
"Target sudah dekat!" Seorang lelaki tampak mengawasi keberadaan Aini.
"Sekarang!"
Salah seorang dari mereka langsung melemparkan seekor kucing ke dalam kolam renang.
*Byuur!!!
*Deg!
Aini tampak terkesiap melihat seekor kucing yang tercebur ke kolam renang.
Kasian sekali dia, bagaimana jika ia mati tenggelam karena tak bisa berenang??
Tanpa berpikir panjang ia segera menceburkan diri kedalam kolam renang.
*Byuurr!
Saat ia hendak menangkap kucing itu, kucing itu malah berenang menuju ke tepian.
"Ternyata dia bisa berenang, syukurlah!"
Namun petaka terjadi, Aini yang tak bisa berenang mulai tenggelam. Ia berusaha menggerakkan tangannya meminta tolong kepada seseorang yang ada di sana.
Namun sialnya tak ada yang melihatnya.
"Tolong, tolong!" ucapnya sambil berusaha menggerakkan tangannya untuk meminta tolong.
Alexa sangat puas saat melihat Aini hampir mati tenggelam karena tak bisa berenang, "Sekarang kau akan mati mati Aini. Setelah ini tidak ada lagi yang akan menyaingi kecantikan ku,"
Aini yang mulai kehabisan nafas pun tak bisa lagi menggerakkan tangannya. Tubuhnya terasa lemas, dan pandangannya mulai gelap.
Kenapa di saat aku mulai menyukai hidupku, Tuhan justru ingin memanggilku.
Manager datanglah, tolong selamatkan aku, aku masih ingin hidup. Aku ingin menikmati hidupku yang mulai menarik!
Saat gadis itu mulai memejamkan matanya. Sesosok lelaki tampan terlihat berenang kearahnya.
*Grep!!
Ia menarik tubuh Aini dan membawanya ke tepi kolam renang.
Arka segera menekan perut Aini hingga perempuan itu tersadar dan memuntahkan air yang diminumnya.
"Hueek!!
Selesai memuntahkan semua air yang diminumnya. Ia menatap pria di depannya.
Dia lagi, kenapa harus dia lagi??
Aini tampak malu saat melihat Arka yang lagi-lagi menolongnya.
"Lain kali kalau tidak bisa berenang jangan suka sok menjadi pahlawan kesiangan, bukannya menolong kau malah merepotkan orang lain!" gerutu Arka
"Maaf sudah merepotkan mu lagi, terimakasih sudah menolongku," ucap Aini
__ADS_1
Ia buru-buru bangun dan berdiri. Namun saat hendak melangkahkan kakinya ia terpeleset membuat Arka lagi-lagi menangkap tubuhnya.
Saat kedua bola mata mereka bertemu Aini langsung menundukkan pandangannya.
*Deg!
Ia buru-buru bangun dan melepaskan diri dari pelukan Arka.
"Maaf,"
"Kenapa selalu minta maaf, asal kau tahu meminta maaf berulangkali itu justru memperlihatkan ketidak tulusan mu. Karena meminta maaf akan terlihat lebih tulus jika diucapkan sekali saja!" gerutu Arka
"Maaf bila sudah membuat mu kesal, ups keceplosan lagi," Aini segera menutup mulutnya dan berlari meninggalkan Arka
"Dasar cewek aneh!" gerutu Arka
Saat Aini berlari buru-buru tidak sadar ia menabrak Agni.
*Bugghh!!
"Aww!" Agni mengaduh kesakitan
Agni, aduh sial, kenapa aku bisa menabraknya. Ini bisa jadi masalah besar kalau dia memarahiku.
Aini tampak begitu ketakutan saat menabrak Agni, mahasiswa tercantik dan merupakan putri rektor kampus.
"Maaf aku tidak sengaja," ucap Aini menundukkan wajahnya
Agni terkesiap melihat Aini yang menggigil kedinginan karena basah kuyup.
"Benar," jawab Aini gugup
"Lalu kenapa kamu basah kuyup begini?" tanya Agni lagi
"Sebenarnya...."
Aini kemudian menceritakan semua yang dialaminya hari ini.
Agni yang merasa iba kemudian mengajak Aini ke ruang serbaguna.
"Kasian sekali kau sampai basah kuyup begini," Agni kemudian memberikan handuk kepadanya untuk mengeringkan tubuhnya.
