
Bunyi dering ponsel membuat Aini buru-buru bergegas pergi meninggalkan ruangan kelas. Gadis itu tampak buru-buru bahkan sampai meninggalkan tasnya di ruang kelas.
Ia segera menuju ruang dosen untuk menandatangani kontrak sebagai None Kampus.
Aini begitu bahagia saat ia juga mendapatkan beasiswa atas kemenangannya itu. Selain menjadi brand ambassador kampus menggantikan Alexa, Aini bahkan menandatangani beberapa kontrak kerja dengan pihak kampus yang bernilai jutaan rupiah. Karena Arka gak ada sepertinya aku traktir Dimas aja kali ya, secara dia kan banyak bantuin aku saat lomba abang None,
Selesai menandatangani kontrak Aini buru-buru kembali ke kelas. Tentu saja ia ingin membagikan momen bahagia ini bersama Dimas.
Suasana kelas sudah sepi, tak ada satupun mahasiswa di sana, sepertinya mereka semua sudah pulang atau mungkin mengikuti Galih.
Aini buru-buru mengambil tasnya dan saat ia hendak meninggalkan ruangan itu seseorang menarik lengannya dan membawanya pergi.
"Maaf kamu siapa?" ucap Aini berusaha melepaskan diri dari pria yang terus menariknya keluar dari gedung itu.
Namun pria itupun tak menjawab dia terus berjalan dan menghentikan langkahnya di sebuah taman di belakang ruangan Rektor.
Ia kemudian melepaskan maskernya dan tersenyum menatap Aini.
"Ah senangnya akhirnya kita bisa bertemu lagi Ai,"
*Deg!!
Bagaimana dia bisa tahu namaku, bahkan tadi ia masih bersikap acuh padaku seolah tak mengenaliku. Tapi sekarang dia kembali lagi ke sifat asalnya. Benar-benar aneh??
"Darimana kau tahu namaku?" tanya Aini
"Apa kau lupa kalau aku ini Dosen yang mengajarimu,"
"Ah iya hampir saja aku lupa," jawab Aini tersenyum simpul di depannya
*Deg!!
Baru pertama kali aku melihat senyuman seorang perempuan yang mampu membuat jantungku berdegup kencang. Aini kenapa kau begitu cute. Seandainya saja aku bukan selebriti mungkin kita bisa menjadi sepasang kekasih??
"Sudah jangan lama-lama senyumnya," tukas Galih memanyunkan bibirnya
"Kenapa emang?" jawab Aini tampak kecewa
"Karena senyum kamu itu manis, dan aku takut kena diabetes karena senyuman kamu itu Ai,"
"Astaga, alay!" cibir Aini membuat Galih langsung terkekeh mendengarnya
"Kamu itu lucu banget sih Ai, jadi gemes deh." ujar Galih mencubit gemas pipi Aini
"Aduh sakit tahu!" cibir Aini
"Semakin aku melihatmu semakin aku menyukaimu Aini, gimana kalau hari ini kita kencan?" ucap Galih mendekatkan wajahnya kepada Aini
__ADS_1
*Deg!!
Lagi-lagi dia begitu cepat mengungkap perasaannya. Gimana ya kali ini dia cuma ngajak kencan doang. Apa aku terima saja agar misinya cepat selesai. Toh aku sudah kehilangan kesempatan kemarin, dan aku yakin dia tidak akan mengungkap perasaannya lagi padaku jika aku menolaknya kali ini.
"Baiklah, ayo kita kencan," jawab Aini begitu bersemangat
"Aku tidak menyangka ternyata kau begitu antusias kali ini Ai. Berbeda dengan kemarin dimana kau menolak ku. Apa kau tipe cewek jinak-jinak merpati?" tanya Galih
"Apaan lagi itu, aku tidak tahu," jawab Aini
"Ya sudah lupakan saja kalau kau tidak tahu. Lagipula aku suka tipe cewek seperti dirimu. Polos dan apa adanya. Kalau begitu ayo kita pergi sekarang,"
Galih kemudian memakai jaketnya dan menutupi rambutnya dengan topi, tak lupa ia memakai masker untuk menutupi wajahnya agar orang-orang tidak mengenalinya.
