
Waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba. Saatnya semua peserta abang none mengerjakan soal ujian yang sudah di siapkan oleh pihak panitia penyelenggara.
Ujian berlangsung khidmat, dan nilai langsung di pajang di depan aula setelah ujian berakhir.
Aini tampak begitu bahagia saat mendapatkan nilai sempurna.
"Cie, cie... Yang dapat nilai 100. Selamat ya neng nong, akhirnya kamu bisa melibas Alexa juga," tutur Ben menghampirinya
"Thanks Ben, semua ini karena bantuanmu," jawab Aini
Tidak lama Arka menghampirinya dan mengajak ia menuju ke panggung utama untuk mengikuti sesi berikutnya.
"Jangan terlena dengan nilai ujian tulis, karena ada ujian praktik yang bobot nilainya lebih besar," ucap Arka
"Menjawab pertanyaan dengan menggunakan bahasa Inggris?" tanya Aini menyipitkan matanya
"Yups,"
"Ya ampun, aku takut demam panggung," ucap Aini memerah
"Kalau kau demam panggung ingat saat semua teman-teman mu membully mu. Tunjukkan kepada mereka kalau kamu bisa menjadi yang terbaik," jawab Arka
"Iya sih, baiklah kalau begitu aku akan berusaha," jawab Aini lirih
"Semangat neng nong!" seru Ben
"Makasih Ben," bisik Aini
Alexa tampil sebagai peserta pertama. Ia terlihat begitu percaya diri meskipun nilai ujian tulisnya jauh dibawah Aini.
Ia bahkan masih bisa tersenyum kearah Aini seolah ingin mengisyaratkan kalau dia lebih unggul darinya.
Sementara itu melihat penampilan cantik Aini membuat Zai sulit berkonsentrasi. Ia terus memandangi Aini sampai Alexa harus menegurnya.
"Kamu ini apa-apaan sih sayang, kenapa terus memperhatikan Aini. Apa kau mulai menyukainya!" gerutu Alexa
"Ahh..nggak kok, kamu jangan salah sangka. Sebenarnya aku memperhatikan seseorang yang ada dibelakang Aini?" jawab Zai berusaha mengalihkan perhatian Alexa
"Jangan bohong, dibelakang Aini tidak ada siapapun. Kalau kau terus seperti ini maka bersiap-siaplah untuk kalah. Jangan sampai kau kalah lagi seperti tahun kemarin!" cibir Alexa
Giliran Aini pun tiba, ia berjalan begitu anggun saat menaiki panggung membuat semua orang terkesima melihatnya.
Bukan hanya gayanya yang anggun, Aini yang menggunakan skill Appearance Boster tampil memukai siang itu hingga membuat juri begitu terpesona dengannya.
Bukan hanya itu saja, kepercayaan diri Aini bahkan meningkat dua kali lipat hingga ia begitu lugas saat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan juri.
Arka begitu bangga saat mengetahui Aini bisa menjawab semua pertanyaan juri dengan lancar dan benar.
"Tidak sia-sia aku melatihnya, jika hasilnya seperti ini," ucap Arka begitu bangga
__ADS_1
"Dih jangan geer deh Arka, asal Lo tahu Ai jadi seperti itu karena gue. Eh maksudnya karena Game yang gue buat untuknya," cibir Ben
Arka tak merespon apapun ucapan Ben karena lelaki itu tak bisa melihatnya apalagi mendengar ucapannya.
"Ah sial, nagapain juga gue marah-marah sama dia, toh dia gak bisa melihat apalagi mendengar gue!"
Ben buru-buru menghampiri Aini yang baru saja turun dari panggung.
"Selamat ya neng nong,"
"Selamat Ai akhirnya kamu bisa menyelesaikan ujian ini dengan lancar," ucap Dimas bersamaan dengan Ben
"Terimakasih kak, berkat kakak aku jadi bisa menjawab semua pertanyaan juri dengan lancar," ucap Aini langsung meraih jemari Dimas membuat Arka dan Ben terkesiap melihatnya.
"Hmm,"
"Aku juga berterima kasih padamu Arka karena sudah mengajariku mengerjakan soal-soal ujian," ucap Aini
"Ke aku gak Neng Nong, ingat Ai tanpaku kamu bukan apa-apa," ucap Ben tampak iri melihat Aini berterimakasih kepada Arka dan Dimas.
