CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
19. Persaingan


__ADS_3

"Gimana Ai, apa kau sudah memutuskannya?" tanya Agni segera menghampiri Aini saat melihat gadis itu


Aini masih menggelengkan kepalanya.


"Ayolah Ai, waktunya tinggal dua hari lagi. Kamu harus berpikir cepat. Ingat aku sudah membantumu di babak pertama, masa kamu tidak mau membantuku sekarang. Kita itu teman kan, jadi sudah seharusnya saling membantu, akupun akan melakukan apapun jika kau membutuhkan bantuan ku Ai. Asal kau tahu jika Arka adalah cinta pertamaku, aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan perasaan ku padanya jadi tolong bantu aku Ai," Agni tampak menggenggam erat jemari Aini dan menatapnya lekat.


Diam-diam Agni memang tak mau jika Aini sampai memenangkan pertandingan tersebut.


Ia sengaja mencari cara agar ia bisa mengalahkannya. Salah satunya dengan menyuruhnya untuk tidak menjadikan Arka sebagai pasangannya.


Sementara itu Aini yang masih polos dan tak tahu apa-apa merasa semakin bingung, meskipun ia sebenarnya sudah memantapkan hatinya untuk menerima tawaran Agni. Apalagi setelah apa yang mereka lalui bersama. Meskipun begitu entah kenapa Aini masih berat untuk mengatakannya kepada sahabatnya itu.


"Beri aku waktu sampai besok," jawab Aini


"Ok, aku harap kau benar-benar menepati janji mu Ai," ucap Agni kemudian meninggalkan Aini


*Srekk!


Aini menarik kursinya kemudian duduk. Ia kemudian membuka ponselnya dan memandangi foto-foto kebersamaannya dengan Aini.


"Di sini rupanya," ucap Arka tiba-tiba menghampiri Aini dan menariknya.


"Eh apa-apaan ini!" seru Aini berusaha melepaskan tangannya.


"Jangan berisik ikut aku!" sahut Arka


"Iya tapi ngapain!"


"Latihan Lah, waktunya tinggal sebentar lagi jadi kita harus latihan agar lebih akur saat di catwalk nanti," jawab Arka membuat Aini langsung membelakakan matanya


"Apa, Latihan??, apa aku tidak salah dengar?" tanya Aini lagi


Tiba-tiba Arka langsung mendekatkan wajahnya kepada Aini dan menempelkan telunjuknya ke kening gadis itu.


*Tuk!


"Kau ini, ternyata masih saja bodoh!" cibirnya


"Eh," Aini terkesiap melihat tatapan mematikan Arka


Ia bahkan tak melawan saat pemuda itu langsung menariknya keluar kelas.


Sementara itu teman-temannya tampak menganga melihat keduanya.


Tiba-tiba Arka melirik ke kanan kirinya, dimana semua orang tak berkedip memandanginya.


"Wah gila, ternyata kecantikan Aini benar-benar membius semua orang. Lihat saja Arka yang dulu begitu dingin dan selalu menjaga jarak dengannya kini berbalik mengejarnya,"


*Glek!


Tiba-tiba Arka menelan ludahnya saat mendengar ucapan salah satu temannya. Ia bahkan buru-buru melepaskan tangannya yang masih menggandeng erat Aini.

__ADS_1


Arka yang salah tingkah pura-pura menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Hmm, sepertinya pesona Aini memang tak ada lawan. tidak seperti Agni yang tinggal sepahnya karena sudah mulai expired,"


"What???"


Tiba-tiba Agni yang tak sengaja mendengar ucapan itu langsung melotot.


Ia bahkan tak percaya saat melihat Arka buru-buru pergi bersama Aini saat melihat kedatangannya.


*Hosh, hosh!!


Aini terengah-engah saat Arka terus mengajaknya berjalan tanpa tahu tujuan.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Aini kemudian menghentikan langkahnya.


"Tentu saja ke Aula,"


"Untuk apa?" tanya Aini


"Bisa tidak kamu diam dan menurut saja, karena semakin banyak kamu bicara maka kamu akan terlihat semakin bodoh!" cibir Arka


"Apa, kau bilang aku bodoh!" seru Aini langsung berkacak pinggang


"Inilah yang aku takutkan, aku takut kau tidak bisa menjaga mulutmu dan membuka rahasia kita,"


"Rahasia kita??" Aini tampak berpikir keras mencerna makna kata itu


Arka buru-buru membungkam mulut Aini yang berusaha membuka rahasianya.


