CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
34. Saatnya menemukan Pelaku Sebenarnya


__ADS_3

Aini merasa dipojokkan. Semua orang langsung mencaci dan memarahinya. Bahkan beberapa dari mereka berusaha melaporkan kejadian itu kepada polisi.


Meskipun begitu Aini tetap tak peduli dengan mereka. Ia menatap nanar kearah Galih yang masih tercengang saat mengetahui Andriani menemukan ponsel di jaketnya.


Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya untuk membuktikan kepada Galih jika bukan dia pelakunya.


"Bukan aku pelakunya Galih, aku pastikan aku akan mencari siapa pelakunya dan membuktikan kalau aku memang tidak bersalah," ucap Aini berusaha meyakinkan Galih


"Ehem, Mana ada maling yang ngaku. Padahal barang bukti sudah didepan mata tapi masih saja berkilah, sudah pecat saja dia kak Andri!" celetuk salah seorang kru


"Kalau cuma dipecat saja tidak akan menimbulkan efek jera karena bisa saja ia melakukan hal serupa di tempat berbeda. Bagaimana kalau kita laporkan saja kepada pihak berwajib!" imbuh yang lain


"Tidak perlu, aku biar aku yang akan menyelesaikan masalah ini sendiri," ucap Galih


"Biarkan saja Galih, tapi aku juga minta waktu kepada kalian untuk membuktikan jika aku tidak bersalah," tandas Aini


Sepertinya tidak ada pilihan lain aku harus menggunakan dark skill.



Tanpa ragu-ragu Aini langsung menekan tombol Yes.



"Baiklah Aini, aku akan memberimu waktu sampai The Arjuna selesai perform," jawab Andriana


"Terimakasih Kak, aku janji tidak akan mengecewakan kakak,"


Aini kemudian bergegas meninggalkan ruangan itu. Galih yang melihat Aini begitu tertekan langsung mengejarnya.


"Sudahlah Ai gak usah dipaksain, toh aku percaya kok kalau bukan kamu yang mencuri handphone ku," ucap Galih berusaha menghentikan Aini


"Terimakasih sudah mempercayai aku Galih, tapi tetap saja aku harus mengungkapkan kebenaran ini. Aku tidak mau menjadi kambing hitam seseorang yang berusaha menyingkirkan aku karena aku dekat denganmu,"


"Tapi Ai,"


Galih menarik lengan gadis itu dan mencoba menahannya saat ia hendak masuk ke ruang ganti.


"Sebaiknya kau bersiap-siap saja, sebentar lagi kamu akan segera tampil. Jangan pernah mengkhawatirkan aku, karena aku baik-baik saja. Percayalah aku bisa melewati semua ini," ucap Aini kemudian merapikan pakaian Galih.


"Jangan lupa tersenyum kalau di panggung," imbuhnya sebelum masuk kedalam ruang ganti.


Aini kembali menatap layar game di hadapannya.





"Hmm, pilih yang mana ya??" ucap Aini tampak kebingungan


"Sepertinya aku pilih detektor kebohongan saja,"


Sementara itu beberapa orang crew yang penasaran dengan Aini tampak menguping pembicaraan gadis itu.

__ADS_1


"Cih, lihat saja gayanya masih aja cari perhatian Galih meskipun sudah ketahuan belangnya. Lama-lama dia itu makin ngelunjak loh mbak Andri karena Galih selalu membelanya!" cibir salah seorang kru yang tidak suka melihat kedekatan Aini dan Galih


"Bener, lagian apa sih yang mas Galih liat dari si Aini itu. Kalau cuma wajah cantik doang bukannya masih banyak yang lebih cantik dari dia!" imbuh yang lainnya


"Tul, makanya kak Adri harusnya jangan terlalu baik sama dia kan jadi gini akhirnya,"


"Sudah-sudah biarkan saja mereka. Lagipula saya tahu benar kok siapa Galih. Dia tidak akan menyukai seseorang dengan mudah, dia pasti hanya kasian saja dengan Aini," jawab Andriana kemudian meninggalkan tempat itu.


Sementara itu Galih langsung menyusul teman-temannya menuju ke panggung.


Malam itu The Arjuna tampil memukau dengan beberapa single andalan mereka. Penonton tampak bersorak-sorai menikmati pertunjukan The Arjuna yang selalu nosa membuat suasana panggung menjadi semakin meriah.


