
2 minggu sudah berlalu, Arzan belajar di Amerika dengan sungguh-sungguh. Dirinya bisa membagi waktu dengan baik. Antara Belajar di Rhode Island School of Design dan juga di Brown University.
Sementara Moza yang juga sudah kembali di kota J, hari ini di sibukkan dengan acara syukuran 4 bulanan kehamilannya. Moza merayakan di sebuah panti asuhan yang di bangun oleh almarhum suaminya. Walaupun di acara tasyakuran itu Moza terlihat bahagia, Luna memperhatikan majikannya itu tampak sedih. Luna berfikir bahwa majikannya sedang merindukan Almarhum Suaminya.
Jam 5 sore acara tasyakuran pun selesai, Moza dan Luna pamit. Sesampainya di rumah Moza segera menuju kamarnya. Moza duduk di tepi ranjang sambil meraih pigura foto dirinya bersama almarhum suaminya.
"Mas Irsyad, anak kita semakin hari semakin bertumbuh kembang dengan baik. Anak kita kembar, dan aku berharap kalau anak kita laki-laki dan perempuan" ucap Moza sambil mengusap pipinya yang berlinang air mata.
Luna datang mengetuk pintu kamar Moza dengan membawa segelas susu hangat.
"Nyonya, saya bawakan susu hangat untuk anda" ucap Luna sambil meletakan gelas susu yang dia bawa di atas nakas.
"Luna, besok antarkan saya ke tempat Frans." ucap Moza sambil menyeka air matanya kembali.
"Baik, Nyonya. Anda jangan terus bersedih, menurut di web yang saya baca, ibu hamil tidak boleh berlarut dalam kesedihan. Karena bisa mempengaruhi kondisi janin. Jadi harus selalu di bawa happy"
Mendengarkan kata yang barusan Luna ucapkan, Moza membenarkannya. Dirinya tidak boleh terus bersedih, harus semangat melewati hari-harinya bersama anak di dalam kandungannya.
***
Keesokan harinya Moza sudah di RS di poli kandungan. Sebentar lagi dirinya akan di periksa.
15 menit berlalu, giliran saatnya Moza di periksa.
Asisten perawat Farid segera menyuruh Moza dan Luna masuk.
"Frans, apa di usia kehamilanku sekarang sudah bisa mengetahui jenis kelamin mereka" ucap Moza sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"Saya akan memeriksa dengan USG 4 dimensi" kata Frans sambil memberi isyarat mempersilahkan Moza untuk berbaring.
"Waah lihat, kedua putra dan putrimu sangat aktif" ucap Dokter Frans sambik tersenyum.
"Waaah, jadi anak Ka Moza kembar cowo sama cewek dok?" tanya Luna penasaran.
"Iya, mereka tumbuh kembang dengan baik. Tapi apakah saya boleh tanya satu hal sama kamu, Moza? apa akhir-akhir ini kamu terlalu banyak pikiran?" kata Dokter Frans.
"Aku selalu mengingat almarhum suamiku, Frans" ucap Moza lirih. Kemudian dirinya segera beranjak dari ranjang sambik merapikan kembali blouse yang dia pakai.
Frans menulis resep vitamin untuk Moza. Kemudian di berikan kepada Luna.
"Seperti biasa, ini resep vitamin dan tambahan obat penambah darah. Juga di sini saya akan menerangkan makanan apa saja yang harus di konsumsi di kehamilan usia 4 bulan" ucap Dokter Frans sambil menyodorkan resep kepada Luna.
"Makanan apa saja yang harus di konsumsi di usia kehamilan Ka Moza sekarang dok?" tanya Luna sambil menerima kertas resep dari dokter Frans.
"Saat usia kehamilan mencapai usia 4 bulan, jumlah darah di dalam tubuh meningkat, begitu pula dengan kebutuhan zat besi. Maka dari itu, makanan sehat ibu hamil 4 bulan harus menyisipkan seperti daging sapi, ikan, telur, tahu, hingga sayuran berdaun hijau seperti bayam. Selain itu hormon progesteron akan memperlambat gerak sistem pencernaan karena rahim bertumbuh besar. Kondisi ini menyebabkan sembelit datang menyerang. Untuk mencegahnya, disarankan mengonsumsi makanan sehat ibu hamil 4 bulan dalam bentuk makanan berserat. Buah-buahan seperti pisang, stroberi, pir, hingga raspberry adalah makanan berserat yang juga dilengkapi berbagai nutrisi penting untuk kesehatan. Nanti selengkapnya saya kirim resep daftar menu makanan harian selama satu bulan ke depannya. Mengingat janin kembar di sarankan harus teratur pola makan dan juga gizinya." kata dokter Frans.
__ADS_1
Luna manggut-manggut dengan ekspresi wajah terlihat fokus saat mendengarkan dokter Frans berbicara. Setelah itu Moza dan Luna pamit pulang.
Visual Dokter Frans Chaniago
Visual Luna Kinandita
Sesampainya di rumah, Moza segera berbaring di kamarnya. Sambil memeluk foto dirinya bersama almarhum suaminya.
