
Pukul 6:30 dokter Frans sudah tiba di kediaman Moza. Luna pun sudah bersiap untuk segera berangkat.
"Waaah, kalian nampak serasi banget! bi Atik, mereka pasangan serasi kan ya?!" ucap Moza sambil menatap ke arah bi Atik yang sedang berjalan menuju arah dapur.
"Benar, Nyonya. Non Luna sangat serasi sama den Frans." ucap bi Atik sambil mengangguk.
Luna hanya diam tersipu malu, malam ini Luna begitu cantik. Karena Moza membantunya untuk make up wajahnya. Di tambah dengan dress putih, Luna begitu terlihat elegan. Frans pun begitu tampan dengan setelan jasnya.
"Kalau begitu, aku dan Luna ijin pamit ya." ucap Frans yang terlihat senang.
"Jangan terlalu larut malam ya, Frans." ucap Moza sambik mengangguk.
"Siap" ucap Frans mantap.
"Saya izin pamit, Nyonya." kata Luna kemudian tersenyum ke arah Frans.
Mereka berdua pun menuju mobil Frans. Sesampainya di mobil, Frans membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Luna untuk duduk. Setelah itu dirinya bergegas menuju stir mobilnya.
Di dalam perjalanan menuju restoran, mereka hanya terdiam. Terlihat kikuk dan kaku. Hingga mereka sampai di restoran.
Frans membukakan kembali pintu mobil dan mempersilahkan Luna untuk turun.
Luna merasa sangat special bak Putri Raja malam ini.
Frans memilih restoran Bintang Lima tepat berada di atas Lantai 21. Salah satu Restoran dengan Hotel mewah di tengah kota J. Luna merasa bahagia, karena Frans sudah menyiapkan jamuan makan malam yang sangat special untuk dirinya.
Frans menggeser kursi untuk Luna. Dengan pelan dirinya membimbing Luna untuk duduk di kursi itu. Luna pun sangat kagum dengan pemilihan tempat yang di pilih oleh Frans.
"Begitu romantis." batin Luna.
Kemudian 3 orang pelayan datang menyambut mereka berdua.
Satu pelayan memberi penghormatan, sedangkan kedua pelayan yang lain menyuguhkan Appetizer dan juga Main Course.
Mereka berdua sangat menikmati hidangan makan malam pertama mereka.
***
Selesai makan malam, Frans pun memberi kode kepada salah satu pelayan. Pelayan itu pun mengangguk. Selang beberapa menit pelayan tersebut datang membawa buket bunga yang cukup besar. Kemudian Farid mengambil buket bunga itu dan berjalan ke arah Luna.
"Just for you" ucap Frans sambil menyerahkan buket bunga kepada Luna.
Malam ini Luna benar-benar merasa bahagia, ternyata dokter Frans yang dia kagumi mempunyai perasaan yang sama kepada dirinya. Tidak sampai di situ, Frans lagi lagi memberikan Surprise kepada Luna. Dirinya menggambil kotak kecil yang berada di saku jasnya.
Frans berjongkok ke arah Luna, dan membuka kotak kecil yang tadi diambil di saku jasnya.
__ADS_1
"Will you marry me? Luna Kinandita..."
Sontak Luna terkejut dan mengatupkan bibirnya dengan kedua tangannya.
"Yes I will."
Luna menjawab dengan mantap. Kemudian Frans memasangkan cincin di jari manis Luna.
Malam ini adalah momentum bahagia antara Frans dan Luna. Luna merasa bahagia, karena cintanya terbalas dan tidak bertepuk sebelah tangan. Begitu juga dengan Frans, dari awal pertemuannya dengan Luna dirinya merasa ada getaran yang entah sulit untuk di artikan ketika pertama kali bertemu dengan Luna.
Frans beranjak dari tempat duduknya
"Secepatnya aku harus bertemu dengan kedua orang tuamu, dan besok aku harap kamu bersedia untuk bertemu dengan kedua orang tuaku." ucap Frans sambil menyandarkan dagunya di atas pundak Luna.
***
Tepat pukul jam 10 malam Frans sudah sampai mengantarkan Luna pulang. Frans mengantarkan Luna sampai depan pintu.
"Aku langsung pulang ya." ucap Frans sambil mengelus rambut Luna. "Titip salam aja buat Moza dan 2 keponakanku." kemudian Frans berpamitan pulang.
***
Di ruang keluarga...
Moza sedang berkutat dengan laptopnya.