Tapi tetap saja yang namanya selebriti itu beda. Dari auranya saja sudah terlihat beda. Meksipun ia sudah menutupi rapat wajahnya ia tetap bersinar sehingga orang-orang begitu mudah mengenalinya.
"Wah sepertinya dia artis, lihat saja postur tubuhnya yang ideal. Pakaiannya yang elegan, dan tatap matanya yang begitu menawan!" Tiba-tiba beberapa orang perempuan mendekati Galih dan menarik maskernya.
"Wow, Galih The Arjuna!!"
Seketika Aini hanya menganga saat melihat para wanita itu menarik-narik Galih bahkan mendorongnya agar mereka bisa lebih dekat dengan sang idola.
*Buughh!!
"Aww!"
Galih reflek menoleh saat mendengar suara rintihan Aini.
"Kamu gak papa kan Ai?" tanyanya begitu khawatir
"Gak papa Kok, sans aja!" jawab Aini
Melihat para wanita itu menghampirinya Galih buru-buru menarik Aini dan lari meninggalkan mereka.
"Galih tunggu!!"
Keduanya terus berlari menghindari kejaran paparazi yang mengikutinya.
Galih sengaja memilih bersembunyi di hutan kota.
"Ah sial, maafkan aku ya Ai. Gara-gara aku kamu harus lari-larian kaya penjahat deh!" ucap Galih terengah-engah
"Iya gak papa kok," jawab Aini berusaha santai.
Melihat keringat Aini mulai membasahi wajahnya iapun mengeluarkan sapu tangannya untuk mengusap keringat gadis itu.
"Eh," Aini terkesiap melihat perlakuan manis Galih padanya.
__ADS_1
"Kalau begini terus kita gak bisa kencan dong Ai. Bukannya berkencan kita malah jadi kaya tersangka kasus pencurian yang dikejar-kejar sam warga. Capek gak sih hidup kaya gini," ucap Galih kemudian membaringkan tubuhnya di pangkuan Aini.
"Andai saja aku bisa menjadi orang biasa sehari saja rasanya pasti bahagia banget. Aku bisa bebas melakukan apapun yang aku suka tanpa harus takut di kejar-kejar paparazi," ucap Galih menerawang
Aku kira menjadi artis itu menyenangkan, ternyata tidak. Sepertinya pepatah yang mengatakan hidup itu sawang sinawang itu benar. Mungkin orang lain melihat kehidupan kita itu menyenangkan, enak, tapi sebenarnya tidak. Begitupun sebaliknya. Pantas saja Galih terlihat dingin dan berbeda saat di panggung ataupun di depan umum. Dia harus menjaga imagenya dan juga kariernya yang jelas.
"Kenapa kau tidak membantunya saja Neng nong," ucap Ben yang tiba-tiba datang menghampirinya
"Caranya?"
"Gunakan skill mu sebagai player game," bisik Ben
"Oh,"
*Trinng!!!
Layar Game muncul di hadapan Aini.
"Kau bisa membelikan sesuatu untuk Galih agar kalian bisa berkencan bebas tanpa adanya pengganggu,"
"Oh begitu,"
Aini kemudian mengamati satu persatu item yang ada di toko tersebut.
"Set Cowok Nerd, harganya 30 bintang, sepertinya bintangku cukup untuk membelinya. Tapi apa kelebihannya??" tanya Aini
"Lihat saja deskripsinya," ucap Ben menunjukkan deskripsi baju tersebut
"Wah baju ini bisa mengurangi ekstensi si pemakai hingga minus 999999!"
"That's right, kalau begitu selamat bersenang-senang neng nong!"
"Ok,"
Setelah menekan tombol Ok maka Aini pun langsung menerima pakaian itu .
Tidak ada salahnya kan kalau di coba, kali aja benaran Galih bisa berubah jadi nerd bila memakai pakaian ini!"
Aini kemudian memberikan pakaian itu kepada Galih.
"Sebaiknya kamu pakai dulu pakaian ini kalau mau bebas berkencan denganku,"
"Pakaian apa ini?" tanya Galih mengerutkan keningnya
"Pakai aja dulu,"
__ADS_1
"Ok, demi kamu apa sih yang gak," Galih mengambil pakaian itu dan segera memakainya.
Yang namanya orang ganteng, pakai apapun tetap saja ganteng, hadeehh Aini sadar, dia cuma target kamu!