
2 minggu kemudian setelah pertemuan antara Farid dan Biyan. Biyan melaksanakan pertunangan dengan Belvina. Acara pertunangan Biyan dan Belvina berjalan dengan lancar. Kedua orang tua mereka memang sudah saling mengenal dengan baik, mengingat mereka bekerja di bawah naungan FF Group.
Belvina sangat senang, akhirnya dirinya bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang yang mau menerima apa adanya tentang dirinya. Dan dirinya berjanji, bahwa cintanya hanya untuk Biyan seorang. Tapi dirinya masih khawatir tentang masa lalunya. Bagaimana nanti dengan para pria yang sudah pernah tidur bersama dirinya, ketakutannya sangat mengganggu fikirannya.
Sementara yang ada di dalam pikiran Biyan adalah tentang bagaimanapun nanti jika suatu saat ada pria yang mengungkit masa lalu Belvina pun, dirinya akan tetap menyayangi dan mencintai Belvina.
Di apartemen Biyan
"Kenapa kau melamun sayang?" suara Biyan yang mengejutkan lamunan Belvina. Biyan menghampiri Belvina yang sedang membersihkan makeup di depan meja rias.
"Sayang" ucap Belvina sambil menggenggam tangan Biyan. Kemudian Biyan memeluk Belvina dan menyandarkan kepalanya di bahu Belvina.
"Kau sedang memikirkan sesuatu yang buruk pasti" tebak Biyan yang ternyata benar adanya..
"Aku sedang khawatir, kalau setelah mereka semua tau tentang pertunangan kita... Apa mereka akan mengungkit masa lalu aku bersama mereka?" kata Belvina pelan.
"Menurutmu, apa aku akan goyah meninggalkanmu? kau tau sendiri bukan kalau kita sama sama nakal di masa lalu. Sekarang ini adalah masa di waktu ini, besok, dan yang akan datang yang harus kau pikirkan. Bukan malah mikirin masa lalu. Masa lalu kalau mau kau ceritakan sampai seribu kali pun ceritanya akan sama. Biarkah itu di jadikan pelajaran. Yang terpenting sekarang kau dan aku niat berubah, menjadii lebih baik daripada dulu." ucapan Biyan membuat Belvina terharu.
Belvina pun menggenggam tangan Biyan yang sedang memeluk dirinya. Hasrat Biyan pun bangkit, kemudian dirinya melepaskan pelukannya dan menghadap posisinya ke wajah Belvina. Biyan melum*t dengan lembut bibir Belvina. Belvina pun membalasnya dengan memainkan lidahnya di bibir Biyan. Kemudian Biyan menganggat tubuh Belvina dan membaringkannya di atas ranjang.
"Sayang, kau sudah menjadi candu untukku" biyan berkata lirih tepat di daun telinga Belvina.
Biyan adalah sosok pria romantis, jika berhubungan dengan Belvina dirinya selalu memuaskan Belvina terlebih dahulu. Setelah merasa Belvina puas, baru dirinya meminta haknya kepada Belvina. Dari situ pun Belvina merasakan kalau Biyan benar-benar bukan hanya ingin melepaskan hasrat bersamanya saja. Tapi karena Biyan juga memberikan rasa kasih sayang kepada dirinya dengan tulus.
Belvina selalu mengingat pertemuan pertama dengan Biyan, di saat dirinya baru lulus dari bangku SMA.
*Flash Back On*
Suara dentuman musik DJ di sabtu malam itu begitu kencang. Pengunjung di Bar terbesar di kota J sangat ramai, mengingat ada DJ ternama yang sedang mengalunkan alat DJ nya dengan lihai.
Di sudut kursi pojok terlihat sekelompok perempuan muda sedang asyik berjoged dan menenggak minuman di mejanya. Mereka terdiri dari 3 wanita cantik dan salah satu dari wanita itu bernama Belvina.
