CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
12. Kau Sama Saja


__ADS_3

Hubungan Aini dengan Dimas berjalan baik bahkan ketertarikan pria itu padanya semakin meningkat karena Aini begitu peduli dengan sang kakek. Selama ini kakek memang tinggal sendirian dan tak ada yang merawatnya.


Tentu saja melihat Aini yang telaten merawat kakeknya membuat Dimas begitu menyukai gadis itu.


"Terimakasih sudah care dengan Kakek ku," ucap Dimas saat Aini hendak berpamitan pulang


"Sama-sama kak,"


Meski awalnya Aini merawat sang kakek secara cuma-cuma, namun Dimas memintanya untuk menjadi perawat pribadi Kakek, dan Aini menyetujuinya. Setidaknya dengan begitu ia memiliki penghasilan tambahan untuk membiayai hidupnya.


Berbanding terbalik dengan Dimas, hubungan Aini dan Arka tidak ada kemajuan. Tentu saja itu dikarenakan sikap dingin Arka dan moodnya yang juga susah di tebak. Baginya Aini bukanlah wanita spesial, berbeda dengan Dimas yang menganggap Aini spesial.


Ia bahkan terlihat cuek dan tidak menghiraukan segala usaha Aini untuk mendekati.


"Cara-cara menaklukkan hati pria," Aini tampak begitu khusuk membaca sebuah buku yang ia pinjam di perpustakaan.


Karena keasyikan membaca, Aini pun sampai lupa jika ia ada mata kuliah siang. Saat ia sadar, Ai buru-buru bergegas menuju ke kelasnya.


Karena datang terlambat Aini pun tak bisa memilih tempat duduk. Semua tempat duduk sudah terisi penuh kecuali bangku belakang.


Aini terpaksa duduk dengan Mega sahabat Alexa yang dulu suka membullynya.


Saat Mega meminta tolong kepadanya karena kesulitan menjawab soal quiz dari dosen, Aini Pun mencibirnya.


"Kalau mau pintar ya belajar bukan hanya menyontek," seru Aini dengan ketus


Tentu saja ia melakukan hal itu untuk membalas perlakuan Mega yang dulu suka mengejek bahkan membullynya.


Semua siswa langsung menoleh kearah mereka termasuk sang dosen.


Mendengar ucapan Aini, Sang Dosen pun mengusir Mega karena dianggap mencontek.


Mega tampak menangis tersedu-sedu dan mencoba menjelaskan kalau ia tidak mencontek dan hanya menanyakan tentang soal itu kepada Aini, tapi Dosen tak mau mendengar penjelasannya membuat gadis itu begitu sedih kerena tidak bisa mengikuti Kuis.


Saat pelajaran usai Arka yang geram dengan sikap Aini yang dinilainya arogan langsung menghampirinya dan memakinya.


"Ternyata kau sama saja dengan gadis-gadis lain yang memanfaatkan kecantikan mu untuk menindas orang!" ucapnya dengan wajah datar


"Eh, bukan begitu," jawab Aini


"Cih masih saja, berkilah!" ucap Arka kemudian melangkah pergi


"Bukan begitu, kamu salah sangka Arka!" seru Aini

__ADS_1


*Tringg!!



Apa tingkat ketertarikan Arka menurun 20 poin??


Aini membelakakan matanya saat melihat layar game muncul di depannya.


Apa itu berarti kecantikan ku berkurang??


"Yes benar sekali Neng Nong," jawab Manager Game


"Wah gawat kalau begitu!" Aini segera berlari menuju je toilet


Tentu saja hal pertama yang dituju adalah cermin. Ia langsung bercermin untuk melihat perubahan wajahnya.


"Tidak apa-apa, masih cantik kok!" ucap manager game menghiburnya


"Apa kecantikan ku akan terus menurun jika tingkat ketertarikan Arka juga berkurang?" tanya Aini lesu


"Yuhu, begitupun sebaliknya Neng Nong. Tapi bukankah kau sudah membaca buku cara untuk menarik perhatian pria, kenapa kay tidak mempraktekkannya saja?" jawab Manager Game


"Benar juga, jika terus menurun level kecantikan ku maka aku akan kembali menjadi Aini yang dulu. Aku tidak mau kembali ke masa itu. Jadi apapun yang terjadi aku harus berusaha untuk menaikkan lagi level ku," tandas Aini dengan penuh semangat


"Aww, sakit tahu!"


