
Sebulan setelah pertemuan Akhsan dan Moza di kantor FF Group. Kini mereka bertemu kembali, Akhsan datang langsung menuju ruangan CEO saat itu sudah ada Luna dan Farid. Akhsan menyapa Moza, menanyakan kabar dirinya dan kenapa tidak lagi masuk kuliah.
"Kenapa anda sekarang tidak pernah berangkat ke kampus, Nyonya?" tanya Akhsan sopan.
"Berhenti berbicara formal seperti itu, Akhsan. Panggil aku Moza saja seperti biasanya. Aku punya alasan tersendiri, dan karena alasan ini" kemudian Moza berdiri dan Akhsan memperhatikan perut Moza yang buncit.
"Kamu hamil? apa ini anak Arzan?!" seru Akhsan dengan ekspresi wajah terkejut.
"Bukan, ini adalah anak Tuan Irsyad" jawab Farid sambil mempersilahkan Akhsan duduk.
Dari satu kode isyarat dari Moza, Luna segera paham menceritakan semua tentang kehamilan Moza. Akhsan mengangguk. Jadi ini alasan Moza mengirim Arzan melanjutkan study di Amerika.
"Jadi kamu sudah jelas kan? rahasiakan ini dulu dari Arzan" kata Moza sambil meraih map yang di bawa Akhsan.
"Ya saya paham, oiya ini flash disk berisi data tentang semua yang perusahaan ini butuhkan. Untuk memberi pelajaran kuman kuman kecil yang berani-beraninya mau meracuni perusahaan bersih FF Group ini" ucap Akhsan sambil mengambil flash disk dari saku jasnya.
Kemudian Farid menerimanya, dan mencolokan ke laptop miliknya. Farid kagum atas semua usaha yang di lakukan oleh Akhsan. Begitu juga dengan Moza, dirinya sangat bersyukur mempunyai teman sebaik Akhsan dan juga pegawai yang setia kepada FF Group.
***
Skip di rumah Akhsan
(Di bab ini Author ingin cerita tentang keluarga Akhsan)
***
Malam harinya di kediaman rumah tuan Al-Fayed yang tak lain adalah papa Akhsan sedang diadakan syukuran pernikahan perak. Beberapa karyawan dari berbagai cabang FF Group datang, termasuk Farid dan juga Fiqih anak angkat tuan Al-Fayed.
Tuan Al-Fayed yang sedang berbincang dengan Fiqih melihat kedatangan Farid si Tamu Special kemudian menghampiri dan menyapa Farid.
"Tuan Farid, saya ucapkan terimakasih atas kehadiran anda di acara perayaan perak pernikahan kami" Ucap tuan Al-Fayed menyalami Farid.
"Selamat atas pernikahan yang ke 25 tahun, dan saya ingin menyampaikan satu hal secara langsung kepada. Saya bangga dengan Akhsan anak anda, di usianya yang masih muda sangat cekatan dan juga sangat hebat" jawab Farid.
Kemudian Akhsan yang melihat kedatangan Farid segera menghampiri bersama Fiqih.
__ADS_1
"Tuan Farid, terimakasih atas kehadirannya. Oiya ini perkenalkan ini Fiqih abang saya." ucap Akhsan sambil mengenalkan Fiqih kepada Farid.
Fiqih tampak sedang berfikir sejenak, menatap Farid dan sedikit ragu apa benar dia adalah anak dari saudara ibunya. Dirinya pun bertanya kepada Farid tanpa ragu.
"Maaf sebelumnya tuan Farid, saya mau tanya apakah nama lengkap anda Farid Khanevie? karena ibu saya Namita mempunyai foto bersama anda." kata Fiqih sambil mengulurkan tangan berjabatan dengan Farid.
Farid yang mendengar nama Namita yang merupakan adik dari ibunya pun kaget dan segera menjawab pertanyaan dari Fiqih.
"Ya, benar. Nama saya Farid Khanevie, kau anak dari bibi Namita?" kata farid sambil memegang bahu Fiqih tanpa ragu.
Kemudian dengan cepat Fiqih menjawab "Ya, saya Fiqih Fauzan." kemudian mereka pun berpelukan sejenak. Farid yang biasanya kaku tanpa ekspresi pun dengan segera bertanya tentang kabar bibinya itu.
