Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
BAB 39


__ADS_3

Sesampainya di rumah Moza


Dokter Frans tercengang melihat rumah Moza. Dirinya begitu kagum dengan sosok Moza. Dirinya sudah ingin sekali bertanya tentang semua hal yang terjadi pada diri Moza. Kemudian setelah sampai di depan pintu, bi Atik membukakan Pintu.


Setelah berada di ruang tamu, Moza pamit sebentar untuk segera mengganti pakaiannya. Sementara dokter Frans sedang duduk berhadapan dengan Luna.


Luna tersenyum ke Arah dokter Frans. Bi Atik datang membawa suguhan minuman dan makanan ringan.


"Kamu darimana Lun? rapi banget hari ini?" tanya dokter Frans sambil menatap Luna penuh arti.


"Habis dari kantor, mewakili Nyonya untuk meeting." jawab Luna jujur.


"Sebenarnya Moza itu, kalau boleh saya tebak apa Moza adalah istri dari Tuan Irsyad? Karena setahu saya, rumah ini pernah sekali di liput oleh media kota. Itu saja sudah sangat lama, sekitar 7 tahun di saat tuan Irsyad di awal kesuksesannya saat mengembangkan perusahaan FF Group hingga dalam kurun waktu 5 tahun sudah menjadi sebesar seperti sekarang ini." Dokter Frans mulai mengungkapkan rasa penasarannya kepada Luna.


"Ya begitulah, Dok. Semua yang anda katakan memang benar. Dan tidak akan lama lagi nyonya Moza akan segera menikah dengan pria pilihan suaminya." Luna pun membenarkan ucapan dokter Frans.


"Apa Moza setuju dengan pria pilihan almarhum suaminya?" tanya dokter Frans.


"Waaaah, kalian sedang ngobrol apa nih?" ucap Moza sambil duduk di sebelah Luna.


"Luna lagi jawab pertanyaan dari dokter Frans" sahut Luna.


"Memang tadi Frans nanya apa ke kamu?" giliran Moza bertanya kepada Luna.


"Tadi dokter Frans bilang apa Nyonya setuju dengan pria pilihan almarhum tuan Irsyad." ucap Luna dengan polos.


"Aku minta maaf kalau terlalu kepo." kata dokter Frans pelan.


"Nggak papa kok Frans, justru aku mau menceritakan tentang calon suamiku kepadamu. Gimanapun kita kan sudah seperti saudara kandung. Aku awalnya biasa saja sama Arzan, tapi makin ke sini aku yakin kalau pilihan dari mas Irsyad memang baik untukku. Sebelum aku tau kalau Arzan adalah calon suami pilihan dari mas Irsyad, aku sudah mengenal dirinya. Dia pemuda baik, tidak haus akan harta dan tahta. Dia mengenalku dari pertama ya Moza si wanita sederhana. Bukan mengenal aku sebagai nyonya Irsyad. Semenjak aku menduduki jabatan CEO banyak pira yang mencoba mendekatiku. Dari situlah aku bersembunyi, mencoba menjadi wanita sederhana. Beruntung ada Farid yang bisa menangani semua urusan di kantor. Dan aku juga sangat beruntung bisa mengenal Luna Kinandita yang setiap saat selalu bisa aku andalkan." ucap Moza sambil melirik ke arah Luna.


"itu tidak seberapa di banding jasa nyonya kepada saya dan keluarga saya" jawab Luna.


"Maksudnya gimana?" dokter Frans terlihat bingung.


"Jadi begini dokter Frans, Luna ini sebenarnya asisten pribadi Nyonya Moza. Dan saya salah satu dari mahasiswa penerima beasiswa dari nyonya Moza. Awalnya Luna kerja magang di kantor FF Group. Tapi Luna yang selalu beruntung ini akhirnya terpilih untuk menjadi asisten pribadi nyonya Moza." ucap Luna dengan sumringah.

__ADS_1


Frans kini mulai paham siapa Luna sebenarnya. Diam-diam di dalam hati Frans merasa senang, ketika Luna menatapnya.


"Intinya Luna sudah menjadi bagian dari keluargaku sekarang Frans. Diminum dulu jusnya. Aku masih ingat kamu lebih suka orange jus ketimbang minum kopi atau teh." ucap Moza sambil meraih gelas dan meminum jus miliknya.


"Aku tau itu Moza, dan pasti setelah anakmu lahir kau pun sudah mulai minum kopi dan teh kesukaanmu itu" dokter Frans pun mengambil gelas berisi orange juice itu.