"Belvin, gue cabut dulu ya! gue mau asik-asik sama pacar gue dulu" ucap dari ke 2 orang wantia yang bersama Belvina. Kemudian mereka dan pasangan mereka pun pergi meninggalkan Belvina sendiri untuk bersenang senang bersama lelaki yang baru saja mereka berdua kenal di bar.
Belvina cuma menjawab dengan mengerakan tangan kirinya. Kemudian dirinya menenggak kembali minuman yang berada di hadapannya.
Setelah kepergian ke dua temannya, sosok laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Belvina pun menghampirinya.
"Hai, gue Biyan. Boleh gabung di sini?" tanya Biyan yang tanpa persetujuan Belvina langsung duduk di dekatnya.
"Belvina" jawab Belvina singkat dan lagi-lagi meraih gelasnya yang masih berisi minuman kemudian meminumnya sampai habis
"Apa kau bisa menemaniku untuk minum lagi?!" ucap Belvina sambil menatap wajah Biyan.
"Cantik" batin Biyan
"Tentu saja, gue bakalan mau nemenin lo minum sampe pagi juga boleh" jawab Biyan sambil tersenyum penuh arti.
Melihat minuman di meja mereka sudah habis, Biyan segera memesan minuman lagi.
Biyan menyodorkan gelas kepada Belvina sambil tersenyum penuh arti. Belvina pun langsung meminumnya langsung habis tanpa curiga dan malah meminta Biyan untuk menuangkan lagi ke dalam gelasnya.
"Apa kau pernah jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan?" tanya Belvina yang sudah mulai hilang kendali.
"Ya aku pernah, sampai di tinggal menikah. Kalah boleh tau berapa umurmu?" tanya Biyan. Biyan menebak mungkin Belvina baru berumur 20 tahunan.
"Aku baru saja lulus SMA" jawab Belvina dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Kenapa? kok sepertinya kamu ngga semangat gitu?" tanya Biyan kemudian menuangkan minuman lagi di gelas Belvina.
"Aku dari awal masuk SMA suka sama seseorang, berulang kali aku ngungkapin perasaanku padanya. Tapi dirinya selalu beralasan tidak mau pacaran. Dan ini yang terahir kalinya, kukira setelah kita lulus sekolah, dia mau menerimaku. Malah justru membuat aku malu." Belvina yang sudah mulai mabuk dan karena efek obat perangsang yang di berikan oleh Biyan mulai bicara jujur dan nafasnya terengah-engah.
"Kamu sudah mabuk, bagaimana kalau kita beristirahat?" tawar Biyan dengan tatapan tersirat sedang merencanakan sesuatu.
"Bawa aku untuk bersenang-senang bersamamu" oceh Belvina yang sudah mulai lepas kendali.
Kemudian Biyan memapah Belvina keluar dari bar, kemudian menuju mobilnya. Beberapa menit kemudian Biyan sudah membawa Belvina masuk ke mobilnya.
"Mau aku antar kemana?" tanya Biyan basa basi.
Belvina menarik kerah jas Biyan, dan kemudian menci*m Biyan dengan buas. Biyan yang sudah menginginkan sejak tadi sewaktu masih di Bar pun membalas ci*uman Belvina dengan rakus.
Tak sabar ingin mendapatkan lebih dari itu, Biyan pun dengan segera melajukan mobilnya menuju apartemennya. Belvina sudah seperti cacing kepanasan, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Nafasnya tak beraturan dan seluruh tubuhnya terasa panas. Biyan menambah kecepatan mobilnya.
Tak berlangsung lama dirinya sudah sampai, dan memapah Belvina menuju kamarnya. Dengan cepat dirinya membaringkan Belvina di ranjang empuknya.
Belvina pun menggeliat dan mendes*h ketika Biyan menempelkan bibirnya di daun telinga Belvina. Belvina menarik Biyan kemudian menci*m Biyan dengan penuh nafsu. Biyan tak menyangka kalau wanita yang baru di temuinya barusan adalah type wanita agresif.
