Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
BAB 42


__ADS_3

Perusahaan FF Group adalah perusahaan terbesar yang sudah banyak mendirikan cabang, baik di luar kota maupun di Luar Negri. Dan di setiap kantor mempunyai fasilitas kantin kantor yang bisa menampung seluruh karyawan FF Group.


Usai melaksanakan sholat Dzuhur Arzan sengaja berjalan ke kantin bersama bu Puspa. Di jalan kantin dirinya menabrak salah seorang wanita.


"Kamu ngga papa?" Tanya Arzan sambil memperhatikan wanita tersebut.


"Nggak, aku ngga papa kok" jawab wanita yang itu.


"Owh ya sudah, sekali lagi aku minta maaf ya." ucap Arzan kemudian dirinya berjalan menghampiri dimana bu Puspa sedang duduk.


Balik lagi ke perempuan tadi.


"Wah, Cakep juga tuh cowok!" ucap wanita tadi yang bernama Nuri.


"Kenapa tadi ngga kenalan sekalian?" sahut Risma.


"Yah gue lupa, Ris. Tapi dari penampilannya pasti dia dari divisi atas. Bukan anak magang seperti kita ini" keluh Nuri sambil memanyunkan bibirnya.


"Makanya lo kudu gercep cari info tentang dia." jawab Risma kemudian dirinya menyeret tangan Nuri untuk lekas duduk tak jauh dari meja dimana Arzan duduk.


"Bu Puspa, saya sangat beruntung bisa bekerja di sini. Apa lagi saya langsung mendapatkan fasilitas dari kantor."


"Itu karena kamu pantas menerimanya Arzan. Dan saya pribadi juga yakin kalau nyonya Irsyad memang sudah mengetahui semua tentang dirimu." kata bu Puspa.


"Saya belum pernah bertemu dengan Nyonya Irsyad, tapi jujur saya merasa keberuntungan yang saya dapat bukan karena keberuntungan biasa. Saya yakin ini ada campur tangan dari nyonya Irsyad. Bu Puspa, apa anda sudah mengenal Nyonya Irsyad dengan baik? mengingat anda sudah bekerja lama di sini." ucap Arzan.


"Nyonya Irsyad itu wanita baik, anggun dan juga lembut. Beliau masih sangat muda, cantik dan juga menawan. Boleh di bilang beliau sangat sempurna, tidak akan ada pria yang mau menolak untuk menjadi pendampingnya." jawab bu Puspa jujur.


Arzan melihat kejujuran dari sorot mata bu Puspa. Dirinya semakin penasaran dengan sosok nyonya Irsyad. Menurutnya apa yang di bilang oleh bu Puspa mirip dengan ciri-ciri Moza. Perbedaannya hanyalah satu. Moza adalah wanita sederhana, sedangkan nyonya Irsyad adalah wanita yang mempunyai segalanya.


"Kenapa hari ini saya tidak melihat nyonya Irsyad?" tanya Arzan lagi.


"Nyonya Irsyad sudah mempercayakan semuanya kepada tuan Farid. Segala urusan semua di tangani oleh tuan Farid." jawab bu Puspa.


Ponsel Arzan berdering.


"Hallo, Arzan" sapa Moza.


"Ya, Moza. Ada apa?" tanya Arzan.


"Aku hanya sekedar ingin tau, bagaimana hari pertama kamu kerja di FF Group? apakah menyenangkan? atau menyusahkan?"


"Semua lancar saja, pak Agung yang menjadi kepala bagian pun sangat ramah. Semua yang bekerja di sini sangat ramah. Sekarang aku sedang bersama bu Puspa, di kantin habis makan siang."

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah kalau hari pertama kamu bekerja berjalan dengan baik. Ya sudah titip salam buat bu Puspa ya"


Moza mengakhiri pembicaraannya di telfon.


"Baiklah, I Love You." Arzan pun mengakhiri telfon sambil tersenyum.


"Waaah nampaknya ada yang berbunga-bunga nih abis di telfon sama pacarnya" ledek bu Puspa.


"Bu Puspa tau aja nih, oya bu Puspa nanti sepulang kerja naik apa bu?" tanya Arzan.


"Naik ojol, kalo hujan baru naik taksol." jawab bu Puspa.


"Nanti saya antar bu Puspa aja ya, kita kan satu arah. Nanti juga saya ada hal penting yang ingin saya bicarakan." ucap Arzan.


Kemudian Arzan beranjak pergi bersama bu Puspa.


