
Waktu sudah menunjukan jam 7 malam. Moza sudah menunggu Arzan di depan teras rumahnya. Tak lama kemudian Arzan pun datang dengan motornya.
"Sudah lama menunggu?"
"Aku baru keluar kok" jawab Moza sambik tersenyum
"Malam ini kamu semakin cantik" bisik Arzan.
Visual Moza
Moza tersipu malu dengan ucapan Arzan. Kemudian Meraih juluran tangan Arzan dan melangkah menuju mobil. Di perjalanan menuju Hotel JM dimana Belvina merayakan pesta ulang tahunnya.
20 menit kemudian mereka sampai di Hotel JM
Belvina yang melihat kedatangan Arzan langsung menyapa dan mendekat. "Gue kira kalian ngga bakalan dateng" ucap Belvina basa basi.
*Visual Belv**ina*
"Selamat ulang tahun Belvina" ucap Moza sambil memeluk Belvina. Belvina menyeringai penuh arti.
"Sebenernya males gue pelukan sama lo! Liat aja nanti apa yang bakalan gue lakuin buat lo, Moza" gumam Belvina dalam hati.
Setelah melepas pelukan, Belvina tersenyum kepada Moza "Terimakasih, Moza. Yuk kita gabung sama temen yang lain." ucap Belvina sambil tersenyum.
Akhsan yang menyadari kedatangan Moza dan Arzan segera menghampiri mereka.
"Zan, gue mau ngomong sesuatu nih, bisa ngga kita ngobrol bentar aja" seru Akhsan sambil menarik lengan Arzan.
"Ada apa si?!" sahut Arzan.
"Gini, Zan. Gue mo ngomong soal ini..."
Akhsan pun menceritakan dari awal tentang semua rencana Belvina
"Kamu yakin?" tanya Arzan.
"Gue yakin, kita awasin terus gerak gerik Belvina"
Kemudian mereka bergabung kembali dengan Moza dan Belvina. Sesuai rencana dari Akhsan, terus menerus memperhatikan gerak gerik Belvin.
Suasana pesta Belvina begitu meriah, karena ada penyanyi ibu kota dan juga group band ternama.
Setelah mengobrol dengan beberapa tamu undangan, saatnya Belvina melancarkan rencana busuknya.
Tangan belvina menuangkan cairan di dalam botol kecil dan menuangkan ke 2 buah gelas, kemudian membawa dan memberikan gelas itu kepada Moza dan yang satunya lagi dia memberikan kepada Akhsan. "Sorry Zan, nanti aku ambilin lagi buat kamu" ucap Belvina, kemudian berlalu mengambilkan minuman lagi untuk Arzan. Akhsan berpikir kalau minuman yang di berikan kepada dirinya itu aman tidak ada apa-apanya, justru dia berpikir Belvina sebentar lagi pasti memberikan minuman kepada Arzan yang justru membuatnya curiga.
"Bro, mending lu minum gelas ini aja deh! takutnya nanti gelas lo di campurin sesuatu!" seru Akhsan.
Kemudian Arzan menerima gelas yang di sodorkan oleh Akhsan. "Ini minuman apa, Bro?! seperti syrup tapi aneh" ucap Arzan sambil mengecap lidahnya.
__ADS_1
"Ini cocktail, sekali-kali lah nyicipin minuman ginian" sahut Akhsan sambil menepuk pundak Arzan.
Arzan meneguknya sampai habis, begitu juga dengan Moza. Kemudian Belvina datang menghampiri mereka bertiga. "Arzan, ini minuman kamu! sorry lama aku tadi barusan nyapa tamu yang lain." ucap Belvina dengan nada manja.
"Arzan pun mengangguk dan menerima gelas pemberian Belvina. Dengan terburu-buru Akhsan merebut gelas dari tangan Arzan.
"Bro buat gue ya, yang tadi kurang!" seru Akhsan.
"Biar aku ambilkan ya, Zan" sahut Moza, kemudian pergi menuju meja yamg berisi minuman.
"Bagus Akhsan! Loe udah meminumnya! sekarang giliran Moza" ucap Belvina dalam hati sambil tersenyum licik.
Sementara itu Moza merasakan sedikit pusing dan jantungnya berdetak dengan kencang. Beruntung Moza hanya meminum separuh gelas dari minuman yang dibawakan oleh Belvina. Dari arah jauh Akhsan memperhatikan langkah Moza yang terlihat sempoyongan.
"Belvin, temui kolega papa dulu" ucap seseorang pria paruh baya menghampiri Belvina yang merupakan Papa dari Belvina.
"Ok, Pa" sahut Belvina sambil berjalan menggandeng papanya. Belvina pun berlalu meninggalkan Arzan dan Akhsan.
"Bro! kemarin gimana? jadi lo nembak Moza?" tanya Akhsan penasaran.
"Jelas dong, gue di terima sama Moza! dia juga suka sama gue!" sahut Arzan sambil mengelap keningnya yang berkeringat.
"Lo kenapa Bro?!" tanya Akhsan.
"Ngga tau tiba-tiba aja tubuh gue ngerasa panas! gerah bro!" seru Arzan yang terlihat gelisah.
