Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
Bab 26


__ADS_3

Seminggu sudah Moza berada di kota M. Dirinya baru saja menerima telfon dari Farid, bahwa Arzan lusa akan berangkat ke Amerika. Arzan belum memberi kabar tentang keberangkatannya kepada Moza.


Moza merasa tidak nyaman tinggal di kota M, entah mungkin beda suasana atau karena bawaan hamil. Dirinya ingin berada di kamarnya di kota J. Sekitar jam 9 malam lebih ponselnya berbunyi ada chat masuk dari Arzan. Moza segera membalas chat dari Arzan



Setelah membalas chat dari Arzan, Moza tidak langsung tidur. Tiba-tiba saja dia merasa rindu dengan sosok almarhum suaminya.


"Mas Irsyad, bukannya aku mau menghianati cinta kita. Tapi karena aku sudah mulai menerima Arzan, laki-laki yang kamu pilih sebagai calon suamiku nanti." ucap Moza lirih sambil sambil mengusap bingkai foto kecil yang sengaja dia bawa dari kota J.


"Selamanya aku tidak akan pernah melupakanmu, walaupun nantinya aku sudah menikah dengan Arzan. Semoga setelah anak ini lahir, aku bisa dengan segera berterus terang tentang diriku yang sebenarnya dan juga anak-anak kita."


Moza memeluk foto suaminya, menangis sesenggukan hingga tertidur.


***


Siangnya di kampus Arzan berjalan hendak pulang menuju parkiran. Tiba-tiba dirinya di hadang oleh Belvina. Arzan cuek tidak mempedulikan Belvina.


Merasa kalau dirinya tidak di respon oleh Arzan, dengan cepat Belvina menarik lengan Arzan.


"Zan, ada yang mau gue omongin" ucap Belvina.


Arzan tetap mengacuhkan Belvina berjalan menuju motornya. Belvina kesal dengan sikap Arzan yang sama sekali tidak mau mempedulikan dirinya. Kemudian mendorong Arzan ke tembok, dirinya menghadap tepat di depan Arzan.


Dari kejauhan Akhsan melihat mereka berdua, kemudian dengan segera berlari menghampiri Arzan.


"Minggir" ucap Arzan sambil menepis tangan Belvina.


"Arzan! dari dulu aku suka sama kamu! kenapa kamu malah suka sama wanita murahan itu! yang asal usulnya ngga jelas!" seru Belvina sambil hendak meraih tangan Arzan kembali. Arzan hanya diam dan menepis kembali tangan Belvina.


"Jaga omonganmu!!! Moza adalah wanita baik-baik!! harusnya kau sadar diri sebelum menilai orang lain!" suara Akhsan memecahkan keheningan.


"Ciih!! lalu apa namanya kalau bukan wanita murahan? bukanya dia gampang sekali tidur dengan pira!" seru Belvina berdecih.


"Moza tidak seperti dirimu! apa kau punya bukti tentang dirinya? sementara aku, di sini ada beberapa foto dan video vulgarmu dengan beberapa pria di kampus sebelah" ucap Akhsan dengan nada penuh menghina mantan kekasihnya itu. Dirinya menunjukan beberapa foto yang sudah sempat dia cetak beberapa hari yang lalu. "Kau sering membuatku mabuk! berharap aku bisa tidur denganmu? sorry to say, aku pria baik-baik yang hanya akan memberikan malam pertamaku hanya dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku dengan tulus! dari awal aku tau siapa dirimu!" lagi dan lagi Akhsan menunjukan borok Belvina.

__ADS_1


"Sudahlah, Akh. Kita sebaiknya pergi dari sini" ucap Arzan sambil menepuk pundak Akhsan.


"Lo sebaiknya pulang aja bro! gue masih ada urusan sama dia" jawab Akhsan sambil menatap ke arah Belvina.


Arzan hanya mengangguk, kemudian berjala menuju motornya.


"Kemana aja! kenapa baru muncul sekarang? apa lo takut karena rencana lo yang udah gagal waktu itu?!" seru Akhsan sambil memegang erat pundak Belvin.


"Maksudmu apa? rencana apa?" tanya Belvin dengan ekspresi gugup.


"Gausah berlagak bodoh! gue udah dapat rekaman CCTV waktu lo kasih sesuatu di minuman yang niatnya buat ngejebak gue sama Moza bukan! tapi malah akhirnya mereka berdua pasangan saling menyukai yang akhirnya bersatu karena jebakanmu itu! mereka berdua sama-sama baru pertama kali, tidak seperti dirimu yang sudah berkali-kali entah dengan Biyan, Edgar, Felix, Imanuel, Randit dan entah masih banyak lagi" ucap Akhsan dengan nada penuh menghina Belvina.