"Dok, waktu kuliah kedokteran pasti sangat pusing ya?" tanya Luna asal ceplos.


"Tergantung, sebenarnya semuanya tergantung pada diri kita masing-masih. Yang terpenting niat." jawab dokter Frans.


"Dimana si kembar? aku ingin menggendongnya" lanjut Frans.


"Tadi habis minum susu, sebentar lagi mereka keluar." kata Moza.


Kemudian datang kedua baby siter yang masing-masing menggendong anak Moza.


Frans pun menggendong Avaro terlebih dahulu.


"Waaah, keponakan Oom sekarang sudah pada besar nih. Avaro sama Alisha cepat besar ya cepat bisa jalan." kemudian Frans mengelus rambut Avaro, kedua anak Moza nampak senang duduk bersama dengan dokter Frans.


Raut wajah Moza nampak begitu sedih, Moza melihat kedua anaknya tampak bahagia bersama dokter Frans. Moza berfikir kalau kedua anaknya merindukan sosok Ayah.


"Ka, Luna yakin mereka berdua anak yang sabar dan anak penurut yang nantinya akan bahagia mendapatkan sosok ayah seperti Arzan."


Moza pun menyeka kedua matanya yang berkaca-kaca. Benar kata Luna, dirinya harus sabar. Karena tinggal selangkah lagi, membuktikan cinta dan ketulusan dari Arzan.


Setelah hampir 30 menit dokter Frans bermain bersama kedua anak Moza, dirinya izin untuk pamit pulang. Akhirnya dokter Frans mengetahui semuanya tentang Moza, termasuk juga rencana dari Luna untuk kedepannya.


"Moza, kalau saya minta izin untuk mengajak Luna makan malam apa kamu mau mengizinkan?" tanya Frans dengan gugup.


Luna pun terkejut mendengar apa yang barusan dokter Frans ucapkan.


"Waaah, kau sangat gercep Frans. Saingan kamu ada 2 orang loh. Kalau itu aku tidak berwenang untung memutuskannya. Gimana, Lun? apa kamu menerima tawaran dari Frans?" Moza melirik ke arah Luna.


Luna kemudian reflek mengangguk setuju tanpa berbicara. Karena selama ini diam diam dirinya mengagumi sosok dokter Frans. Sekarang di dalam pikiran Luna adalah, apa dokter Frans mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Kau setuju kalau nanti malam aku jemput, Luna?" dokter Frans memastikan kepada Luna kembali.


"Iya dokter, nanti malam jam 7 saya tunggu." jawab Luna gugup.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu." kemudian Frans beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke luar menuju mobilnya.


***


Setelah kepulangan dokter Frans, Luna berjingkrak karena dirinya merasa senang diajak kencan oleh dokter Frans.


"Waaah, jadi selama ini kau menyukai Frans ya?" ucap Moza yang mengagetkan Luna.


"Jujur nyonya, dari awal saya sangat kagum dengan dokter Frans. Mimpi saya itu bisa mendapatkan suami dokter." Luna pun berbicara jujur kepada Moza.


"Harusnya kau selalu menjaga penampilanmu, untuk mulai sekarang ini. Kamu itu cantik, Luna. Tadi sewaktu Frans melihatmu di jalan terlihat kagum dan menatapmu terus." Moza pun akan setuju jika nantinya sahabatnya Frans bisa bersama dengan Luna, yang notabane adalah orang kepercayaannya.


"Emmh, apa nyonya mau mendukung Luna dengan dokter Frans? menurut nyonya, apa dokter Frans benar benar menyukai saya?" Luna bertanya tanya.


"Kita lihat nanti malam, Lun. Aku yakin nanti malam Frans pasti akan mengungkapkan perasaannya kepadamu." Moza sangat yakin, karena barusan dirinya membaca pesan dari Frans.


Isi pesan dari Frans kepada Moza.


Moza, nanti malam aku mau mengungkapkan tentang perasaanku kepada Luna. Do'akan aku, semoga Luna mau menerimaku sebagai calon suaminya.


.


.


.


.


Author menyapa


Hai, Hallo

__ADS_1


Setelah hiatus, buat menebus selama Chevia vakum. Chevia sengaja Crazy Up ya, di tunggu saja. Untuk hari ini Chevia Up sampe 3 bab.


Terimakasih buat para pembaca yang sudah Like, Coment, Vote dan kasih 5 Bintang di novel #CSPDS ini.


__ADS_2