Perlahan Biyan melepas pakain yang melekat di tubuh Belvina dengan penuh n*fsu. Sedangkan Belvina sangat menikmati di setiap sentuhan dari Biyan. Biyan saat ini menatap bukit kembar yang terlihat cukup besar, kenyal dan padat. Di remasnya perlahan, kemudian menghis*p put*ng kanan dan tangannyanya meremas payud*r* milik Belvina dengan lincah. Setelah bermain di gunung kembar,i dirinya kemudian menelusuri bukit kecil yang sudah basah karena permainannya. Perlahan membuka c*lana d*l*m yang dipakai oleh Belvina. Pemandangan bukit kecil yang indah dan terlihat terawat. Biyan berfikir kalau mungkin ini bukan yang pertama untuk Belvina, karena melihat gerakan Belvina yang begitu liar disaat Forplay. Bibir Biyan perlahan mencium dan memainkan lidahnya di area sensitive milik Belvina. Belvina semakin mendes*h merasakan kenikmatan yang belum pernah di rasakannya.
"Wah kamu keluar sayang" ucap Biyan kemudian menj*l*t cairan Belvina hingga bersih tak bersisa.
Biyan melepas celana yang dia pakainya dan untuk pertama kalinya Belvina melihat secara langsung kej*ntan*n pria langsung di hadapannya. Biyan meraih tangan Belvina tepat di alat vit*l nya. Belvina meremas pelan milik Biyan, kemudian memaju mundurkan dengan tangan kirinya. Biyan pun tanpa ragu menyodorkan miliknya ke bibir Belvina. Belvina yang pernah melihan di adegan film dewasa yang pernah di tontonnya pun mengerti apa yang di inginkan Biyan.
Belvina menghisap milik Biyan, memaju mundurkan dengan mul*tnya dengan cepat dan sesekali pelan menggigit ujung kepalanya. Biyan mendes*h merasakan kenikm*t*n dan akhirnya menyemburkan Lava Putih miliknya di dalam mulut Belvina.
Setelah itu Biyan kembali menci*um bib*r Belvina. Menelusuri leher jenjang dan memberikan kiss mark di lehen dan beberapa daerah lain di tubuh Belvina.
"Apa ini pertama buatmu atau..." pancing Biyan sambil menggesek-gesekan lagi miliknya.
"Ini pertama untukku jadi jangan terburu-buru" jawab Belvina yang sudah tak beraturan deruan nafasnya.
"Baiklah, tapi apa benar kau akan memberikannya dengan senang hati untukku?" tanya Biyan sabil menci*m bib*r Belvina. Kemudian Belvina mengangguk. Biyan pun tak segan lagi untuk memasukan miliknya Lebih dalam lagi.
"Akhhh" des*h Belvina pelan, tangannya sambil meremas seprei dengan kuat.
"Shit!! sempit sekali" seru Biyan, sambil berusaha mendorong lagi miliknya kedalam surga dunia milik Belvina. Dengan hentakan dan dorongan kuat akhirnya Biyan berhasil memasukan semua miliknya.
"Arrhghh sakit" pekik Belvina sambil meremas mencakar punggung Biyan dengan kedua tangannya. Biyan tidak menghiraukan jeritan Belvina, dirinya kemudian memaju mundurkan miliknya dengan pelan. Belvina yang awalnya merasa kesakitan, sekarang sudah mulai menikmati disetiap gerakan Biyan.
Mereka berdua melewati malam panjang dengan des*h*n dan deruan nafas dalam kenikm*t*n. Dan tidak cukup satu kali Biyan memakan Belvina malam ini. Mereka melakukan berulang karena efek dari obat perangsang dan obat kuat yang diminum oleh Belvina dan juga Biyan.
***
Pagi harinya Belvina merasa badannya seperti remuk semua. Dan Di daerah sensitivnya pun merasakan sakit dan perih. Saat kejadian semalam sebenarnya dirinya setengah sadar, tapi dirinya membayangkan melakukan semalam dengan Arzan.
Biyan yang menyadari kalau Belvina sudah bangun segera membelai rambut Belvina dan mengecup kening Belvina dengan Lembut.
"Kau sudah bangun rupannya" ucap Biyan dengan lembut.
