CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
25. Persiapan Ujian


__ADS_3

*Tak, tak, tak!!


Semua mahasiswa tampak terkejut melihat kedatangan Arka yang terlihat begitu menawan pagi itu.


"Wow, ganteng banget. Aura Abang Kampus sepertinya sudah melekat dalam dirinya?"


"Hmm, dia makin ganteng aja, apalagi setelah memenangkan kontes peragaan busana kemarin,"



Arka Indradhanu


22 tahun


Tingga badan 180 cm


Berat badan 60 kg


Arka menghentikan langkahnya tepat di depan Aini yang sedang membaca komik.


*Brakk!!


Aini terkesiap saat pemuda tampan itu menggebrak mejanya.


"Eh!"


Gadis cantik itu langsung mendongakkan kepalanya menatap pria di depannya hingga keduanya tampak bertukar pandangan.


*Deg!


Sial, kenapa pagi ini dia ganteng banget, jadi salting kan,


Aini langsung memalingkan wajahnya, saat merasa dirinya mulai salah tingkah. Ia tak mau Arka tahu jika dirinya salah tingkah karena melihat ketampanannya.


Kini giliran Arka yang menatap tajam kearah gadis itu, "Kenapa masih di sini, besok kita akan menghadapi challenge terakhir jadi sebaiknya hari ini bolos kuliah aja," ucap Arka kemudian meraih lengan Aini


"Bolos??"


"Hmm,"


"Gak mau, dalam kamusku gak pernah ada kata bolos apapun alasannya," jawab Aini memalingkan wajahnya


"Gak ada waktu lagi untuk belajar Ai, kalau kamu gak mau bolos tinggal izin aja sama dosen. Mereka pasti kasih izin kok, apalagi tahu kalau kamu mau menghadapi ujian buat besok," jawab Arka mencoba bersikap sabar dan menjelaskan perlahan kepada Aini


"Ujian, ujian apa?" tanya Aini begitu penasaran


"Astaga!" Arka seketika menutup matanya saat mendengar jawaban Aini


Aku tidak menyangka jika dia beneran bodoh,


Meskipun begitu Arka berusaha sabar dan kembali menjelaskan kepada Aini perlahan.


"Ujian untuk seleksi abang none kampus lah, asal kamu tahu kalau untuk menjadi seorang abang none kampus itu gak hanya cantik, tapi juga harus smart dan berwawasan luas. So, udah pasti kamu harus belajar sekarang," terangnya


"Oh begitu rupanya," Aini tertunduk lesu saat membayangkan harus belajar mati-matian seperti saat ia menghadapi ujian semester.


Tanpa basa-basi Arka langsung menarik lengan Aini dan menyambar tas miliknya.

__ADS_1


"Udah jangan kebanyakan mikir!" serunya kemudian membawa gadis itu pergi



Dimas Ardhana


24 tahun


Tinggi badan 186 cm


Berat badan 66 kg


*Ciit!!


Arka menghentikan langkahnya saat melihat Dimas berdiri di depannya. Seakan tahu jika keduanya hendak belajar materi untuk ujian


Dimas kemudian memberikan sebuah buku modul kepada Aini.


"Semoga buku ini bisa membantumu Ai,"


"Terimakasih Kak,"


Arka menatap sinis kearah Aini yang tak berkedip menatap wajah sang kakak.


"Sampai ketemu di rumah bro!" seru Arka kemudian menarik Aini pergi meninggalkan Dimas.


"Sampai jumpa kak Dimas, terimakasih bukunya!" seru Aini melambaikan tangannya kepada pria itu.


Dimas hanya mengangguk membalas ucapan Aini.


Keduanya tengah melakukan uji coba menjawab soal-soal ujian. Selesai menjawab soal-soal ujian Zai dan Alexa bahkan langsung melatih keterampilan berbahasa mereka dengan berlatih berbicara bahasa asing.