"Ups sorry kelepasan, hehehe!"


Aini kemudian kembali ke kelas, saat melihat Arka tak ada di mejanya ia pun langsung terlihat lesu.


"Sepertinya dia masih marah," ucapnya lesu.


Melihat Aini tampak lesu karena Arka salah paham padanya, Agni datang menghampirinya.


"Sudahlah jangan diambil hati, Arka memang suka begitu, dia memang tidak suka jika melihat ada orang yang menyakiti orang lain tanpa mau tahu alasannya. Tapi yang kau lakukan itu sudah benar ko Ai. Mega memang suka menyontek dan suka membully anak-anak lain, so dia pantas mendapatkan itu semua," tandas Agni


"Dan aku bahagia karena sekarang kamu sudah mulai berani Ai, teruslah bersikap tegas seperti ini dan jangan biarkan orang lain membully mu. Apalagi sekarang levelmu sudah berbeda dengan mereka," imbuh Agni


Ia kemudian mengajak Aini untuk makan di kantin.


Semua orang langsung menyingkir saat melihat kedatangan Aini dan Agni.


Alexa bahkan terlihat memalingkan wajahnya saat melihat kedatangannya.

__ADS_1


"Sial, bagaimana bisa Agni berteman sama Aini, kalau begini tentu saja aku tidak bisa menyentuhnya," gerutu Alexa


"Sepertinya aku sekarang tahu kenapa Ai berubah menjadi cantik dan langsing," timpal Nami


"Apa?" jawab Alexa penasaran


"Aku yakin Agni yang merubahnya, sudah bukan rahasia umum lagi jika kecantikan Agni itu bukan alami seperti mu Lexa. Dia itukan cantik karena operasi plastik," tukas Nami


"Aku juga berpikir begitu Nami, tidak mungkin si Aini miskin itu mampu membayar biaya operasi plastik yang begitu mahal,"


*Brakkk!!


Tiba-tiba Alexa dan teman-temannya dikejutkan dengan kedatangan Agni yang langsung menggebrak mejanya.


"Memangnya kenapa kalau Aini operasi?. Aku yakin kamu iri karena ia sekarang lebih cantik darimu bukan?" tandas Agni


"Lagipula kau juga jangan sok paling cantik alami Alexa, aku tahu hidung kamu itu di filler biar tampak mancung, dan Nami matamu itu kau operasi kan agar tidak terlihat sipit seperti Cina benteng, dan Mega kau juga melakukan suntik putih agar terlihat glowing, ck, ck, dasar munafik!" ucap Agni membuat Alexa dan kedua temannya terdiam


Setelah puas mempermalukan Alexa dan teman-temannya Agni pun mengajak Aini pergi dari kantin.


"Sial, andai saja Agni bukan anak rektor pasti sudah ku bejek-bejek tuh mulutnya!" ucap Alexa geram.


Sementara itu Agni mengajak Aini untuk melihat pertandingan basket. Tanpa di duga di sana ia melihat Arka sedang bertanding basket.


Aini tampak bersemangat untuk memberikan dukungan kepada Arka membuat semua pemain pria tampak iri dengannya. Namun siapa sangka Arka tetap cuek dan tidak pernah melirik Aini sedikitpun.


Saat waktu istirahat Aini buru-buru menghampirinya dan memberikan minuman dingin kepadanya.


"Kau pasti haus bukan, aku sengaja membelikan minuman ini untukmu,"


Aini menoleh kearahnya dengan tatapan sinis.


"Ternyata kau sama saja dengan yang lain, menggunakan kecantikan untuk menaklukkan seorang pria, menyebalkan!" ucap Arka kemudian meninggalkannya


*Trinng!!



Tidak mungkin, tingkat ketertarikan Arka menurun lagi dan sekarang gak main-main level kecantikan ku turun 50 poin. Apa artinya sekarang aku menjadi jelek lagi???


Seketika level kecantikan aini menurun 50 poin karena tingkat ketertarikan Arka yang berkurang kepadanya.


*Dug!!

__ADS_1


__ADS_2