Calon Suami Pilihan Dari Suamiku

Calon Suami Pilihan Dari Suamiku
BAB 34


__ADS_3

"Jadi semua bukti sudah tersusun rapi?" ucap Fiqih sambil melihat berkas yang di berikan anak buah dari Edgar yang kini sudah berada di pihaknya.


"Sudah Pak Fiqih, dan setelah ini mungkin saya kembali ke kampung halaman memulai usaha kecil-kecilan." jawab pira yang bernama Agung.


"Dan kamu?" tanya Fiqih kepada pria yang berada si sebelah Agung.


"Saya akan membuka usaha bersama Agung" jawab pria bernama Toro.


"Tidak, kalian akan terus bekerja besamaku" terdengar suara berat Farid di balik pintu.


"Kak Farid" seru Fiqih sambil berjabat tangan dengan Farid.


"Saya menawarkan pekerjaan kepada kalian, untuk menjadi penjaga gudang di kantor cabang, tentunya dengan gaji yang sama, bahkan ketika tenaga kalian di butuhkan mendesak, saya akan memberikan bonus lebih untuk kalian. Bagaimana? apa kalian berminat bekerja dan bergabung di perusahaan FF Group?" Farid menatap keduanya sambil menyandarkan dagunya di kedua tanggannya yang menyilang.


"Saya bersedia, Tuan Farid." jawab Agung dan Toro serempak.


"Baiklah, kalau begitu mulai besok kalian datang ke alamat ini" Farid menyodorkan sebuah kertas berisi salah satu alamat kantor cabang FF Group.


"Terimakasih, Tuan Farid. Berkat anda saya dan rekan saya bisa bekerja di jalan yang benar" ucap Agung sambil sedikit membungkukan badannya di ikuti dengan Toro. Kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan.


"Ka Farid serius mengajak mereka bekerja di perusahaan?" tanya Fiqih penasaran.


"Feeling ku tidak pernah meleset, Fiqih. Aku yakin mereka berdua memang sudah benar-benar mengubah nasib mereka untuk menjadi orang yang benar. Bukankah kita harus mendukung orang yang ingin berubah menjadi lebih baik?" ucap Farid datar..


Ponsel Farid berdering, kemudian dirinya segera mengangkatnya.


"Farid, jam berapa nanti saya harus ke kantor?" ucap Moza to the poin.


"Setelah ini saya akan menjemput anda, Nyonya." jawab Farid singkat.


Moza pun menutup telfonnya, sedangkan Farid berpamitan kepada Fiqih untuk menjemput Moza.


***


Dirumah Moza


"Lun, aku sebenarnya sudah capek mengurusi urusan kantor. Dengan petutku yang sudah semakin membesar, nampaknya si kembar tumbuh dengan sehat. Sehingga di usia kehamilanku yang sekarang seperti seorang ibu yang sudah tinggal menunggu kelahiran buah hatinya saja" ucap Moza sambil merapikan rambutnya.


"Ka Moza harus sabar, masih ada waktu 3 bulan lagi untuk menunggu kelahiran si kembar" jawab Luna sambil meletakan gelas berisi susu kepada Moza.


"Bukan itu maksudku, Luna. Aku sudah malas untuk pergi ke kantor dengan keadaan perutku ini yang semakin membuncit" terang Moza sambil mengusap perutnya.


Luna pun memahami, dan membayangkan pasti sangat repot sekali bekerja dalam keadaan hamil besar.


20 menit kemudian Farid sampai dan segera menemui Moza. Farid duduk berhadapan dengan Moza, dari raut wajahnya terlihat jelas kalau dirinya ingin menyampaikan sesuatu kepada Moza.


"Ada apa, Farid? kenapa raut wajahmu yang biasanya selalu datar telihat tegang?" tanya Moza penasaran.


"Begini Nyonya, semua bukti tentang perusahaan gelap yang di kelola Edgar dan juga bisnis prostitusi yang di kelola oleh Edgar kita sudah mempunyai cukup bukti. Dan bukti Edgar yang ingin menjatuhkan perusahaan milik anda juga sudah saya dapatkan." kata Farid dengan ekspresi serius.


"Kalau memang semua bukti sudah kuat untuk menyudutkan dan menghukum Edgar, laksanakan segera." jawab Moza, kemudian dirinya menuju kamar untuk mengambil blazer.


Luna dari tadi asyik memainkan ponselnya, tidak mempedulikan kedatangan Farid. Farid sempat melirik Luna yang terlihat fokus bermain game di ponselnnya.


Mereka saling bertemu pandang, Luna pun segera mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Dasar manusia es balok! Kalau selalu datar begitu mana ada cewek yang mau bersamanya." gumam Luna dalam hati.


Farid melirik Luna kembali "Baru kali ini saya melihat seorang wanita tanpa daya tarik sama sekali" batin Farid.