"Dari dulu hanya Agni yang memiliki kemampuan berbahasa asing terbaik di kampus ini, tapi setelah ia tidak ada lagi di kampus ini sepertinya kalian akan dengan mudah mengalahkan para pesaing kalian yang notabene memiliki kemapuan bahasa asing pas-pasan," ucap sang dosen


"Aamiin, semoga saja begitu ya Mr. Apalagi aku sangat berharap jika tahun ini bisa merebut posisi abang none kampus. Karena dengan begitu akan memuluskan jalan Zai menjadi seorang artis yang diperhitungkan dalam dunia hiburan," tandas Alexa


"Tentu saja, dengan kemampuan bahasa asing kalian dan juga hasil ujian sementara yang baru saja kalian kerjakan, aku yakin semua itu bisa terwujud," jawab sang dosen


"Syukurlah!" ucap Alexa begitu bahagia


#Kediaman Arka


Arka tampak melatih Aini dengan keras. Ia bahkan berkali-kali harus mengajari gadis itu saat mengerjakan soal latihan bahasa asing.


"Kelemahan kamu itu hanya satu, yaitu gak bisa bahasa inggris, jadi kita fokus saja belajar bahasa Inggris!" seru Arka


"Apa soal ujiannya selalu banyak seperti ini?" tanya Aini


"Tentu saja, dan mungkin tahun ini bisa saja lebih banyak atau sama. Yang jelas kamu harus banyak latihan karena bahasa itu kalau tidak dilatih maka akan hilang," sahut Arka


"Tapi aku grogi kalau berlatih dengan kamu, gimana kalau aku berlatih dengan kak Dimas saja?" tanya Aini


"Jangan ngelunjak deh, kakak ku belum pulang. Dia itu sibuk karena sedang menulis skripsi jadi jangan ganggu dia!" sahut Arka


"Iya," jawab Aini memanyunkan bibirnya


*Ceklek!!

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka membuat keduanya langsung menoleh ke arah pintu.


"Kak Dimas??"


Aini tampak sumringah saat melihat kedatangan Dimas.


"Sepertinya aku mendengar ada yang memanggil namaku?" jawab Dimas menyunggingkan senyumnya kearah Aini.


Seketika wajah Aini langsung memerah, ia bahkan tersenyum simpul saat Dimas duduk di sampingnya.


"Aku kak, kalau kakak tidak sibuk, bisa gak kakak bantu aku berlatih berbicara bahasa inggris?" tanya Aini


"Tentu saja," jawab Dimas begitu antusias


"Yes!" seru Aini tampak begitu bahagia


Seketika Arka wajah Arka langsung berubah sinis, saat melihat Aini begitu antusias untuk belajar bersama Dimas


"Cih," Arka bahkan langsung berlalu pergi meninggalkan keduanya


Setelah Arka pergi, Aini justru tampak begitu rileks hingga ia bisa mengucapkan setiap kata-kata yang sulit dengan jelas dan fasih.


Tak ada lagi rasa gugup seperti saat ia berlatih dengan Arka hingga membuat gadis itu lebih cepat mempelajari kosa kata baru dari Dimas.


Sebagai mantan Abang Kampus Dimas tahu benar bagaimana cara membuat Aini untuk terus berbicara tanpa rasa takut salah ataupun gugup. Ia bahkan mengajari Aini bahagia caranya menghadapi demam panggung.


Melihat kedekatan Aini dan Dimas membuat Arka sedikit jelous hingga menghentikan sesi latihan mereka.


Ia kemudian menyuruh Aini untuk mempelajari beberapa pertanyaan yang sering muncul saat interview Abang None Kampus daripada belajar berbicara bahasa Asing.


Meskipun awalnya Aini menolak, namun dengan bujukan Dimas Aini pun akhirnya mau mengikuti arahan Arka.


Aini pun begitu antusias saat membaca buku tebal pemberian Arka.


Aini bahkan sampai terlelap saat ia sedang membaca buku itu.


"Dasar pemalas, baru baca segitu aja sudah ketiduran, gimana mau menang??" gerutu Arka


Lelaki itu kemudian mengambil rotan dan memukul meja Aini membuat gadis itu kaget dan gelagapan.


*Brakkk!!


"Iya ada apa!" seru Aini dengan wajah panik .



Aini Wulandari


21 tahun


Tinggi badan 168 cm


Berat badan 46 kg


Bukannya marah, Arka justru terkesiap saat melihat wajah cantik Natural Aini saat bangun tidur.


Gila, bagaimana bisa dia secantik itu padahal ia tidak memakai riasan. Ia juga terlihat begitu cute meski baru bangun tidur???

__ADS_1


__ADS_2