"Dasar perempuan tak bisa dipercaya!"


"Ups maaf,"


Seketika bola mata Arka langsung membulat sempurna saat mendengar kata maaf dari Aini.


"Maaaf!" seru Aini kemudian berlari meninggalkannya.


*Grep!


Tidak sulit bagi Arka untuk mengejar gadis itu dengan kakinya yang panjang.


Aini tampak tercengang melihat semua peserta Abang None tampak menggandeng pasangannya masing-masing dan melakukan sesi pemotretan.


"Sekarang kau tahu alasanku membawamu kemari?" tanya Arka


Aini hanya mengangguk.


"Sekarang apa kau masih berpikir akan berganti pasangan?" Aini benar-benar terkejut saat mendengar ucapan Arka


"Bagaimana kau bisa tahu??"

__ADS_1


"Bahkan tembok pun bisa berbicara Ai,"


"Tapi...."


"Sudahlah lupakan saja. Asal kau tahu aku mau mengikuti perlombaan konyol ini semata-mata karena aku ingin melindungi mu. Tapi jika kau tidak mau ya terserah, aku tidak mau memaksa,"


"Pasangan selanjutnya!"


Seorang panita langsung menghampiri Arka dan Aini. Ia kemudian mengajak keduanya untuk berdiri di stand Foto.


Keduanya tampak begitu tegang dan canggung hingga membuat seorang pengarah gaya berusaha mendekatkan keduanya.


"Smile and Cheers!"


*Ceklek!!


Keesokan harinya, Aini menepati janjinya dengan menemui Agni. Ia sengaja mendatangi Agni di rumahnya untuk menyampaikan keputusannya. Namun sialnya Agni tak ada di rumahnya. Seorang asisten rumah tangganya mengatakan jika Agni berada di butik langganannya untuk membeli gaun untuk persiapan lomba besok.


Aini pun buru-buru menuju ke butik yang sudah sering ia datangi bersama Agni itu.


Saat ia hendak menyampaikan kabar bagus ini, justru ia melihat Agni tengah bercumbu dengan seorang pria tampan yang juga seorang peserta lomba .


Aini tak percaya saat melihat Agni tampak begitu menikmatinya ketika pria itu mencumbunya.


"Bagaimana bisa ia yang kemarin bilang sangat menyukai Arka dan berharap bisa jadi kekasihnya. Dengan mudah berpaling pada pria lain, sebenarnya apa yang engkau cari Agni?"


Aini yang sudah kecewa dengan Agni perlahan membuka tirai ruangan itu, membuat keduanya terkesiap melihat kedatangannya.


"Aini!" seru Agni begitu terkejut


"Aku benar-benar tidak menyangka jika kakak adalah seorang pembohong!" seru Aini kemudian berlari meninggalkannya


"Aini tunggu!" seru Agni berusaha menghentikannya


Namun kali ini Aini tak menggubris ucapannya.


Agni benar-benar marah kepadanya, wajahnya memerah, urat-uratnya nampak terlihat jelas seolah hendak menelan bulat-bulat sahabatnya itu.


Aini tidak boleh berpasangan dengan Arka, aku harus mencegahnya!


Agni berusaha mengejar Aini dan membujuknya lagi. Namun Aini tak berubah pikiran bahkan sampai Agni mengeluarkan sifat aslinya yang mengancam Aini jika ia tetap pada pendiriannya.


Agni bahkan tak main-main dengan ancamannya, ia bahkan menyewa beberapa bodyguard hanya untuk mencelakai Aini.


Agni memang sudah berjanji untuk memenangkan kontes abang none kali ini agar ia tetap menjadi idola kampus yang sudah ia raih selama 3 tahun berturut-turut.


Apalagi sebagai anak rektor ia bisa dengan mudah menjatuhkan Aini yang hanya seorang mahasiswa beasiswa.


Jadi mudah saja untuk mengalahkan Aini. Tidak perlu repot-repot mengotori tangannya.


" Aku yakin semuanya pasti beres jika uang yang bicara,"

__ADS_1


__ADS_2