
"Galih!"
"Arya!"
"Leo!"
"Sean!"
Aini segera menutup telinganya saat terdengar suara bising orang-orang memanggil nama personil The Arjuna.
Ia semakin terkesiap saat melihat Galih berdiri di depan panggung dan diteriaki para fansnya.
"Galih!!"
"Dia..., bukankah dia pria yang tadi menolongku!"
"Gadis itu!"
*Deg!
Keduanya saling bertukar pandang, membuat Aini langsung memalingkan wajahnya.
Gila, dia ganteng banget kalau udah diatas Stage.
*Trinngg!!
Target kedua sudah di temukan!!
Galih Andra
Memebers The Arjuna
Hadiah +100 poin
"Jadi target keduanya adalah Galih The Arjuna, tapi bagaimana aku bisa mendekatinya jika ia seorang selebritis,"
"Jangan khawatir neng nong, sekarang kau bisa memanfaatkan layanan toko untuk mendekatinya,"
*Triinngg!!
Tiba-tiba layar game terbuka.
"Sekarang kau punya 30 Bintang, kau bisa menggunakannya untuk membeli sesuatu," ucap Ben
"Tapi semuanya mahal-mahal, sedangkan aku hanya punya 30 bintang," jawab Aini lesu
"Kau bisa menggunakan pintu ajaib ini untuk mencari Galih,"
"Pintu kemana saja, apa ini seperti pintu ajaib Doraemon?" tanya Aini mengerutkan keningnya"
"Yups, kamu bisa memanfaatkan pintu ini untuk menemui Galih. Seperti pintu ajaib Doraemon pintu ini akan membawamu menuju ke target yang kamu cari," terang Ben
"Wah keren!" seru Aini
Tanpa ragu-ragu iapun mengikuti saran Ben untuk membeli pintu itu.
"Sekarang silakan di coba?"
"Sekarang??"
"Tahun depan neng nong," jawab Ben menatapnya sinis
"Hehehehe, canda Ben!"
__ADS_1
Selesai membeli pintu ajaib itu Aini segera menggunakan pintu itu untuk mencari Galih.
"Bawa aku ke tempat Galih!" ucap Aini sebelum memasuki pintu ajaib itu.
Tiba-tiba ia terkejar saat berada di sebuah ruangan dimana banyak berkumpul para selebritis pengisi acara konser.
"Astaga, semuanya artis papan atas. Wait... sepertinya aku mengenal dia?" Aini tampak memandangi seorang pria yang tak asing baginya.
"Sekarang giliran mu Zai!" seru Ale menyuruh Zai untuk segera menuju ke panggung.
Aini bahkan memalingkan wajahnya saat Zai melintas di depannya.
"Fiuh, syukurlah dia tidak melihatku," ucap Aini lega
Saat ia membalikkan badannya ia terkesiap saat melihat Galih berdiri di depannya.
*Deg!!
"Kamu??"
Galih tersenyum simpul saat melihat wajah panik Aini.
"Apa yang kamu cari di sini cantik?" tanya Galih mendongakkan wajah Aini
"Eh, aku...." Aini tampak gelagapan saat melihat Galih dari dekat.
"Sebaiknya kita ngobrol dibelakang saja, gak enak kalau di sini," bisik Galih kemudian menarik Aini meninggalkan ruangan itu.
Galih mengajak Aini ke sebuah ruangan VIP.
"Silakan duduk," ucap Galih mempersilakan Aini duduk
Ia kemudian mengambil sebotol juice jeruk dan menuangkannya ke gelas.
"Sepertinya kau datang mencari seseorang, kalau boleh tahu siapa yang kau cari?" tanya Galih sambil memberikan segelas jus kepada Aini
Lagi-lagi Galih menyunggingkan senyuman mautnya saat mendengar jawaban polos Aini.
"Selain cantik kamu juga ternyata sangat polos, aku jadi semakin penasaran denganmu cantik," ucap Galih mencubit gemas pipi Aini
Aini benar-benar tak mengira jika Galih yang terlihat Cool saat di panggung ternyata sangat hangat dan ramah.
"Entah aku senang sekali bisa bertemu denganmu lagi, apalagi kita bisa berduaan di tempat seperti ini. Bagaimana kalau kita jadian saja?"
"Apa??" Aini membelakakan matanya saat mendengar Galih tiba-tiba menembaknya
"Mau kah kamu jadi pacarku!"
Aini kembali membelakakan matanya mendengar Galih mengulangi ucapannya.