"Ayo, Farid. Kita segera berangkat" ucap Moza yang menyadarkan lamunan Luna dan juga Farid.


Sesampainya di kantor, rapat akan dimulai 10 menit lagi. Moza pun duduk di kursi, menjadi pemimpin rapat. Kali ini Belvina, Biyan dan Akhsan hadir mengikuti rapat. Mereka terkejut dengan penampilan Moza yang terlihat berbeda dari biasanya yang mereka lihat sebelumnya.



Moza menatap Belvina dengan tatapan tajam, sementara Belvina terlihat menundukan pandangannya.


"Baiklah, apa kita bisa segera mulai rapat hari ini?" tanya Moza. Setelah itu Moza membahas tentang perubahan strategi baru yang sudah 2 minggu ini dirinya rencanakan.


Moza sangat profesional sekali menjelaskan tentang strategi baru yang sangat di yakini dirinya akan mendapat persetujuan dari semua pihak.


Untuk Akhsan sekarang menjadi manager di anak cabang FF Group. Sedangkan Belvina menjadi sekertaris Biyan yang dari awal sudah menjadi direktur di anak cabang FF group di kota B.


Belvina diam-diam sangat mengagumi sosok Moza, dirinya tidak menyangka kalau orang yang sempat dirinya hina dan di benci adalah pemilik perusahaan FF Group.


2 jam kemudian rapat pun usai, Moza segera bergegas untuk pergi dari ruangan rapat.


"Farid, saya akan segera pulang. Luna sudah menunggu di ruang kerja saya." kata Moza tanpa memperdulikan Belvina yang sebenranya ingin menyapa dirinya.


Ketika hendak ingin menyapa berbasa basi dengan Moza, Biyan memberi isyarat agar dirinya mengurungkan niatnya.


Moza berjalan menuju ruang kerjanya tanpa melirik Belvina sedikitpun. Usai kepergian Moza, Belvina pun bertanya kepada Biyan.


"Kenapa kamu melarangku untuk menyapa CEO Moza?" tanya Belvina dengan raut kekecewaan.


"Waktunya belum sempat sayang, percayalah nanti aku akan mengatur waktu untuk pertemuan kalian berdua." jawab Biyan memastikan kekasihnya itu.


Setelah sampai di rumah, Moza segera mengganti pakaian kemudian mengirim pesan chat kepada Arzan


_____Chat On_____


*Moza*


Selamat malam, mimpi yang indah 😊


2menit Arzan langung membalas


*Arzan*


Aku baru saja selesai, bagaimana ceritamu tentang hari ini?


*Moza*


Hari ini sungguh melelahkan πŸ˜‘


Beberapa hari ini otakku berfikir 5x lipat dari biasanya


*Arzan*


Memang ada apa? kamu baik baik aja kan?

__ADS_1


"Duuh kenapa bisa keceplosan gini si! kan ga mungkin aku jawab beberapa hari kemaren sedang sibuk mikirin perusahaan!" ucap Moza sambil mengacak rambutnya.


*Moza *


Beberapa hari ini, aku 5x merindukanmu dari yang biasanya πŸ˜”.


*Arzan*


Aku setiap bertambah waktu selalu merindukanmu


Ingin segera aku menghalalkanmu πŸ€—


*Moza*


Aku tunggu sampai tiba saatnya kita bersama di hadapan pak penghulu ☺️


*Arzan*


Insha Allah


Aku sayang kamu Moza 😘


*Moza*


Udah malam, jangan begadang 😏 sana tidur


*Arzan*


Baiklah πŸ˜” Aku pamit istirahan ya


Bye 😘


*Moza*


Bye 😚


_____Chat Off_____


Wajah moza memerah membaca chat dari Arzan. Kemudian dirinya merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.


"Arzan... maafkan aku yang belum siap untuk jujur kepadamu. Semoga setelah kamu mengetahui tentang kebohongan ini, mau memaafkan aku dan juga menerimaku dengan tulus." kemudian Moza memejamkan matanya, tak berapa lama dirinya pun terlelap.


.


.


.


.


Author Menyapa


Hai, Hallo


Sebelumnya Chevia minta maaf karena masih sibuk di dunia nyata. Dan menyempatkan curi-curi menulis di setiap ada waktu. Buat pembaca, bukannya Cevia lambat dalam Up cerita, tapi karena memang Chevia sedang sibuk, setidaknya dalam seminggu masih bisa Up walaupun cuma 3-4 episode.

__ADS_1


Nanti alur ceritanya mau author percepat, di episode 37 nanti Moza melahirkan anak kembarnya.


Terimakasih sudah mau membaca karyaku ini, termakasih sudah mau like dan coment di karyaku ini.


__ADS_2