Tuan Al-Fayed yang melihat keakraban Farid dengan anak angkatnya pun penasaran, karena sangat jarang sekali dirinya melihat Farid tersenyum. Dirinya melangkag mendekati mereka.
"Tuan Farid, apakah anda sudah lama mengenal Ibda Fiqih?" ucap Tuan Al-Fayed sambil mendekat ke arah mereka.
"Ibda? Kamu anggota polisi?" tanya Farid dengan ekspresi mengrenyitkan dahinya.
"Loh, kalau bukan kenal Fiqih sebagai anggota polisi anda kenal dia dimana tuan Farid?" tanya Tuan Al-Fayed.
***
Namita adalah gadis asal India yang bekerja di Malaysia setelah dirinya menyelesaikan sekolah setingkat menengah atas. Karena keadaan, dirinya terpaksa pergi jauh kabur dari rumah karena tidak mau di jodohkan dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Dirinya kabur sampai dirinya memutuskan untuk pergi ke Malaysia. Dan di malaysia dirinya kerja dengan Agen yang sangat kejam. Menjual dirinya sebagai budak kerja. Beruntung bertemu Fauzan yang akhirnya sekarang menjadi suaminya. Fauzan TKI asal Indonesia dan dengan tabungan yang dia miliki berhasil mengurus semuanya agar Namita bisa ikut dirinya kembali ke Indonesia. Setelah sampai mereka berdua menikah dan hidup sederhana di Indonesia.
***
"Jadi kalian masih satu keluarga, dan setelah ini apakah anda ingin menemui bibi anda tuan Farid?" kata tuan Al-Fayed.
"Mungkin besok saya akan menemui bibi Namita, saya tidak menyangka kalau keponakan saya menjadi anak angkat anda tuan Al-Fayed" ucap Farid.
"Itu karena ketulusan dirnya menolong orang sakit ini" jawab tuan Al-Fayed sambil menunjuk dirinya.
Dan akhirnya Farid mengerti alasan tuan Al-Fayed mengangkat Fiqih sebagai anak. Diam-diam di dalam hati kecil Farid kagum kepada tuan Al-Fayef dan juga Akhsan. Mereka sangat setia bekerja di FF Group. Entah karena alasan apa, dirinya pun berjanji akan setia kepada FF Group. Mengingat kebaikan almarhum tuan Irsyad. Dirinya merasa bersyukur, untung saja keponakannya bisa di angkat menjadi anak. Sehingga bisa menjadi anggota polisi dan sudah berpangkat Ibda.
***
__ADS_1
Sepulang dari acara tuan Al-Fayed, Fiqih segera menceritakan kepada ibunya dan Namita sangat senang tentang apa yang baru saja anaknya katakan.
Fiqih menunjukan foto dirinya bersama Farid yang sempat dia ambil sewaktu masih di rumah tuan Al-Fayed. Namita membenarkan bahwa yang ada di foto bersama anaknya adalah Farid. Kebahagiaan tersirat di wajah Namita ketika dirinya mengetahui keberadaan Farid yang merupakan keluarganya yang sudah lama sekali berpisah.
"Akhirnya ibu bisa bertemu dengan keluarga ibu. Setelah sekian lama ibu menetap di sini dan menjadi bagian dari warga negara di sini" ucap Namita lirih sambil menyeka air matanya.
"Besok Farid akan berkunjung ke sini, Bu." jawab Fiqih kemudian berlalu menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
**Author menyapa
Hai, Hallo
Di Bab berikutnya Chevia menceritakan tentang beberapa keluarga di setiap tokoh dari novel ini ya.
Dan nantinya Chevia akan mempercepat cerita tentang kehamilan Moza yang sebentar lagi akan melahirkan anak kembarnya.
Kalau ada pembaca yang mau mengkritik atau memeberi saran kepada Chevia, silahkan 😊
Mungkin novel ini terlalu monoton atau tidak ada konflik yang seru. Tapi beginilah, Chevia memang dari awal sudah merangkai kisah novelnya seperti ini.
Jika kalian mendukung Chevia, like dan koment ya di setiap bab episode novel ini 😊**
__ADS_1