"Iya aku juga sangat berterimakasih sama kamu, karena tanpamu aku tak akan bisa merasakan semua ini," ucap Aini.
Saat pengumuman pun tiba. Aini terlihat begitu was-was saat mendengarkan pembawa acara membacakan pemenang challenge ke tiga ini.
Bukan hanya Aini yang tegang tapi juga Alexa dan Zai. Keduanya memang menaruh harapan besar agar bisa keluar sebagai juara dalam kompetisi ini. Karena Ale sang manajer mengatakan jika Zai akan mendapatkan peran utama di sebuah film garapan sutradara ternama negeri ini jika ia berhasil menjadi Abang Kampus.
Alexa langsung mengamuk dan menyalahkan Zai yang tidak fokus karena terpesona dengan kecantikan Aini.
Keduanya bertengkar hebat hingga membuat Aini tak sengaja mendengar pertengkaran mereka.
*Brakkk!!!
Alexa membanting pintu ruang ganti dan meninggalkan Zai.
Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat Aini berdiri tak jauh darinya.
"Apa sekarang kau puas karena berhasil mempecundangi ku?" ucap Alexa begitu sinis
"Tentu saja aku belum puas sampai kau dan Zai mendapatkan balasan karena sudah mempermalukan aku sampai menewaskan ayahku. Ini baru awal Lexa," jawab Aini dengan tegas
"Sombong sekali kau pikir siapa dirimu sampai berani menantang ku!"
"Tentu saja aku Aini mahasiswi tercantik, terpandai, dan terpopuler di kampus ini. Lalu aku ingin bertanya padamu sekarang, siapa Alexa??" jawab Aini
Alexa yang geram dengan pernyataan Aini yang dinilai menghinanya, berusaha menjambak rambut panjangnya. Namun dengan sigap Aini menepis lengan Alexa dan mendorong gadis itu hingga terjungkal ke lantai.
"Sekarang tak akan ku biarkan siapapun menyentuh ku.Terutama kau Alexa," tandas Aini kemudian meninggalkannya
Sekarang semuanya sudah berubah Alexa, aku bukan lagi Aini yang dulu. Aini yang lemah dan buruk rupa. Sekarang aku akan menjadi mimpi buruk bagi kalian, dimana aku akan menghancurkan semua mimpi kalian dan menjadikan hidup kalian menderita seperti ku dulu.
__ADS_1
"Good neng nong, aku suka caramu membalas Aini," ucap Ben
"Terimakasih Ben,"
"Quest sudah selesai dan saatnya aku memberimu hadiah," ucap Ben
"Hadiah 100 poin??" ucap Aini berbinar-binar
"Yups, dan masih ada hadiah tambahan lagi dari aku,"
"Apa itu?" tanya Aini penasaran
"Belanja,"
"Tapi aku gak punya uang," jawab Aini lesu
"Dasar bodoh, memangnya kalau berbelanja di game pakai uang,"
*Triingg!!
Tiba-tiba Aini terkesima melihat aneka macam alat kosmetik lengkap dengan aksesoris dan baju-bajunya.
"Wah, mirip dengan toko di game yang suka aku mainkan saat ku kecil?" ucap Aini kagum
"Yups,"
"Tapi semuanya itemnya masih terkunci," ucap Aini lesu
"Kau bisa membelinya dengan bintang, satu bintang sama dengan 10 poin," jawab Ben
"Jadi aku baru punya 20 bintang, dan satu-satunya pakaian yang aku miliki hanya pakaian pemula?"
"Itu karena kamu masih Noob neng nong. Untuk itulah sudah saatnya sekarang untuk menemui target ke dua?"
"Apa target ke dua, memangnya ini belum berakhir?"
"Perjalananmu masih panjang neng nong. Bukankah sudah ku bilang mulai sekarang kau akan dikelilingi oleh pemuda tampan," jawab Ben
"Fiuh, ku kira setelah berhasil menaklukkan Arka misi ku selesai,"
"Tidak semudah itu neng nong, lagian memangnya kau yakin kalau Arka itu cinta sejati kamu??" tanya Ben
"Hmm, aku belum yakin juga sih,"
*Tring!!
__ADS_1