"Mas Irsyad, anak kita kembar laki-laki dan perempuan. Aku akan merawatnya, mendidik mereka agar bisa menjadi pribadi yang santun. Seperti dirimu kelak." Moza mengelus foto wajah almarhum suaminya pelan. Membayangkan kembali saat kebersamaan mereka berdua.
Ponsel Moza berdering, ada panggilan video call dari Arzan. Dengan segera menyeka air matanya.
"Hai" jawab Moza menyapa Arzan.
"Apa kamu habis menangis? maaf kalau aku baru sempat menghubungimu. Ini aku sudah selesai, aku ngga bisa tidur. Rindu sama kamu" ucap Arzan sambil menggaruk tengkuknya.
"Aku nggak papa, tadi abis makan sup, trus banyakan sambel jadi gini deh sampe berkeringat. Oiya kalau kamu ngantuk lekas tidur di sana kan jam 11 malam kan?"
"Iya, di sini masih hari rabu jam 11 malam. Di sana sudah kamis pagi ya?" ucap Arzan sambil tersenyum menatap wajah Moza.
Arzan terkejut mendengarkan apa yang barusan Moza ucapkan, beruntung dirinya selalu merecord video call ketika sedang menelfon Moza.
"Insha Allah aku di sini hanya fokus belajar menuntut ilmu. Dan setelah selesai aku akan kembali untuk segera menikahimu" ucap Arzan yang terlihat serius.
Moza begitu bahagia mendengarkan ucapan dari Arzan. Kemudian dirinya segera menyuruh Arzan untuk lekas beristirahat.
"Kamu sekarang istirahat untuk tidur. Byee"
"Byee, Love you Moza Arisha Yasmeen"
Moza tersenyum kemudian menutup telfonnya.
Luna yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara Moza dan Arzan kemudian menghampiri Moza sambil membawakan buah pear yang sudah di kupas.
"Nyonya, ini camilan anda. Oiya gimana Arzan di sana betah tidak?" tanya Luna kepo gitu.
"Makasih, Lun. Ya dia betah tapi dia rindu sama saya Lun" ucap Moza sambik tersenyum kemudian memakan buah yang tadi di bawakan oleh Luna.
__ADS_1
***
Sementara di kantor FF Group
Akhsan sedang menuggu di ruangan kerja tempat Farid. Aksan mempunyai niat akan segera bekerja di kantor FF Group utama.
Visual Akhsan Bachtiar Al-Fayed
Farid segera duduk menghadap Akhsan.
"Bagaimana, apa kamu sudah mengumpulkan semua buktinya?" tanya Farid.
"Tinggal sedikit lagi, selangkah lagi saya akan segera mendapatkan semua buktinya, Tuan Farid.
Baiklah, sebentar lagi kita akan menemui CEO. Setelah beberapa menit Moza datang ke ruangannya. Kemudian Farid dan Akhsan segera menyusul ke ruangan Moza.
"Permisi, Nyonya. Ini Akhsan orang yang sudah membantu perusahaan untuk membongkar kejahatan Edgar" ucap Farid sambil mempersilahkan Akhsan duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Moza. Sementara Moza sedang duduk menghadap dinding tembok, memutar kursinya. Sepersekian detik Moza kaget saat menatap Akhsan yang sedang duduk dan demikian dengan Akhsan yang terkejut melihat siapa yang sesang duduk di kursi milik CEO FF Group.
Akhsan sempat mengucek mata dengan kedua tanggannya. Kemudian reflek beranjak dari duduknya.
"Mo za, ini beneran kamu!!" seru Akhsan sambil berjalan menghampiri Moza yang sesang duduk.
"Akhsan, itu iya aku..." Moza terlihat gugup di depan Akhsan.
"Anda mengenal Akhsan, Nyonya?" tanya Farid yang penasaran melihat ekspresi keduanya.
"Akhsan teman Arzan di kampus, Farid" jawab Moza sambil mempersilahkan Akhsan dan Farid duduk kembali.
"Jadi kamu, Moza eh maksud saya Nyonya Moza anda adalah..." belum sempat Akhsan selesai berbicara Farid segera menjelaskan semua kepada Akhsan dengan isyarat yang di perintahkan dari Moza.
Akhsan sekarang sudah mengetahui semuanya. Akhsan adalah laki-laki baik, dirinya tetap mendukung Moza dan Arzan. Apa lagi di tambah Moza adalah CEO dari perusahaan FF Group dimana papa dan mamanya bekerja. Dirinya semakin bersemangat untuk membantu membongkar semua kebusukan dari orang jahat yang berusaha menjatuhkan FF Group.
.
.
.
.
**Author menyapa
Hai, Hallo
__ADS_1
mau tanya nih, kira-kira Luna Kinandita cocok di pasangkan sama dokter Frans Chaniago atau Akhsan Bachtiar Al-Fayed?
Jangan lupa like dan komen ya**