CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
22. Kesabaran ku ada batasnya


__ADS_3

"What toko babe (barang bekas)??"


Arka terkesiap saat Aini mengajaknya ke sebuah toko barang bekas.


"Jangan salah meskipun ini hanya barang bekas tapi semu barang di sini masih bagus dan rata-rata masih bagus karena baru di pakai sekali atau dua kali saja," tutur Aini


"Tetep saja bekas," cibir Arka


"Ada yang bilang kalau pakaian itu tergantung siapa yang makai. Meskipun itu baju murah sekalipun tapi kalau yang makai kamu pasti orang mengira itu pakaian mahal dan branded. Begitupun sebaliknya, meskipun baju yang kau pakai bekas tapi siapa yang percaya, seorang Arka memakai barang bekas, betul gak?" jawab Aini


"Betul!" sahut Ben mengerlingkan matanya kepada Aini


"Hmm,"


Aini kemudian langsung memilih pakaian yang ada di etalase, sementara Arka hanya diam sambil memainkan ponselnya.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja Aini sudah berhasil mendapatkan beberapa potong pakaian lengkap dengan aksesorisnya.


Melihat Arka yang tak bersemangat memilih pakaian maka iapun memilihkan pakaian untuknya.


"Ayo kita coba?" Aini kemudian menarik Arka menuju ruang ganti


"Aku tidak mau pakai baju bekas," tolak Arka


"Apa perlu aku yang memakaikan?" ucap Aini mendekatkan wajahnya kepada pria itu


"Apaan sih!" Arka segera mengambil pakaian dari tangan Aini dan menutup tirai ruang ganti.


Tidak berapa lama ia keluar, dan membuat pelayan toko terkesiap melihat ketampanannya.


"Wah, bajunya pas sekali. Anda semakin terlihat menawan dengan pakaian itu?"


"Hmm,"


Tidak lama Aini juga keluar dari ruang ganti, membuat Arka seketika terkesiap melihat penampilan Aini yang tampak elegan dengan menggunakan gaya vintage tahun delapan puluhan.


"Anj*r, keren banget, kamu benar-benar elegan dan menawan Ai!" seru pemilik toko


Keduanya kemudian diminta berphoto oleh sang pemilik toko.


"Kali ini aku gratiskan semua belanjaan kamu Ai, anggap aja ini bayaran dariku karena kamu sudah mau menjadi model kami," ucap pemilik toko


"Terimakasih Pak,"


"Sama-sama Ai, sering-seringlah belanja di sini, karena mulai sekarang kami akan memberikan diskon spesial buat kamu,"


"Makasih banyak Pak Nurdin," jawab Aini kemudian mencium tangan lelaki tua itu


Selesai berbelanja Arka mengantar Aini pulang ke rumahnya.


"Jangan lupa besok datang tepat waktu," ucap Arka saat Aini turun dari motornya


"Iya," jawab Aini kemudian melambaikan tangannya kepada pemuda itu


Keesokan harinya, semua orang dibuat menganga saat melihat penampilan Aini yang tampil menawan dengan vintage tahun delapan puluhan.


"Wah, Aini cantik banget!"

__ADS_1


"Bajunya mereka apa Aini, keren banget deh!" sahut seorang perempuan menghampirinya



Aini Wulandari


Usia 21 tahun


Tinggi badan 168 cm


Berat badan 46 cm


Tidak lama Agni tiba dengan dandanan super modisnya. Ia menggunakan dress mini diatas lutut dengan warna hitam membuatnya tampil elegan.



Agni Prameswari Sudjono.


22 tahun


Tinggi 170 cm


Berat badan 48kg


"Gila, Agni keren banget. Dari kaki sampai kepala semuanya barang branded, keren abis!"


Aini tersenyum bahagia saat semua orang mulai memujinya.


"Tapi tetap saja Aini lebih vintage dan aesthetic banget,"


"Bener, gue juga pilih Aini, lebih keren aja soalnya penampilannya gak biasa eksklusif banget!"


Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa menang dariku Ai, aku akan menggunakan segala cara untuk mempertahankan posisiku,


Agni berjalan mendekati Aini.