Kedua perempuan yang duduk di sebelah meja Arzan dan bu Puspa pun membuka suara, usai kepergian mereka.


"Lu denger kan barusan, tuh cowok namanya Arzan, sayang dia dah punya pacar. Gue ngelirik dia pas di telfon pacarnya keliatan bahagia banget. Trus di tambah tadi kenapa tuh dia ngomongin tentang nyonya Irsyad yang tak lain adalah CEO FF Group" jurus kompor Risma mulai beraksi.


"Baru pacar, belum hak milik sepenuhnya. Istilah jadulnya selama janur kuning belum melengkung ga salah kok kalau mau nikung" Ucap Nuri dengan pedenya sambil mengibaskan rambutnya.


"Gue setuju sama lo, gue dukung lo buat ngedapetin Arzan." ucap Risma sambil tersenyum penuh arti.


"Yuk cabut, udah kenyang gue" seru Nuri kemudian melangkah pergi bersama Risma.


"Ini bakalan lebih menarik, Nyonya sepertinya anda harus merubah semua rencana anda." kemudian lelaki itu pun melangkah pergi menuju ruang kerjanya.


***


"Vicka, segera bawakan profile ke 20 peserta magang tadi pagi ke meja saya" ucap Farid melalui sambungan interkom.


5 menit kemudian Vicka datang membawa map merah. Farid pun segera menerima dan membukanya mencari foto kedua perempuan yang tadi di kantin membicarakan Arzan.


Kemudian Farid meraih ponselnya, menghubungi Moza.


"Ada apa, Farid?" jawab Moza singkat.


"Nyonya, sepertinya anda harus merubah rencana anda. Karena ada hal yang tak terduga di luar rencana anda."


"Memangnya ada apa, Farid? lekas bicaralah jangan membuatku penasaran." ketus Moza.


Kemudian Farid dengan detail menceritakam semuanya, terutama tentang perempuan bernama Nuri yang menurut Farid sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Baiklah Farid, satu jam lagi saya akan menelfonmu kembali." Ucap Moza kemudian mengakiri pembicaraannya dengan Farid.


"Nyonya, saya harap anda tidak menyusun rencana aneh yang nantinya akan merepotkan bagi saya." Farid menghelai nafas panjang.


Sementara di kediaman Moza.


"Luna, barusan Farid telfom saya. Nuri wardhanti temanmu yang sangat ingin bertemu denganku, sekarang dia bekerja sebagai karyawan magang. Tadi pagi dia baru saja mulai bekerja, dan tadi sewaktu jam makan siang dia bertemu dengan Arzan. Dan satu hal yang perlu kamu tau ini sangat penting." ucap Moza dengan ekspresi wajah tidak senang.


"Wah, Nuri sudah mulai bekerja nyonya." seru Luna terlihat senang.


"Tapi dia berencana mau merebut Arzan dari Moza dari Nyonya Irsyad." ucap Moza sambil tersenyum sinis.


"Maksud nyonya?" tanya Luna heran.


"Kita lihat besok Luna, sekarang kita OTW ke rumah lama. Nampaknya kita harus tinggal di sana lagi untuk sebuah rencana." ucap Moza sambil bersiap untuk pergi.


"Ba..baik, nyonya. Pasti nyonya sudah mempunyai rencana lain?" tanya Luna lagi.


"Tentu, rencana saya ubah 180°" Moza tersenyum ke arah Luna.


"Semoga, Nyonya ngga mikirin rencana yang aneh-aneh. Cinta boleh bucin jangan, Nyonya." ucap Luna dalam hati. Kemudian Luna segera bergegas menyiapkan mobil.


"Bi Atik, bibi ikut kita ke rumah lama ya. Nanti bantuin kita beres-beres." ucap Moza.


"Loh memang kenapa, Nyonya? apa nyonya mau tinggal di sana lagi?" bi Atik kepo.


"Saya dan Luna akan tinggal di sana tapi tidak full di rumah sana. Hanya untuk singgah setiap hari. Bawa beberapa camilan, sayuran dan bahan lauk, Bi" jawab Moza sambil berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan pintu rumahnya.


.


.


.


Author menyapa


Hai, Hallo 😊


Hari ini Up 1 Bab ya. Up selanjutnya bakalan bikin kalian para pembaca greget deh pokoknya 😌


Please jangan jadi silent rider.


Terimakasih buat pembaca yang sudah like, coment dan vote di cerita novel ini.

__ADS_1


Salam


Chevia, othor kaku dah mirip kanebo kering pokoknya 😁


__ADS_2