CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
15. Malu tingkat Dewa


__ADS_3

"Bukankah sudah ku bilang jika permintaan maaf itu terlihat tulus kalau diucapkan sekali atau dua kali saja. Tapi kalau kau mengucapkannya berkali-kali itu malah membuat mu terlihat tidak tulus dan hanya terkesan seperti pencitraan semata. Sebenarnya kamu tulus meminta maaf atau tidak sih?" tandas Arka membuat Aini terkesiap


"Tentu saja aku tulus meminta maaf padamu,"


"Permintaan maaf itu bukan hanya sekedar omongan belaka tapi harus benar-benar memperbaiki situasi setelah itu. Apa kau sudah melakukanya?" tanya Arka lagi


"Kalau itu aku...." Aini tampak gagap dan tak bisa melanjutkan ucapannya.


"Tapi beneran aku merasa bersalah dan aku benar-benar minta maaf padamu Arka, maaf untuk karena terus meminta maaf karena hanya itu yang bisa aku lakukan,"


*Dug!!


Tiba-tiba Aini meninju perut Arka membuat pria itu langsung meringis kesakitan.


"Aww!!"


"Terakhir aku minta maaf karena terpaksa harus memukulmu, aku sudah tak tahan lagi menahan rasa kesal ini!" seru Aini kemudian buru-buru berlari meninggalkan Arka.


*Ceklek, ceklek!


"Kenapa pintunya tidak bisa dibuka, apa pintunya rusak!" seru Aini sambil menggerakkan engsel pintu berusaha untuk membukanya.


*Ceklek, ceklek, ceklek!!


"Jangan bilang ada yang mengunci kami, oi... Yang diluar, tolong buka pintunya!" seru Aini sambil menangis


"Tolong buka pintunya!" serunya lagi


*Dor, dor, dor!!


"Hmm," Arka hanya termangu melihat Aini yang terlihat begitu kesal.


Ia sempat tersenyum saat melihat Aini menangis sambil menggedor-gedor pintu.


"Tolong buka pintunya, buka!!"


Aini tiba-tiba berhenti menggedor-gedor pintu saat melihat papan pengumuman di atas pintu mulai bergoyang-goyang.


*Gubrak!


Aini membelakakan matanya saat papan pengumuman itu jatuh kearah.


*Bruughhh!!!


Aini semakin terkejut saat melihat Arka yang berlari kearahnya dan menahan papan pengumuman itu hingga ia terluka hanya demi menyelamatkannya.


Kata orang Selain dingin, moodnya juga susah ditebak suka berubah-ubah. Kadang baik kadang terkesan jahat dan cuek. Namun siapa sangka sebenarnya dia adalah pria yang baik. Aku bisa melihatnya sendiri bagaimana ia begitu tulus menyelamatkan ku dan membiarkan dirinya terluka.


Arka tampak menahan papan pengumuman itu dengan menggunakan tangannya.


Membuat Aini tampak terkesiap melihat aksi heroik pemuda itu.


"Arka, apa kau baik-baik saja?"


"Hmm,"


"Tapi kau berdarah," Aini menunjuk kearah pelipis Arka yang mulai mengeluarkan cairan berwarna merah pekat.


"Ukh, jangan berisik!" seru Arka


"Kau gak papa kan, coba lihat ini berapa?" tanya Aini sambil menggerakkan tangannya.


Arka berusaha menebak jumlah jari Aini, namun tiba-tiba pandangannya mulai kabur. Keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah tampannya.


*Srukk!

__ADS_1


"Eh, kamu kenapa!"


"Diam,"


"Arka, kamu baik-baik saja kan?" tanya Aini begitu khawatir saat Arka tiba-tiba memejamkan matanya.


*Bruughhh!!


Lelaki itu jatuh di pelukan Aini.


"Eh, kamu... kenapa?"


Aini tak bisa bergerak saat pria tampan itu jatuh menimpanya.


"Arka bangun," Aini berusaha membangunkan pemuda itu


Aduh, bagaimana ini aku tidak bisa bergerak. Tubuhmu terlalu besar Arka.


Aini hanya bisa menepuk-nepuk punggung Arka berharap pria itu segera siuman.


"Tolong jangan lama-lama pingsannya, kakiku sudah mulai kesemutan," tandasnya lagi


Sementara itu Arka mendusel-duselkan wajahnya ke leher Aini membuat gadis itu sedikit ketakutan.


"Hmm, wangi sekali, sudah lama sekali, hmm, enak...."