"Hmm, sepertinya gaun kamu emang keren sih Ai, make up nya juga ok,"


"Terimakasih, Kak. Kakak juga keren kok, aku suka gayanya elegan,"


"Tapi sayangnya hanya kamu yang bisa menilai ku seperti itu. Sedangkan mereka tidak tahu apapun tentang mode,"


"Tapi yang menilai kan bukan mereka kak. Aku yakin pihak kampus akan mendatangkan juri yang kompeten dan tentu saja mereka akan menilai dengan adil," jawab Aini


"Tentu saja Ai, semoga kita bisa bersaing dengan sehat ya,"


"Iya kak,"


Agni kemudian mengajak Aini untuk bersama-sama menuju ke panggung utama.


Aini pun tak menolak, Ai yang begitu polos tak pernah mengira jika Agni sebenarnya memiliki niat jahat kepadanya.


Hingga saat keduanya menuruni anak tangga menuju ke panggung utama, Agni sengaja mendorong Aini hingga ia jatuh dari tangga.


Bukannya menolong Ia malah membiarkannya jatuh.


"Ups sorry sengaja," ucap Agni saat melintas di depan Aini seolah sengaja mengejeknya.

__ADS_1


Aini tampak begitu marah begitu mendengar ucapan Agni namun seperti biasa ia berusaha meredamnya.


"Apa kau baik-baik saja?"


Aini mendongakkan wajahnya saat seseorang mengulurkan tangannya.


"Arka??"


Pemuda itu langsung membantunya untuk bangun.


"Jangan sedih, dan jangan terprovokasi oleh perlakuan kasar Agni. Aku yakin di sengaja untuk memecah konsentrasi mu agar kita kalah di peragaan busana nanti," ucap Arka berusaha menenangkannya


"Iya," jawab Aini kemudian merapikan penampilannya


Arka kemudian mengajaknya.ke ruang ganti. Saat melihat kaki aini yang terluka Arka bahkan mengobatinya.


Tidak ku sangka ternyata Arka sebenarnya seorang yang baik dan hangat.


"Terimakasih Arka,"


"Sama-sama Ai, sepertinya sepatumu tidak bisa di pakai lagi," Arka mengambil sepatu Aini yang tampak putus talinya.


"Tunggu di sini sebentar, aku akan mengambilkan gantinya untukmu,"


Saat Arka meninggalkan Aini Kembali Agni menyuruh teman-temannya untuk membully Aini.


Kali ini ia sengaja menyuruh mereka untuk menyiram Aini menggunakan air comberan.


"Wah, ternyata dia ada di sini rupanya," ucap salah seorang teman Agni datang menghampirinya


"Gimana rasanya jatuh dari tangga, pasti sakit ya," imbuh yang lainnya


"Tapi bukankah lebih baik sakit jatuh dari tangga daripada sakit dipermalukan di atas panggung nanti,"


"Harusnya kamu tuh tahu diri Ai. Selama ini Agni sudah mau jadi sahabat loh, karena jarang-jarang kan ada yang mau temenan sama orang miskin kaya lo. Meskipun wajah lo sudah dipermak abis-abisan tetep aja yang namanya sampah ya tetap sampah. Bau dan kotor!"


*Byuurr!!!


Aini membelakakan matanya saat mereka menyiramnya dengan air comberan.


"Nah yang namanya sampah ya gini busuk dan menjijikan. Sebaiknya kau menyerah saja dan jangan lanjutkan perlombaan ini atau kau kau memang tak tahu malu!"


"Sudah teman-teman, sepertinya si Dugong sudah sadar diri tuh!" seru Agni kemudian mengajak kedua sahabatnya pergi.


"Dasar pengecut, kau bahkan tak ada bedanya dengan seorang pecundang yang melakukan kecurangan karena tahu tak akan menang melawan ku!" tukas Aini


mengeratkan tangannya dan menatap tajam Agni.


"Sampah sepertimu tahu apa, kau pikir bisa memang hanya dengan modal wajah cantik doang. Sepertinya aku perlu mengembalikan wajah jelek mu itu agar kau sadar siapa dirimu!" jawab Agni berusaha untuk menyerang Aini lagi


Namun kedua sahabatnya menahannya.


"Jangan Agni, sudah cukup. Jangan sampai kau bertindak terlalu jauh karena itu bisa merugikan dirimu!" ucap salah seorang temannya berusaha menyadarkannya.


Ku pikir memaafkan mu akan membuat mu sadar, ternyata aku salah. Padahal aku sudah menganggap ku teman, tapi ternyata selama ini kau hanya memanfaatkan aku,


__ADS_1


Tanpa pikir panjang Aini pun menekan tombol Yes.


__ADS_2