"Jangan-jangan!!" akhhh siaaal!! justru minuman gue yang di kasih sesuatu oleh Belvina! rupanya dia ingin menjebak gue sama Moza!" seru Akhsan dalam hati
"Jujur Zan, yang lo rasain sekarang seperti apa?!"
"Badan gue panas, gue merasa gelisah dan juga gue ngerasa sangat bernafsu" ucap Arzan sambil menghembuskan nafas secara kasar.
"Sialan!!! Belvina mencampurkan obat perangsang rupanya!!" ucap Akhsan dalam hati.
"Zan, lo liat kayanya Moza merasa ngga enak badan deh!"
"Iya benar, mungkin minuman tadi mengandung alkohol seperti minuman gue tadi" seru Arzan.
"Zan, jawab jujur pertanyaan gue! Lu beneran sayang kan sama Moza?!" tanya Aksan serius.
"Tentu gue beneran sayang sama Moza, walaupun bokap gue mau jodohin gue sama janda kaya. Gue bakalan tetep milih Moza" sahut Arzan yakin.
"Ternyata obat perangsang yang di berikan Belvina sudah mulai bereaksi" ucap Aksan dalam hati.
"Bro, sana gih! samperin Moza. Dia sepertinya pusing, lihat aja jalannya sempoyongan gitu.
"Baiklah, gue samperin dia dulu ya"
Setelah kepergian Arzan, dengan cepat Akhsan memanggil pelayan, dan memesan sebuah kamar. Dengan cepat pelayan tersebut sudah memberikan kunci sebuah kamar kepada Arzan.
Arzan menghampiri Akhsan sambil memapah tubuh Moza. "Bro, sebaiknya gue anter Moza pulang ya!"
"Jangan, Bro! lo kan juga lagi pusing! nih kalian istirahatlah" ucap Akhsan sambil menyodorkan kunci kepada Arzan.
__ADS_1
"Apa ini, Bro?" tanya Arzan polos.
"Itu kunci kamar, kalian berdua istirahatlah dulu sampai tidak merasa pusing lagi. Ya udah gue anterin" ucap Akhsan sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Belvina. Ternyata Belvina sedang asyik mengobrol dengan tamu Papanya.
Sesampainya di depan pintu kamar hotel yang di pesan Akhsan tadi.
"Kalian istirahat dulu di sini" kemudian Akhsan membukakan pintu kamar, Arzan memapah tubuh Moza dan membaringkannya ke tempat tidur.
"Gue tunggu di luar aja" ucap Arzan sambil melangkah keluar. Wajahnya memerah dan gerakannya yang serba salah tingkah membuat Aksan sadar kalau Arzan sudah berada di puncaknya.
"Lo sayang kan sama Moza! Lo mau tau kenapa tubuh lo ngerasa aneh kaya gitu! sorry, Zan! ngga seharusnya tadi gue kasih minuman gue ke elo! minuman yang seharusnya buat gue itu gue rasa udah di kasih obat perangsang sama Belvin!" seru Aksan.
"Jangan pergi" ucap Moza mengigau.
"Ya sudah, gue rasa kalian berdua sama-sama membutuhkan! kalau lo beneran sayang sama Moza, lakukan! daripada lo sama Moza sama-sama tersiksa malam ini! dan setelah lo lakuin semua lo harus segera tanggung jawab kepada Moza! gue percaya lo bakalan tanggung jawab nantinya" seru Akhsan, kemudian beranjak pergi meninggalkan Arzan dan Moza. Arzan segera mengunci pintu kemudian duduk di sofa.
Sementara Akhsan yang sudah kembali di tengah ramainya pesta langsung menghampiri Belvania yang sedang mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruangan.
"Sayang... kok aku ngga liat Moza sama Arzan" tanya Belvania
"Ooh, mereka berdua pulang sayang. Tadi mau pamit sama kamu, tapi ngga enak sama tamu papa kamu. Moza merasa pusing" jawab Akhsan sambil berpura-pura memegang kepalanya.
"Sialan!!! rencana gue gagal!" seru Belvania dalam hati.
"Sayang aku merasa pusing, mungkin malam ini aku menginap di hotel ini. Kamu gapapa aku tinggal sekarang?" tanya Akhsan sambil terus memegangi kepalanya.
"Iya, aku gapapa kok sayang" sahut Belvina.
"Sayang, malam ini kamu begitu cantik dan sexy! aku ingin memakanmu malam ini" bisik Aksan di telinga Belvina. Belvina pun begidik ngeri, dia berfikir ternyata obat yang dia campurkan di minuman Aksan sangat bereaksi dengan cepat.
"Tidak sayang, jangan becanda! ya sudah kamu istirahat saja" seru Belvina sambil melambaikan tangan ke arah pelayan.
"Tolong berikan saya kunci 1 kamar" ucap Belvina. Dengan segera pelayan itu memberikan sebuah kunci.
Kemudian Akhsan pura-pura gelisah dan berjalan mencari kamar yang dia pesan.
"Arrrgghhh!! Sialan!!! rencana gue gagal!!" seru Belvina sambil menghentakan kaki kirinya di lantai.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah bab ini bakalan upload cerita 21+
__ADS_1