
Saat Aini menolak permintaan Agni sejak itupun pertemanan mereka putus. Agni kini menggerakkan teman-temannya untuk membully Aini.
Pagi itu ia sengaja menghampiri Aini yang baru tiba di kelasnya.
"Pagi Ai kamu terlihat cantik banget pagi ini," puji Agni
"Terimakasih, kaka juga cantik hari ini," jawab Aini
"Kalau boleh tahu kamu pake make up apa sih kok bisa secantik ini?" tanya Agni lagi
Aini hanya tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih saat mendengar pertanyaan itu dari Agni
Bagaimana aku menjawabnya ya, gak mungkin kan aku kasih tahu kak Agni kalau aku jadi cantik seperti ini karena game.
Aini
Status Poin
Cute 50
Pure 140
Total Poin 190
Itu dia sebenarnya rahasianya kak,
"Aku gak pakai make up kak," jawab Aini dengan polosnya
"Masa sih," jawab Agni kemudian tiba-tiba menyeka wajah Aini dengan kapas putih.
"Cih, katanya gak pakai make up tapi noda make up nya tebel banget," cibir Agni kemudian memperlihatkan bekas noda di kapas yang dipegangnya
"Wah tidak di sangka, ternyata kecantikan Aini dari make up. Memang sih the power of make up itu bisa merubah segalanya, bahkan Dugong buruk rupa saja bisa jadi bidadari!" celetuk Alexa yang kemudian menghampiri Agni
Aini kini mulai sadar jika Agni sudah mulai menyerangnya. Apalagi saat melihat sosok Alexa yang berdiri di sampingnya.
Jangan diam jika ada yang membully mu Ai, lawan mereka dan tegakkan kepalamu?
Tiba-tiba kata-kata Dimas terngiang di telinga Aini membuat gadis itu seketika mengepalkan tangannya.
Jadi sekarang mereka bersekongkol untuk menyerangku, baiklah mari kita lihat siapa yang akan jadi pemenangnya.
__ADS_1
Aini beranjak dari duduknya dan menghampiri Agni. Ia kemudian mengambil kapas putih yang dipegang oleh Agni.
"Rasanya gak fair jika kalian menilai ku secara sepihak saja tanpa mengetahui kebenarannya. Kali ini aku meminta salah satu dari kalian untuk mengecek lagi apa benar aku menggunakan make up atau tidak?" ucap Aini
Ia kemudian memanggil dua orang temannya untuk menyeka wajahnya dengan menggunakan Kapas yang sudah ia persiapkan.
Salah seorang dari mereka langsung menyeka wajah Aini dan tercengang saat melihat hasilnya.
Kapas itu masih putih bersih tanpa noda.
"Aini gak pakai make up ini buktinya," ucap lelaki itu kemudian memperlihatkan kapas di tangannya kepada teman-temannya
Tidak jauh berbeda dengan mahasiswa sebelumnya, kali ini seorang mahasiswi perempuan yang menyeka wajah Aini. Dan lagi-lagi semua orang tampak terkejut saat melihat kapas itu masih putih bersih.
"Kalau begitu apa Agni berbohong!" celetuk salah seorang dari mereka
"Kalau itu silakan kalian cek sendiri, maaf aku bukan tipe orang yang suka menjatuhkan orang lain demi untuk mendapatkan sesuatu," jawab Aini sinis
Di saat bersamaan Arka mengambil kapas dari Aini dan menyeka wajah Agni.
"Apa!" Agni begitu terkejut saat Arka tiba-tiba menyeka wajahnya
"Bukankah ini noda yang sama!" ucap Arka sambil membandingkan kapas milik aini dan kapas yang dipakai Agni untuk menyeka wajah Aini
"Dasar pembohong!" cibir Arka kemudian membuang kapas itu ke lantai
"Wah sepertinya kecantikan Agni itu editan,"
"Dia cantik karena riasan yang tebal, wah kita tertipu selama ini,"
"Diaaammmm!" teriak Agni membuat semua orang langsung terdiam
Merasa di permalukan oleh Aini Agni pun membuat rencana lain untuk membalas dendam kepada Aini.