"Kyaaaa, apa yang kamu bicarakan Arka!" tiba-tiba pikiran Aini mulai berbelok, ia mulai berpikir jika Arka adalah pria mesum dab sengaja memanfaatkannya.


*Triinng!!


Tiba-tiba layar game muncul dan menunjukkan angka ketertarikan Arka kepadanya.


10


20


40


50



Gila, tiba-tiba saja tingkat ketertarikan Arka meningkat padaku, apa jangan-jangan dia selama ini hanya berpura-pura tidak menyukaiku??


"Selamat level ketertarikan target naik pesat, sebagai hadiah skill segel dibuka. Skill pertama appearance booster. Skill bisa dipakai mulai sekarang,"


"Arrgghhh!, dasar mesum!" seru Aini kemudian mendorong Arka dan berlari meninggalkannya.


Aini seketika menghentikan langkahnya saat ia tahu tak ada jalan keluar.


Ia membalikkan badannya dan menatap Arka yang masih tak sadarkan diri.


"Kenapa aku jadi jahat begini, aku yakin dia gak bermaksud seperti itu, secara dia masih belum sadar,"


Aini perlahan menghampiri Arka, "Kasian sekali, gara-gara aku kamu jadi terluka seperti ini. Sebaiknya aku segera cari pertolongan,"


Aini kemudian mengeluarkan ponselnya, namun sialnya baterainya habis.


"Ya ampun kenapa tiba-tiba situasinya seperti dalam drama Korea," Aini kembali menatap sendu p kearah Arka


Ia berusaha mengusap darah di pelipis pemuda itu.


*Grep!


*Deg!

__ADS_1


Aini kaget saat Arka tiba-tiba menyentuh telapak tangannya.


"Pergi,"


"Apa, kau menyuruhku pergi??" ucapnya tak percaya


"Jangan,"


"Tapi kau terluka parah?"


"Jangan pergi," Arka kemudian menarik Aini dan memeluknya.


*Deg!!


"Bau manis, sudah lama, hmm," kembali Arka mendusel-duselkan wajahnya ke leher Aini membuat gadis itu kembali menganga dibuatnya


"Eh, dia mulai lagi. Sepertinya dia jadi gak waras karena kepalanya terbentur papan pengumuman!" kembali Aini mendorong pemuda itu sebelum terjadi hal-hal yang diinginkan.


*Dug!!


"Arrgghhh!" Arka mengerang kesakitan saat kepalanya membentur dinding


"Arka, kamu gak papa?" tanya Aini buru-buru mendekatinya


"Ya dia pingsan lagi, Arka sadar!" kembali Aini mengguncang tubuh pemuda itu untuk menyadarkannya


"Seandainya kau tidak cantik...."


"Eh...apa maksudmu??, apa kau lebih suka cewek yang tidak cantik?"


Arka kini membuka matanya dan menatap lekat kearah Aini membuat gadis itu langsung gemetar.


Ia kembali memeluk Aini membuat gadis itu semakin bingung.


"Sebenarnya kamu kenapa, kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja?" ucap Aini


"Biarkan aku memelukmu sebentar saja," ucap Arka


Kenapa sikapmu tiba-tiba seperti ini, haruskah aku menghiburnya.


Aini kemudian perlahan mengusap punggung Arka berusaha menenangkan pemuda itu.


Sepertinya ia punya trauma yang membuatnya bersikap dingin, ternyata dibalik sikap angkuhnya dia adalah seorang yang rapuh, kasian sekali.


*Deg!!


Tiba-tiba Arka membelakakan matanya saat menyadari ia dalam pelukan Aini si beo yang selalu meminta maaf.


Ia buru-buru melepaskan pelukannya, " Apa yang sudah kau lakukan!" serunya kemudian mendorong Aini hingga ia terhempas ke lantai


"Aww!!"


Arka segera bangun dan menatap Aini yang masih meringis kesakitan.


Ia berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu.


"Aku gak ngapa-ngapain kamu kok," ucap Aini buru-buru bangun dan berdiri


Kini Arka mulai mengingat semua kejadian setelah ia tertimpa papan pengumuman. Betapa malunya Arka saat menyadari jika dirinya hampir berbuat mesum kepada Aini.


"Arrgghhh!!" Arka menjerit histeris saat mengingat semua perlakuannya kepada Aini membuat gadis itu terkejut.


"Kamu kenapa, apa kau baik-baik saja?" tanya Aini


Saat gadis itu hendak menyentuhnya Arka langsung membalikkan badannya dan berlari meninggalkan Aini.

__ADS_1


"Mau kemana, Itu pintunya terkunci!"


*Brakkk!!


__ADS_2