Ia juga memberikan pakaian ganti kepada Aini. Ia bahkan mendandani Aini hingga terlihat semakin cantik.
"Wah kamu cantik sekali, andai saja papah tahu ada mahasiswa yang lebih cantik dari Alexa, dia pasti tidak akan menjadikan cewek arogan itu sebagai brand ambassador kampus," tukas Agni
"Jadi Alexa yang menjadi brand ambassador kampus sekarang?" tanya Aini dengan wajah sedih
"Sepertinya begitu, karena aku lihat ia sedang melakukan pemotretan di lantai 8," jawab Agni
"Sempurna, kamu cantik banget Aini, aku jadi gemes!" imbuh Agni kemudian mengusap wajah cantik Aini
"Terimakasih, tapi kak Agni lebih cantik kok," jawab Aini
"Hmm, tapi kau lebih cute,"
__ADS_1
"Kaka lebih elegan dan sexy,"
"Terimakasih Ai pujiannya, gimana kalau kamu temenin aku belanja hari ini sekalian merayakan kalau hari ini adalah hari pertama pertemanan kita?"
"Teman??" Aini berkaca-kaca saat mendengar Agni menjadikannya sebagai teman
"Iya...mulai hari ini kita berteman. Aini dan Agni kita bestie sekarang," jawab Agni kemudian menggandeng lengan Aini
Ya Tuhan, seumur hidup aku baru pertama kali mendapatkan seorang teman, dan aku sangat beruntung karena kali ini kau memberiku teman yang sangat baik Tuhan. Terimakasih.
Aini kemudian mengikuti Agni menuju ke sebuah mal. Gadis itu berbelanja banyak alat kosmetik dan juga baju-baju mahal. Tentu saja Aini hanya bisa melihat-lihat saja karena ia tak punya cukup uang untuk membelinya.
"Ai, kau coba pakai yang ini, aku yakin cocok denganmu," Agni memberikan sebuah mini dress kepada Aini.
Ai pun segera masuk ruang ganti untuk mencobanya. Hasilnya baju itu benar-benar cocok dipakainya.
"Kalau begitu ambil saja yang itu. Itu cocok banget buat kamu Ai,"
"Tapi kak...."
"Tenang saja, aku yang bayar. Anggap aja itu hadiah dariku karena sudah mau menjadi temanku," ujar Agni
"Terimakasih banyak kak,"
Aini memang gagal menjadi brand ambassador kampus karena telat datang ke pemotretan, namun ia begitu bahagia karena bisa mendapatkan seorang teman hari itu.
*Dreet, dreet, dreet!!
Aini segera mengangkat ponselnya yang berdering, ternyata
kakek Arka memintanya untuk datang ke rumahnya.
"Ada apa Ai?" tanya Agni
"Kakek, memintaku ke rumahnya?"
"Ya sudah kalau gitu kita pulang," jawab Agni
Keduanya kemudian berpisah di halte Bus. Agni dijemput oleh supir pribadinya, sedangkan Ai bergegas naik Transjakarta menuju kediaman sang kakek
Saat ia tiba di sana sang kakek tak mengenalinya, Aini berusaha menjelaskan kepada kakek kalau dirinya berubah karena melakukan diet keras.
Si kakek tertawa, ia pun mengatakan jika ia tahu kalau gadis itu adalah Aini tanpa ia harus repot-repot menjelaskan kepadanya.
"Aku bisa mengenalimu dari kebaikan hatimu," ucap sang kakek.
"Syukurlah, tapi kenapa kakek baru mengatakannya sekarang, kan aku jadi gimana gitu Kek,"
Kakek pun menertawakan sikap panik Aini, " Gak papa Ai, kakek terlalu senang melihat mu datang,"
Aini kemudian membuatkan bubur kesukaan kakek, saat ia hendak pulang kakak kandung Arka yang bernama Dimas datang berkunjung.
Ia berkenalan dengan Dimas yang lebih ramah dan sangat baik padanya. Pria itu bahkan mau mengantarkannya pulang kerumahnya tanpa diminta sang kakek.
Melihat sikap Dimas dan ketertarikan pria itu dengannya membuat Aini jadi bingung Dimas atau Arka yang akan menjadi kekasihnya sekaligus tokoh utama dalam kehidupannya.
__ADS_1
Meskipun keduanya adalah saudara, tapi kenapa sikap mereka sangat bertolak belakang. Arka yang dingin seperti es, sedangkan Dimas begitu hangat dan ramah???