Dibantu Alexa, ia kemudian menggoreng berita tentang Aini yang melakukan operasi plastik.
Sore harinya Agni sengaja mengadakan live streaming di media sosialnya. Ia membenarkan ucapan Alexa yang menuduhnya membiayai operasi plastik Aini.
"Asal kalian tahu, aku terpaksa membantu Aini melakukan operasi plastik karena waktu itu ia begitu memaksa. Aini menceritakan bagaimana perundungan yang ia terima saat memiliki wajah jelek. Ia bahkan mengancam akan bunuh diri jika aku tidak mau membantunya. Tentu saja aku tidak punya pilihan lain selain membantunya. Toh tidak ada salahnya membantu anak yang kesusahan sepertinya. Apalagi saat itu dia bilang jika dirinya baru saja di tinggal mati ayahnya. Coba hati siapa yang tidak iba mendengar ceritanya!" seru Agni dalam siaran langsungnya di media sosialnya.
Bukan hanya itu saja bahkan Agni sengaja memasang wajah asli Aini sebelum berubah cantik. Dibantu Zai dan Alexa mereka bertiga pun menyebarkan informasi tersebut melalui channel YouTube Zai yang memiliki jutaan followers.
__ADS_1
Semua orang mulai mencaci Aini di media sosial. Bukan hanya di Media sosial bahkan semua mahasiswa kembali menjauhi Aini dan langsung memalingkan wajahnya saat melihat gadis itu.
Di saat Aini sedang bersedih kembali Dimas menghampirinya seperti biasa pemuda itu memberikan semangat kepadanya.
"Apa yang aku lakukan ini sudah keterlaluan ya, apa aku salah jika aku tetap ingin melanjutkan perlombaan ini?" tanya Aini
"Tidak ada yang salah Ai, yang kamu lakukan itu benar. Aku bangga padamu karena kamu sekarang sudah berani melawan, kamu tidak lagi menjadi pengecut yang membiarkan orang lain merundung mu. Tetaplah menjadi Aini yang pemberani dan lanjutkan impianmu untuk memenangkan kontes ini. Aku selalu mendukung mu Ai, semangat!" seru Dimas memberinya semangat
"Terimakasih kak," ucap Aini begitu terharu mendengar ketulusan Dimas
Dengan support dari Dimas Aini kembali bangkit dan berjanji untuk mengalahkan Agni dalam challenge ke dua.
*Byuur!!
Tiba-tiba Aini mematung saat seember air jatuh dari atas pintu dan mengguyur tubuhnya. Bukan hanya itu saja, teman-temannya tiba-tiba menghampirinya dan melemparkan tepung kepadanya.
"Sekarang saatnya untuk membalas Ai, jangan biarkan mereka selalu menindas mu, balas mereka dan aku yakin kau akan bisa mengalahkan mereka. Semua orang adalah pemenang jadi buktikan padaku jika kamu memang seorang pemenang," ujar Arka tiba-tiba berdiri di belakangnya
Aini menatap nanar satu persatu teman-temannya, membuat mereka sedikit terintimidasi oleh tatapannya. Bukan sampai di situ saja, mereka bahkan bahkan memberi lem di kursinya membuat Aini tak bisa bangun dari duduknya.
"Hahahaha!!" semua orang menertawakan Aini membuat Arka langsung membanting kursi membuat semuanya langsung terdiam.
Arka kemudian membantu Aini melepaskan kursi yang menempel dengan pakaiannya
Aini sengaja menggunting bagian belakang roknya agar ia bisa melepaskan kursi itu.
Arka bahkan melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada Aini untuk menutupi bagian belakang roknya.
"Kalian benar-benar jahat, aku harus memberikan pelajaran kepada kalian!" seru Aini
Saat kemarahan Aini benar-benar memuncak tiba-tiba muncul layar game.
*Tet, tet!!
PERINGATAN!
Tekanan Yang terima player terlalu besar!!
Amarah player semakin memuncak!!
Kepribadian Player mulai berubah!!
__ADS_1
Skill baru diterima!!