
Pukul 5 sore Biyan sedang sibuk dengan ponselnya. Biyan sebelumnya telah memesan baju di butik ternama di kota J dan tinggal menunggu pesanannya di antar ke apartemen. Sementara Belvina menuju kamar mandi. Beberapa menit kemudian pesanan Biyan datang, karena lokasi butik itu tak jauh dari apartemennya.
"Hadiah kecil untuk Belvina" ucapnya pelan, dan meletakan paper bag di atas tempat tidur.
Selesai mandi Belvina mendapati ada sebuah paperbag dan melangkah mendekati Biyan
"Sayang ini bukannya dari butik itu ya" tanya Belvina sambil duduk di samping Biyan.
"Kejutan kecil untukmu" Bian mengecup kening Belvina. "Pakailah, aku tak ingin kamu terlihat biasa saja ketika bertemu tuan Farid dan Akhsan. Karena mulai sekarang kamu adalah wanitaku, calon istriku"
Belvina terharu atas hadiah kecil yang di berikan oleh Biyan. Dan memeluknya dengan erat.
"Terimakasih, Biyan. Aku benar-benar bahagia bersama kamu."
Kemudian Belvina segera memakai gaun yang dibelikan oleh Biyan. Belvina yang sudah siap masih menghadapkan dirinya ke cermin. Biyan yang baru selesai memakai jas pun kagum melihat kecantikan Belvina. Dirinya menghampiri Belvina.
Visual Biyan dan Belvina
"Lihatlah, kamu begitu cantik dan sekarang kau miliku selamanya." ucap Biyan sambil mengusap pipi Belvina dengan lembut.
"Aku janji sayang, mulai hari ini aku adalah milikmu seutuhnya." jawab Belvina sambil tersenyum ke depan cermin. Biyan pun mencium kening Belvina.
Mereka pun segera bersiap menuju restoran bintang 5 di pusat tengah kota J.
***
Farid dan Akhsan sudah tiba terlebih dahulu selang 5 menit Biyan dan Belvina sampai. Farid sengaja memesan Private Room. Sebenarnya restoran yang mereka pilih adalah restoran milik dari Almarhum Papa Moza.
"Maaf, apa tuan Farid sudah lama menunggu?" tanya Biyan sambil menggeser kursi mempersilahkan Belvina duduk, setelah itu dirinya duduk di sebelah Belvina.
"Tidak, saya juga baru sampai." jawab Farid singkat.
__ADS_1
Belvina melirik ke arah Akhsan, dirinya terlihat gugup dan salah tingkah. Biyan menyadari kalau kekasihnya pasti sedang merasa gugup.
"Tuan Farid, Akhsan" ucap Belvina pelan dan kemudian menghembuskan nafasnya pelan.
"Saya ada beberapa bukti rekaman dan juga video tentang percakapan Edgar dengan anak buahnya juga penyusup di kantor FF group." ucap Belvina pelan. Kemudian dirinya mengirim rekaman beserta video yang dia miliki kepada nomor Akhsan.
Farid hanya terdiam, sedangkan Akhsan tersenyum sambil melihat ponselnya.
"Aksan, aku minta maaf soal dirimu yang di keroyok anak buah Edgar. Karena aku yang memintanya agar memberikan pelajaran untukmu" ucap Belvina sambil menundukan wajahnya.
"Sudahlah, toh aku juga ngga kenapa-kenapa. Itu hanya emosi sesaatmu saja kan?! Buktinya aku masih hidup." jawab Akhsan.
"Tuan Farid, saya tidak bermaksud untuk menjadi penghianat. Karena tanpa FF Group entah Papa dan kami sekeluarga tidak mungkin akan hidup mewah seperti sekarang ini. Sebelumnya saya sama sekali tidak mengetahui rencana licik Edgar. Edgar memanfaarkan saya. Jelas ini salah, karena papa sering bercerita tentang keluarga tuan Irsyad yang sangat baik, dan papa sangat berhutang budi pada beliau." ucap Belvina dengan nada bicara yang jelas tanpa berbelit belit.
Farid melihat kejujuran di sorot mata Belvina. Kemudian dirinya menceritakan tentang rencananya kepada Belvina dan juga Biyan.
Hidangan makan malam pun telah tersedia, mereka pun memulai makan malam tanpa bersuara. Setelah selesai jamuan makan malam, Akhsan memulai angkat bicara.