Belvina tak menjawab sepatah katapun, terlihat bulir kristal bening menetes di matanya. Kemudian dengsn segera dirinya mengusap air matanya dengan cepat.
"Kau menangis? Apa kau menyesali tentang kejadian semalam?" tanya Biyan hati-hati.
"Tidak, aku tidak menangisi soal kejadian semalam. Aku hanya merasa bersalah kepada Arzan. Tapi aku merasa nyaman denganmu. Kamu begitu lembut dan juga romantis" ucap Belvina kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang milim Biyan.
__ADS_1
Biyan merasa lega, karena dia sempat khawatir kalau nanti Belvina sadar dirinya sempat berfikir akan mendapatkan makian dari Belvina. Mengingat Belvina masih Virgin. Tapi setelah mendapat jawaban dari Belvina dirinya merasa lega. Di dalam hati kecil Biyan berkata kalau dirinya ingin melanjutkan tahap hubungan dengan Belvina lebih dalam lagi, bukan ONS yang biasa dia lakukan dengan beberapa wanita yang dirinya jumpai di club atau di Bar.
"Belvin, izinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh lagi. Aku tau diantara kita baru saling mengenal dan sulit rasanya timbul perasaan suka dengan cepat. Tapi aku merasa bersalah karena aku sebelumnya tidak tau kalau kamu masih Virgin." ucap Biyan pelan.
"Aku rasa ini cuma sekedar O**ne Night Stand saja kan? Aku masih terlalu muda untuk berhubungan serius dengan seorang pria." jawab Belvina datar.
"Kita jalani dulu" sahut Biyan.
"Untuk tadi malam, kau berani bayar aku berapa?" tantang Belvina.
Kemudian Biyan menyerahkan Accses Card apartemennya. Dan menyodorkan sebuah kunci mobil kepada Belvina.
Belvina meraih kunci mobil yang di berikan oleh Biyan.
"Audi A6, aku tak butuh ini! karena aku sudah memiliki ini" seru Belvina sambil meraih tas kecilnya, dan menunjukan kuci mobilnya.
"BMW X6! sebenarnya kau siapa?" seru Biyan penasaran.
"Dan aku juga punya ini" Belvina menunjukan Acsses Card miliknya.
Dengan sekali lihat Biyan mengetahui kalau benda yang barusan di tunjukan oleh Belvina adalah Logo dari apartemen paling mewah di kota J ini.
"Kamu tidak perlu tau siapa aku, yang jelas apa yang aku miliki adalah milik kedua orang tuaku. Dan Orang tuaku bisa memfasilitasiku karena dedikasinya di perusahaan FF group." jawab Belvina datar.
Biyan terkejut saat mendengar nama FF Group. Karena dirinya juga merupakan bagian dari FF Group.
"Waah, perusahaan nomor 1 di negri ini rupanya." seru Biyan. Kemudian dirinya memeluk Belvina dari samping.
"Aku tidak meminta apa-apa darimu, hanya saja aku ingin tinggal di sini beberapa hari bersamamu.
Setelah kejadian itu Belvina tinggal selama satu Bulan di apartemen milik Biyan. Dari selama tiggal bersama Biyan, Belvina selalu melakukan itu bersama Biayan.
Walapun kedua orang tuanya mencari dan menanyakan dimana dirinya sekarang. Karena kedua orang tuanya ingin Belvina melanjutkan Kuliah. Di apartemen Biyan pun mereka selalu melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan cinta dan suka.
*Flash Back Off*
.
.
.
.
.
.
***Author Menyapa
Hai, Hallo 😊
Hari ini update panjang ya ceritanya. Sebenarnya mau Chevia bikin 2 BAB, tapi mending di jadiin 1 BAB saja.
Dan ini akhir cerita masa lalu Belvina. Dan sekarang pun Belvina hidup bahagia bersama Biyan. Tinggal menunggu tanggal pernikahan mereka berdua.
Jangan lupa Like dan Coment ya ☺️***
__ADS_1