Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
BAB 37


__ADS_3

8 Bulan telah berlalu, tumbuh kembang kedua anak Moza pun tumbuh dengan sesuai tahap pertumbuhan anak bayi pada umumnya. Moza pun bisa membagi waktu utuk ke dua putra dan putrinya. Moza mulai ke kantor lagi semenjak usia kedua anaknya menginjak di umur 6 bulan. Jam kerja Moza pun hanya selama 4jam saja, selebihnya masih dia percayakan kepada Farid. Moza hanya datang ke kantor jika ada urusan penting, Entah itu urusan meeting atau menjumpai dari client dari perusahaan lain. Sedangkan Luna, masih setia menjadi asisten pribadi Moza, walaupun majikannya itu sudah memiliki 2 baby sister.


Sore hari Moza selalu me time bersama kedua anaknya hingga mereka berdua tertidur




Bu Puspa selalu menyempatkan dirnya untuk selalu mengunjungi Moza dan kedua anaknya. Hari ini pun dirinya di izinkan Farid untuk pulang lebih awal.


Di saat Moza sedang berbicara dengan Avaro yang masih bermain, Moza mendekap dan berbicara kepada Avaro.


"Nak, kelak nanti kamu kalau sudah besar akan jadi pelindung mama. Mama yakin kamu akan menjadi anak laki-laki yang penuh dengan tangung jawab serta mau melindungi mama dan adikmu Alisha"


Kemudian Avaro kecil menatap Moza dan tersenyum seperti paham dengan perkataan mamanya.


Bu Puspa yang sedari tadi berada di depan pintu kamar si kembar pun menghampiri mereka. Bu Puspa sangat mengkhawatirkan Moza, mengingat sangat berat ketika harus menjalani keseharian seperti Moza dengan anak kembar dan juga tanpa suami di sisinya.



"Nyonya, boleh saya masuk?" ucap bu Puspa pelan.


Kemudian Moza mengangguk mempersilahkan.


Bu Puspa kemudian melangkah menghampiri Moza.


"Nyonya, saya ke sini sekaligus untuk memberitahu bahwa 2 minggu lagi Arzan akan segera pulang ke Indonesia. Arzan menjadi salah satu mahasiswa dengan lulusan terbaik mewakili Indonesia. Saya mendapat pesan dari tuan Farid untuk menanyakan apa rencana anda untuk kedepannya setelah kepulangan Arzan nanti." ucap Bu Puspa pelan.


"Setelah kepulangan Arzan saya tidak akan menemui dirinya selama 3bulan kedepan. Sampaikan pada Farid kalau Arzan harus secepatnya bekerja di kantor. Untuk posisi Arzan, nanti atur dia di bagian Designer Inti. Walaupun dirinya nanti adalah karyawan baru, saya yakin kemampuan Arzan akan melebihi dari kemampuan karyawan senior. Saya sangat bangga kepada Arzan, karena dirinya berhasil menjadi lulusan terbaik. Dari awal saya sudah yakin kalau Arzan adalah laki-laki yang pintar dan cerdas."


"Boleh saya tau alasan anda? mengapa anda tidak langsung memberikan jabatan khusus untuk Arzan, Nyonya?" tanya bu Puspa penasaran.

__ADS_1


"Saya mau melihat kinerja Arzan terlebih dahulu, karena saya tidak ingin ada kecemburuan sosial di antara karyawan lain. Saya sengaja memposisikan Arzan langsung di bagian Designer Inti, mengingat di sana banyak senior Arzan yang harus melihat terlebih dahulu kinerja dan juga kemampuan Arzan di bidang Designer. " terang Moza.


"Saya pribadi percaya atas keputusan yang sudah anda ambil, Nyonya. Saya akan segera menyampaikan kepada tuan Farid. Kalau di ijinkan saya ingin bertanya menyangkut hal pribadi Nyonya..."


"Tentang hal apa?" tanya Moza sambil menatap ke arah bu Puspa.


"Begini, Nyonya. Saya dan tuan Farid sempat mengobrol tentang Nyonya dan Arzan. Saya mewakili tuan Farid ingin bertanya, apa nantinya anda akan segera melangsungkan pernikahan dengan Arzan?" tanya bu Puspa hati-hati.


"Tidak bu Puspa, saya akan mengulur waktu sampai saya melihat kinerja dan kemampuan Arzan. Saya sudah punya rencana sendiri. Saya juga ingin mengetahui kebenaran atas ketulusan cinta Arzan. Bagaimana nanti Arzan akan memilih untuk menikah dengan Moza yang dia kenal sebagai wanita biasa saja atau dengan Nyonya Irsyad perempuan janda kaya yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya.


Setelah kepulangan Arzan, nanti akan banyak kejutan untuknya. Jadi nanti mohon kerja samanya dengan Farid, bu Puspa dan juga karyawan di FF group. Setelah Arzan bekerja di FF Group cukup sebut saya dengan Nyonya Irsyad. Semua foto saya di kantor di simpan dahulu." terang Moza.