Belvina mengepalkan kedua tangannya, dirinya merasa heran. Karena darimana Akhsan bisa mengetahui semua pria yang pernah tidur bersama dirinya. Dirinya merasa sangat terhina sekali dengan ucapan Akhsan.


"Aku tidak akan mengucapkan kata barusan, kalau seandainya tadi kau tidak menghina Moza yang merupakan wanita baik-baik." Kemudian Akhsan berlalu pergi meninggalkan Belvina.


Belvina diam mematung sambil mengepalkan kedua tangannya. Dirinya membatin bersumpah akan membalas penghinaan yang Aksan ucapkan barusan.


Kemudian dirinya meraih telfon dan menghubungi seseorang.


"Kita harus ketemu! ada yang mau aku omongin! Di Hotel JM."


***


Pria yang di telfon Belvina sudah sampai di Hotel MJ dan sudah memesan kamar dan menunggu kedatangan Belvina. Pria itu mengirim sebuah pesan memberi tau kalau dirinya di kamar nomor 208.


Belvina sudah sampai di depan pintu kamar 208, kemudian langsung membuka pintu dan berjalan merebahkan dirinya di ranjang.


Pria yang sedang duduk belum lama menunggu dirinya segera menghampirinya dan membelai rambut Belvina dengan lembut.


"Baby, are you okay?" ucap pria bernama Edgar sambil memajukan wajahnya dan menci*m bibir Belvina.


Kemudian Belvina membalas ciuman Edgar dengan begitu buasnya.


"Aku semakin suka kalau kamu sedang marah begini sayang, semakin buas seperti singa betina yang sedang lapar!" seru Edgar sambil membuka pakaian yang Belvina pakai. Belvina pun dengan cepat melucuti pakaian yang dikenakan Edgar. Dengan ganasnya melum*at kembali bibir Edgar. Belvina melempar tubuh Edgar ke ranjang, kemudian melepas sabuk dan celana yang di pakai Edgar.

__ADS_1


"Aaw! I like you baby!" seru Edgar sambil meremas rambut Belvina. Sementara Belvina sedang asyik mengecup, menghisap dan menj*l*t jamur enoki milik Edgar. Beberapa menit kemudian Edgar mengerang dan mengeluarkan Lava putih miliknya di dalam mulut Belvina dan di telan tak bersisa oleh Belvina. Kemudian Belvina duduk di atas perut Edgar. Menuntun Jamur Enoki milik Edgar kedalam Hutan Belantara miliknya. Edgar hanya pasrah, kali ini dirinya merasa heran dengan sikap Belvina yang merupakan partner free s*xnya yang sudah satu tahun berjalan baru kali ini melihat keganasan Belvina.


Setelah puas bermain bersama Edgar, Belvina merebahkan dirinya sambil bersandar di dada bidang milik Edgar.


"Baby, hari ini sungguh sangat amazing! sampai aku K.O telak" ucap Edgar sambil mengecup kening Belvina.


"Dan kamu harus membayarnya dengan mahal sayang!" seru Belvina sambil memainkan put*ng Edgar.


"Hahaha, katakan kamu mau apa!" jawab Edgar dengan antusias.


"Aku ingin kamu perintahkan anak buahmu untuk memberikan pelajaran kepada seseorang yang sudah berani-beraninya menghinaku!" ucap Belvina sambil memicingkan bibirnya.


"Wah.. apa dia seorang pria? atau seorang wanita?"


"Namanya Akhsan!"


"Apa dia juga salah satu partner kamu, Baby? hahaha" ucap Edgar sambil tertawa lepas.


"Dia mantan pacarku di kampus, aku belum pernah tidur dengannya. Tapi dia sudah mengetahui tentang aku sampai jauh! dan dia juga tau kalau aku berhubungan denganmu, bahkan dia tau semuanya!"


"Kirim fotonya, nanti biarkan anak buahku bermain-main dengan dia!" ucap Edgar. Kemudian Edgar segera menelfon anak buahnya. Setelah itu Giliran Edgar yang seperti singa jantan kelaparan. Melahap umpan di hadapannya dengan rakus.


.


.


.


Author menyapa


Buat pembaca, Chevia mau tanya nih...


Mending sehari up 1x atau 2hari sekali up 3x?


Alur ceritanya memang sudah Chevia buat seperti ini ya, di episode ini dan seterusnya sampai beberapa episode akan ada konflik.

__ADS_1


Jangan lupa like dan koment ya 😊


Terimakasih sudah mau membaca novel pertama Chevia.


__ADS_2