbahagia. Sedangkan Farid masih berada di perjalanan bersama kedua orang tua Arzan.


Selang beberapa menit Farid datang bersama kedua orang tua Arzan. Arzan pun terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya.


"Bapak, Ibu... kenapa bisa ke sini?" tanya Arzan dengan ekspresi penasarannya.


"Apa kau ingin jadi anak durhaka nak? kau berniat melamar seorang wanita tanpa meminta restu dari bapak dan ibumu?" pak Adam menatap dengan tajam kepada putranya.


"Itu karena, bapak..." belum selesai Arzan berbicara, pak Adam pun duduk dan menghadap Moza.


"Nak Moza, kalau seandainya bapak dan ibu tidak datang ke sini. Apa nak Moza mau menerima lamaran dari putra bapak ini?" kata pak Adam dengan serius.


Moza pun tersenyum ke arah pak Adam dan bu Hulyani.

__ADS_1


"Tentu tidak, tapi bukanya ini perayaan hari lahir Arzan? kenapa tiba-tiba pak Adam berkata perihal lamaran?" tanya Moza yang berpura-pura tidak mengetahui tentang kejutan untuk malam ini.


"Tuan Farid datang kerumahnya, menyampaikan pesan langsung bahwa anak bapak malam ini ingin melamar nak Moza" jawab pak Adam.


"Bapak, maafkan Arzan yang terlalu terburu-buru. Tolong Arzan minta sedikit waktu untuk menjelaskan lagi kepada Moza." ucap Arzan sambil memohon.


"Baiklah, katakan sejujurnya Arzan. Bapak juga ingin kau jujur kepada nak Moza."


"Sebelumnya saya minta maaf, buat semua orang yang sudah berada disini. Jujur saya dari awal sudah di jodohkan dengan Nyonya Irsyad, selaku CEO dari FF Group. Tapi saya sendiri belum pernah sekalipun bertemu dengan beliau, bahkan sekedar melihat foto beliau saya pribadi belum pernah melihatnya. Saya juga kaget, sewaktu kedua orang tua saya menyampaikan amanat dari almarhum tuan Irsyad. Menurut saya, balas budi juga bisa dengan banyak cara lain. Sedangkan masalah perasaan dan hati kalau sudah fokus dan mencintai satu orang, hati dan perasaan itu akan tetap tertuju pada orang yang di cintai. Di sini, tepatnya malam ini saya ingin melamar Moza Arisha Yasmeen." Arzan terdiam sejenak.


Kemudian Arzan meraih kotak kecil di saku jasnya. Melangkah menuju dimana Moza sedang duduk. Tepat di hadapan Moza, Arzan berlutut sambil membuka kotak cincin.


"Moza Arisha Yasmeen, will you marry me?" ucap Arzan dengan jelas.


Moza pun tersenyum, kemudian dirinya mengambil selembar kertas yang dia ambil dari cluth yang dia bawa.


"Sebelum saya menjawab, apakah kamu mau membaca selembar surat yang sudah lama di tulis di sini, Arzan?" tanya Moza sambil menyodorkan secarik kertas kepada Arzan.


"Ini apa?" tanya Arzan penasaran.


"Bacalah, dan nanti kau akan segera mengetahui semuanya." ucap Moza sambil tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


Author menyapa


Hai, Hallo


Chevia mau minta maaf buat semua pembaca yang sudah lama menantikan kelanjutan novel #CSPDS

__ADS_1


Chevia benar-benar lagi sibuk di dunia nyata yang tidak bisa dijelaskan di sini.


__ADS_2