"Ah...anu," ucap Aini terbata-bata
Wajahnya tiba-tiba memerah, saat Galih mendekatkan wajahnya. Aini yang begitu malu langsung mendorong Galih dan keluar dari ruangan itu.
*Dug!
"Maafkan aku!" seru Aini sambil berlari
" Eh Tunggu, aku belum tahu siapa namamu!" seru Galih berusaha menyusul Aini
Namun ia harus menghentikan langkahnya saat melihat manajernya berjalan kearahnya.
"Ah sial!"
Aini terus berlari meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Yang benar saja, masa kita baru saja bertemu bahkan dia belum tahu namaku tapi dia langsung menyatakan perasaannya kepadaku. Memangnya gaya hidup artis seperti itu ya. Terlalu blak-blakan.
"Fiuh, padahal dia itu seorang artis dan untuk bertemu dengannya lagi pasti sulit. Tapi kenapa aku malah menolaknya. Dasar bodoh!"
********
Keesokan harinya Aini tampak terkejut saat melihat teman-temannya berkumpul di depan gerbang seolah hendak menyambut kedatangan seorang tokoh penting.
"Ada apa ini, memangnya siapa yang mau datang sampai semua orang berbaris di depan gerbang sekolah??"
*Dug!
"Aww!!" Aini terkejut saat beberapa orang temannya menabrak dirinya hingga ia jatuh.
"Ya ampun ada apa sih ini, kenapa semua orang tiba-tiba menjadi brutal. Memangnya mereka gak lihat aku apa sampai menabrak ku!" gerutunya
Ia kemudian membalikan badannya untuk melihat siapa yang datang hingga membuat semua mahasiswa berlarian untuk melihatnya.
"Galih!!!" Aini benar-benar tak menduga kalau hari itu Galih akan mengunjungi kampusnya.
"Apa aku benar-benar kudet sampai tidak tahu kalau Galih akan datang ke kampusku??"
Tanpa sengaja ia beradu pandang dengan Galih, membuat ia langsung memalingkan wajahnya.
"Astaga, kenapa aku jadi deg-degan gini!"
Aini hanya diam mematung saat Galih melintas di depannya tanpa menyapanya.
Apa dia tidak mengenaliku??, sepertinya dia sudah melupakan kejadian kemarin. Mungkin artis selalu seperti itu mudah melupakan sesuatu. Oh betapa malunya aku karena merasa ia benar-benar menyukai ku, padahal sebenarnya tidak.
Aini melangkah gontai menuju ruang kelasnya.
Hari ini Arka bahkan tidak masuk kelas karena harus menemani kakek berobat ke luar negeri. Jadi sepi deh,
Aini kemudian merebahkan kepalanya diatas meja seperti yang selalu dilakukan Arka.
Ternyata nyaman juga, pantas saja Arka suka melakukan hal ini.
"Wah hari ini kita akan diajar oleh Galih!" seru salah seorang teman Aini begitu antusias
"Benarkah?" tanya mahasiswa lain begitu penasaran
"Iya, dari informasi yang aku dengar hari ini dia akan menjadi dosen praktisi yang akan mengajar materi publik relation,"
Aini seketika mengangkat kepalanya mendengar ucapan temannya itu.
"Dosen praktisi??"
"Iya Ai, hari ini Pak Burhan akan digantikan oleh Galih personel The Arjuna yang akan mengajar kita,"
"Yeaayy!!" seru mahasiswa berteriak kegirangan
*Tak, tak, tak!!
Semua mahasiswa langsung duduk di bangkunya masing-masing saat mendengar suara Pak Burhan mendampingi Galih menuju ke ruang kelas.
"Wah ganteng banget!" seru mahasiswa putri terkesiap memandang ketampanan wajah Galih
Sementara itu Aini langsung menundukkan wajahnya saat Galih menatapnya.
Senangnya bisa bertemu denganmu lagi cantik,
Waktu pelajaran yang berlangsung selama satu jam terasa begitu singkat karena diisi oleh Galih. Para mahasiswa bahkan melakukan sesi Photo bersama setelah Galih selesai mengajar. Tidak lupa mereka juga berebut meminta tanda tangan dan berswafoto berdua dengan idola remaja itu.
Hanya Aini yang tampak diam dan tak begitu antusias seperti teman-teman lainnya.
__ADS_1
Ia tetap duduk diam di kursinya sambil mengerjakan sesuatu.
Dari sekian banyak wanita, hanya dia yang berani mengacuhkan ku.