"Nyonya, anda belum tidur?" tanya Luna kemudian duduk di hadapan Moza.
"Belum, sedikit lagi selesai. Aku bosan di ruang kerja terus, makanya aku pindah ke sini." ucap Moza kemudian segera fokus lagi menghadap laptopnya.
Luna pun mengusap cincin yang tadi di pasangkan di jari manisnya oleh dokter Frans.
Beberapa menit kemudian...
"Fuiiih, akhirnya selesai juga." Moza pun menutup laptopnya. Moza memperhatikan Luna yang sedang senyum senyum sendiri.
"Kau kenapa, Luna? kelihatan bahagia banget. Apa Frans mengungkapkan perasaanya kepadamu?" tanya Moza penasaran.
"Lebih dari sekedar ungkapan cinta, Nyonya." jawab Luna sambil tersenyum.
__ADS_1
"Lantas apa yang membuatmu amat senang?" Moza semakin penasaran.
"Dokter Frans melamarku, Nyonya. Ini nyonya, dokter Frans melamarku tadi." Luna memperlihatkan cincin pemberian dari Frans.
Antara terkejut dan terharu Moza melihat cincin yang melingkar di jari manis Luna.
"Wah, selamat ya Luna. Aku ngga nyangka ternyata Frans akan bertindak secepat ini. Aku bersyukur Frans dan juga kamu sama sama saling mencintai. Karena selama ini aku bingung ingin menjodohkan dirimu antara dengan Faried, Akhsan atau Frans. Ternyata kalian sama-sama saling menyukai" ucap Moza sambil memeluk Luna.
Luna melepas pelukannya.
"Tuan Faried si es balok itu lebih pantas menjadi abang Luna, Nyonya. Sedangkan Akhsan, dia nantinya akan menjadi partner Luna di kantor FF Group. Saya sadar kalau di awal pertemuan dengan dokter Frans begitu terkesima dan dari awal dokter frans itu tipe Luna banget pokoknya." ucap Luna mantap.
"Iya iya, saya juga akan mendukungmu Luna. Frans itu pria yang baik, karena kita berteman sejak kecil. Cuma semenjak SMA aku jarang lagi bermain bersama dia.
"Terimakasih, Nyonya. Maaf kalau Luba menganggap nyonya sudah seperti kakak kandung Luna sendiri." ucap Luna sambil menundukan kepalanya.
"Aku pun sudah menganggap kamu sebagai adikku sendiri. Ya sudah kalau begitu lekas ganti baju, bersihkan makeup dan lekas tidur." ucap Moza sambil mengambil laptopnya yang berada di atas meja. Kemudian dirinya beranjak menuju kamarnya.
Luna pun menuju kamarnya segera berganti pakaian dan membersihkan make-upnya.
"Piip..." suara ponsel Luna berbunyi. Luna pun segera meraih ponselnya. Satu pesan chat masuk dari Frans.
"Malam ini aku sangat bahagia, terimakasih Luna. Terimakasih karena pada nantinya kau akan menjadi teman hidupku, jadi istriku dan jadi calon ibu dari anak-anakku nanti. Aku bukan pria romantis yang bisa merangkai kata-kata indah penuh cinta, yang jelas setelah kita menikah nanti aku berjanji akan membahagiakanmu selalu."
Luna merasa terharu membaca isi pesan chat dari Frans. Kemudian dirinya membalas pesan dari Frans.
"Terimakasih dokter Frans, saya pun merasa demikian sangat bahagia. Karena rasa kagum dan rasa aneh ini ternyata di sambut dan di balas dengan hangat oleh anda. Saya memang monoton, terimakasih karena anda sudah mau memilih saya sebagai pasangan anda. Dan semoga kelak saya bisa menjadi Istri yang baik dan juga ibu yang bijak."
Luna pun kemudian merebahkan tubuhnya ke kasur. Dirinya menatap langit langit kamarnya sambil tersenyum bahagia. Kemudian dirinya menatap layar ponselnya dan tersenyum kembali.
.
.
.
.
Author Menyapa
Hai, Hallo
Buat pembaca yang penasaran Luna berpasangan dengan siapa, udah ngga penasaran lagi kan 😊 Luna berpasangan dengan dokter Frans. Chevia baca di koment pembaca pun banyak yang kasih saran agar Luna berpasangan dengan dokter frans.
__ADS_1
Terimakasih buat para pembaca yang sudah mau mampir membaca novel Chevia ini, terimakasih buat like, komen dan juga Votenya.
Salam Chevia