"Jadi, nantinya nyonya memberi kesempatan kepada Arzan untuk memilih?" tanya bu Puspa.


"Iya benar, bu Puspa. Bagaimana nantinya keputusan Arzan memilih, dan bagaimana cara dia mengatasi permasalahan rumit ini agar Dirinya tidak membuat Moza terluka, dan juga tidak membuat kecewa kedua orang tuanya. Saya sebelumnya sudah menjelaskan tentang diri saya kepada kedua orang tua Arzan. Dan kedua orang tua Arzan mendukung saya. Ini semua juga ide dari Luna." ucap Moza pelan.


Bu Puspa sangat kagum kepada Moza, di usianya yang masih muda mempunyai pola pikir yang begitu dewasa. Selain cerdas dan cantik Moza juga baik kepada semua karyawannya di kantor. Seperti kepada dirinya yang hanyalah seorang resepsionis.


****


"Baiklah tuan Farid, setelah saya pulang ke Indonesia saya akan bekerja sepenuhnya untuk FF Group. Terimakasih karena sudah mau membantu saya sampai sejauh ini." ucap Arzan melalui ponselnya yang sedang berbicara dengan Farid, kemudian dirinya mengakhiri obrolannya di telfon.


"Moza, tunggu aku sebentar lagi. Aku akan pulang, bekerja dengan uang yang cukup nanti aku akan melamarmu dan juga meyakinkan bapak dan ibuku supaya mereka merestui hubungan kita." ucap Arzan sambil memandangi ponselnya dengan wallpaper foto Moza.


Arzan pun mulai mengemas barang-barangnya, waktunya di sini tinggal 3 hari lagi. Arzan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Moza. Selama 3 bulan Moza sengaja tidak menghubungi Arzan, karena dirinya ingin Arzan fokus. Walaupun tidak ada balasan pesan dari Moza, Arzan setiap hari selalu mengirim pesan kepada Moza. Arzan tersenyum sambil membayangkan nanti jika dirinya pulang, orang yang paling ingin dia temui adalah Moza. Bagi Arzan, Moza adalah wanita sempurna untuk dirinya. Meskipun dia belum tau tentang masalalu Moza. Karena dirinya sudah berjanji di saat dirinya terjebak oleh ulah Belvina. Dirinya pernah mengucapkan tidak peduli Moza sudah pernah menikah atau sudah punya anak sekalipun dirinya akan tetap menyayangi dan mencintai Moza dengan sepenuh hati.


***


Sepulang kerja Farid menuju ke rumah Moza. Sesampainya di sana dirinya segera duduk di ruang tamu menunggu Moza. Selang beberapa menit Moza duduk berhadapan dengan Farid.


"Bagaimana, Farid? apa kamu sudah mengatur semuanya dengan baik? Ingat di 3 bulan pertama Arzan bekerja pastikan dirinya hanya mengetahui saya sebagai Nyonya Irsyad. Kali ini biarkan Arzan membuat keputusannya sendiri. Dan untuk sementara posisikan Luna sebagai asisten kepala bagian designer. Karena saya tau Widuri sedang cuti hamil, saya percaya kalau Luna bisa menggantikan posisi Widuri dengan baik." kata Moza dengan serius.

__ADS_1


"Baik, Nyonya. Mulai besok Luna akan segera bekerja. Mengingat sudah 5 hari posisi asisten kepala bagian designer masih kosong, keputusan anda memilih Luna adalah tindakan yang bagus." ucap Farid yang terlihat sumringah, entah karena dirinya merasa senang akan sering berjumpa dengan Luna di kantor atau hal lain yang tentu hanya di ketahui oleh Farid sendiri.


"Hmmm, apa kamu merasa senang kalau Luna bekerja di kantor?" tanya Moza sambil memicingkan matanya.


"Ekhmm, tidak nyonya. Maksud saya setidaknya nanti kepala bagian designer tidak keteteran menangani schedule yang beberapa hari ini lumayan berantakan." jawab Farid gugup.


"Ooh, begitu" ucap Moza dengan nada tak berbobot.


Farid sudah mati kutu di hadapan Moza, kemudian dirinya izin untuk pamit.


"Kalau begitu saya hendak pamit, Nyonya." ucapnya dengan ekspresi gugup.


"Baiklah" jawab Moza singkat.


.


.


.


.


.


*Author menyapa


Hai... Hallo


Chevia mau minta saran dari para pembaca setia #CSPDS menurut kalian para pembaca


chevia berencana novel ini tamat di episode 40

__ADS_1


Kemudian nanti di Novel judul yang baru (Season 2 CSPDS dengan kelanjutan kisah cinta Arzan dan Moza lagi, atau lanjut saja di judul novel ini?


Terimakasih buat para pembaca yang sudah memberikan Like, Komentar, memberi bintang 5 dan Vote di novel Chevia ini*.


__ADS_2