Bahkan seorang penonton VIP yang terpukau dengan penampilan mereka meminta mereka untuk tampil pada acara penutupan.


Meskipun para personil The Arjuna berusaha menolaknya, namun pihak manajemen mereka tak bisa menolak keinginan tamu VIP yang merupakan orang penting di negeri ini.


Sementara itu Aini mulai memeriksa rekaman cctv untuk mengetahui siapa saja yang masuk ke ruang ganti.


Meskipun tidak ada cctv di ruang ganti namun didepan ruang ganti terdapat sebuah cctv untuk memantau siapa saja yang masuk ke ruangan tersebut.


Walaupun Aini gagal mendapatkan petunjuk dari cctv namun ia tidak patah semangat. Ia terus mencari diruang ganti.


Aini yang kelelahan memilih duduk dibalik tumpukan wardrobe para selebritis.


"Apa aku minta tolong sama Ben saja ya, tumben banget Ben tidak muncul di saat seperti ini?"


*Krieet!


Terdengar seseorang membuka pintu dan memasuki ruangan ganti.


"Kak Andri??"


Saat ia hendak menghampiri wanita itu tiba-tiba seorang kru lain datang menghampiri Andriana.


"Bagaimana, apa kau sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi?" tanya Adri


"Sudah kak, dan aku pastikan Aini akan mendapatkan hukuman seberat-beratnya,"


"Good, aku harap setelah ini dia akan menyingkir dari kehidupan Galih,"


"Oh ya kak, seperti permintaan kakak, aku juga sudah menghapus rekaman cctv dan bukti-bukti lain, jadi kakak aman,"


*Deg!


Aku tidak menyangka jika Andri pelakunya,


Aini tampak begitu shock mendengar ucapan crew tersebut.


Padahal aku begitu mengaguminya, karena hanya kak Andri satu-satunya crew di sini yang welcome sama aku dan selalu membelaku, tapi ternyata semuanya hanya pura-pura??


Sementara itu Andriana yang begitu senang dengan kerja bawahannya langsung memberikan sejumlah uang kepada wanita itu sebagai bayaran atas kerja kerasnya.


"Terimakasih Kak, lain kali kalau ada job seperti ini lagi bisa hubungi aku," jawab Titin


Sebelum Titin pergi dari ruangan itu Aini buru-buru menghampiri mereka.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Aini menatap tajam kearah keduanya


"Aini??"


Andriana benar-benar tak menduga kalau Aini ada di ruangan itu dan mengetahui semua yang ia bicarakan dengan Titin.


"Aku tidak menyangka ternyata kalian pelakunya," ucap Aini menoleh kearah Andriana


"Hahahaha!" Andriana tertawa mendengar ucapan Aini


"Meskipun kau mengetahui jika aku adalah orang yang sudah mencuri handphone Galih, tapi apa kau pikir bisa membuktikan kepada semua orang. Apa mereka akan mempercayai semua ucapan mu, anak baru??" jawab Andriana seolah merendahkan Aini


Aini tampak mengepalkan tangannya, ia tak bisa menerima penghinaan dari Andriana.


Seketika layar game muncul kembali.



Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang-orang culas seperti mereka selain dengan menggunakan Dark Skill Hand Devil.



Tapi bagaimana cara menggunakannya???


Aini tampak kebingungan saat hendak mengaktifkan skill Hand Devil.



Sentuh target??


Aini seketika menyeringai saat melihat Andriana.


*Plaakk!!


Tanpa berpikir panjang Aini langsung menampar wajah Andriana untuk mengaktifkan Hand Devil.


"Astoge Neng Nong sadis banget, kan bisa disentuh baik-baik?" ucap Ben tiba-tiba muncul di sampingnya


"Namanya juga lagi emosi Ben, sekalian memberi dia pelajaran supaya tidak semena-mena terhadap anak baru?" jawab Aini


"Iya juga sih, tapi menyentuhnya gak bisa sekali Neng Nong, minimal 3 kali," jawab Ben


"Nah kalau gini kan semangat buat kasih double kill!"


*Plaakkk!!


Kembali Aini menampar wajah Andriana membuat semua orang tiba-tiba berdatangan ke ruangan itu karena mendengar teriakan Titin


"Satu lagi bonus dariku," seru Aini


"Triple Kill!"


*Plakkk!!


"Cukup Ai, apa yang kamu lakukan pada Kak Andri," ucap Galih menghampiri mereka.

__ADS_1


__ADS_2