"Aku tidak tau dia, yang aku tau dia tinggal bersama adiknya yang bernama Luna" jawab Belvina jujur.
"Kalau begitu, sebelum kita menjalankan misi ini. Ada baiknya kamu harus mengetahui siapa Moza. Moza Adalah CEO FF Group. Beliau adalah Istri dari almarhum tuan Irsyad. Moza juga anak dari tuan Hanafi. Tuan Irsyad dan Tuan Hanafi adalah pemilik 40% + 40% saham di FF Group. Dan Moza yang berhak mewarisi kedua saham dari Almarhum papanya dan juga almarhum suaminya. Soal kedekatan Arzan dan Moza memang itu salah satu amanat dari Tuan Irsyad.
Beliau memilih Arzan sebagai calon suami untuk Moza. Dan sekarang Moza sedang mengandung anak dari tuan Irsyad. Mereka berdua akan menikah setelah Moza melahirkan dan setelah kelulusan Arzan." kata Akhsan menceritakan semua dengan baik.
Belvina terkejut dengan kenyataan yang baru saja di sampaikan oleh Akhsan. Dirinya merasa malu kepada Moza. Moza sosok wanita sederhana, padahal dirinya adalah seorang CEO dari perusahaan sebesar FF Group.
"Aku harus meminta maaf kepada Nyonya Moza" ucap Belvina pelan kepada Biyan. Biyan pun menggenggap tangan Belvina.
"Tuan Farid, Akhsan. Saya berencana dalam waktu dekat akan melamar Belvina. Dan nanti setelah urusan dengan Edgar selesai, saya akan segera melangsungkan pernikahan dengan Belvina." kata Biyan dengan sungguh-sungguh.
Farid berkata dalam hati
"Biasa saja ga usah pegangan tangan, apa kamu tidak berfikir kalau ada saya dan Akhsan yang jomblo abadi ini"
__ADS_1
Sementara Aksan bergumam dalam hati
"Harus banget ya, Lo pengangan tangan dengan Belvina! Apa lo fikir gue bakalan cemburu! tidak, kalau gue suka Belvina otimatis gue ngga mungkin cari informasi sampai detail siapa yang sudah memakan Belvina pertama kali! ternyata masib dari satu kubu sendiri."
Kemudian Farid berdehem dan beranjak dari tempat duduknya di ikuti dengan Akhsan.
"Soal itu kau bisa atur sendiri. Saya merestui kalian. Bukankah begitu, Akhsan" Farid tersenyum penuh arti kepada Akhsan, Mengingat Akhsan adalah mantan kekasih dari Belvina.
Akhsan membatin.
"Apa maksud anda, Tuan Farid. Apa anda berfikir kalau saya masih menyukai Belvina?!"
Akhsan segera menjawab apa yang barusan Farid katakan.
"Tentu saja, Tuan Farid. Mereka terlihat sangat serasi. Dan apakah anda juga sudah ada rencana untuk segera menyusul mereka berdua?" kata Akhsan memberi ucapan pamungkas kepada Farid.
"Hahaha, saya belum kepikiran jauh ke sana Akhsan. Saya akan menikah jika tanggung jawab saya sudah selesai. Sebelum nyonya Moza menikah." jawab Farid datar sambil melangkah berjalan meninggalkan Briyan dan Belvina. Akhsan pun segera mengekor di belakang Farid setelah dirinya berpamitan kepada Biyan dan Belvina.
Setelah kepergian Farid dan Akhsan, Briyan kembali meraih tangan Belvina dan mengecup dengan lembut punggung tangan kanan Belvina.
Belvina merasa sangat beruntung karena dirinya bisa mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pira bernama Briyan itu. Walapun awal hubungan mereka karena kejadian ONS. Tapi di pertemuan kedua dengan Briyan, dirinya merasa ada suatu rasa dengan Briyan. Sampai akhirnya dalam keadaan sadar dia bersedia Making Love kembali dengan Biyan. Karena kekecewaannya terhadap Arzan dirinya pun menjadi penjajah pria. FWB dengan beberapa pria sampai julukan Mistress pun melekat pada dirinya dari beberapa pria yang pernah bersamanya.
Beruntung sekali Briyan, pria pertama yang mendapatkan kesucian Belvina mau menikahi dirinya dan mencintai dirinya dengan tulus. Karena bagi Briyan itu adalah masalalu Belvina dan juga dirinya pun tak berbeda dengan Belvina.
.
.
.
.
.
__ADS_1