
#PERINGATAN!
Tekanan Yang terima player terlalu besar!!
Amarah player semakin memuncak!!
Kepribadian Player mulai berubah!!
Skill baru diterima!!
Dark Shadow skills
đź’€Menyerap semua kemampuan lawanÂ
đź’€membuat lawan yang dipilih player mempermalukan dirinya sendiri
đź’€Membuat hati lawan luluh dan bergantung kepada player
đź’€Mengembalikan lagi tekanan yang diberikan lawanÂ
Aini menatap nanar layar game di depannya. Kenapa semuanya berubah gelap??
Aini kemudian berlari meninggalkan kelas. Ia kemudian berlari menuju ke toilet. Ia menatap nanar wajahnya di depan cermin.
"Aku sudah muak dengan semua hal buruk yang selalu menimpaku berulang kali sampai kapan aku hidup seperti ini??" Aini mengepalkan tangannya
"Kenapa kamu tidak membalas saja perbuatan mereka," ucap Ben tiba-tiba berdiri di sampingnya
"Balas dendam??"
"Iyups Baby, dengan Hadiah yang sudah kuberikan?"
"Dark Shadow skills??"
"That's right baby. Anggap saja ini kesempatan terbaik untukmu membalas mereka yang sudah membuat mu seperti ini. Lihatlah dirimu... Bagaimana bisa Aini cantikku jadi seperti ini??" ucap Ben mendongakkan wajah Aini
*Tringg!!
"Yuk tinggal tekan saja tombol Yes, atau aku bantu tekan?" tanya Ben
"Tapi ... jika aku menggunakan skill itu sama saja aku seperti mereka yang suka menyakiti orang lain," jawab Aini
"Aduh neng nong kamu itu terlalu baik sih makanya selalu ditindas. Terus sampai kapan kamu mau seperti ini?" tanya Ben
"Entahlah, yang jelas aku akan menghadapi mereka dengan caraku sendiri dulu, jika tidak berhasil terpaksa aku pakai jalan pintas," jawab Aini
Ia kemudian membasuh wajahnya untuk menurunkan emosinya.
"Ck, ck, ck, percuma juga ku kasih hadiah gal dipake juga," ucap Ben
"Sorry Ben, aku belum siap jika harus menyakiti orang lain," jawab Aini
"Hmm,"
__ADS_1
Ben kemudian menghilang.
Sebenarnya Aini sangat ingin menggunakan Dark Skill untuk membalas Agni dan teman-temannya, tapi ia teringat pesan Dimas jika ia harus mendengarkan kata hatinya.
 Meskipun Agni sangat jahat padanya tapi membalasnya dengan kejahatan lain hanya akan membuat Aini tak jauh berbeda dengan Agni.
Sementara itu Agni tampak mengacak tas Aini.
Gadis itu menyeringai saat melihat sebuah buku yang menarik perhatiannya.
"Cara menarik perhatian pria, hahahaha...tidak ku sangka ternyata selama ini Aini berusaha mendekati Arka dengan buku murahan ini!" cibirnya
"Wah tidak di sangka ya Aini yang kelihatannya polos ternyata seorang penggoda,"
"Makanya jangan menilai orang dari penampilannya. Muka boleh saja polos tapi kelakuan kaya jabl*y. Dia pikir bisa menaklukkan Arka dengan wajah cantiknya??"
*Deg!
Aini menghentikan langkahnya, saat mendengar kata-kata Agni.
"Kubilang juga apa, sudah gunakan saja Dark Skill nya, jangan sampai mulut si Agni makin lebar," ucap Ben
Aini hanya diam sambil memperhatikan Agni dari kejauhan.
"Dasar bodoh, masih saja keras kepala," gerutu Ben
Sementara itu Arka tampak buru-buru memasuki ruangan kelasnya.
*Brakkk!!
"Beraninya kau menyentuh barang-barang milik ku!" ucap Arka membuat Agni langsung merinding saat menatap tatapan matanya yang tajam
"Kau ini sudah tak waras ya Arka, lihat baik-baik apa aku menyentuh barang-barang mu?" jawab Agni balik bertanya
"Justru karena aku masih waras makanya aku harus menghentikan mu," sahut Arka
"Sepertinya Aini sudah berhasil membuat mu bertekuk lutut padanya hingga kau mati-matian membelanya. Memangnya sejak kapan Arka yang dingin dan cuek mulai perhatian kepada orang lain. Kenapa kau ingin melindungi Aini, apa kau ingin menggunakannya untuk membalas dendam kepadaku??"
"Jangan mimpi, meskipun kau berpasangan dengan Agni, kalian tidak akan bisa mengalahkan aku," imbuhnya
"Kalau kau yakin menang, lalu kenapa kau berusaha menyingkirkan Aini, benar-benar menyedihkan. Akui saja kalau kau takut kalah darinya!" jawab Arka
Agni menepuk pundak Arka dan mendekatkan wajahnya kepada pria itu membuat Arka langsung menepis lengannya.
Namun Agni malah sengaja menghempaskan tubuhnya hingga membentur ke dinding.
"Awww, apa yang kau lakukan padaku Arka, kenapa kau tega menyakiti ku, padahal aku hanya ingin meminta maaf padamu," ucapnya sengaja memprovokasi teman-temannya
"Wah tidak di sangka Arka tega berbuat kasar kepada Agni,"
Saat semua orang mulai menuding Arka bersalah, Aini pun muncul.
"Aku baik-baik saja Arka, jangan khawatir," pungkasnya membuat semua orang langsung menatapnya
Ia kemudian menghampiri Arka dan menggenggam jemarinya.
__ADS_1
"Kalau memang aku menggoda Arka memangnya kenapa?, toh kami sama-sama masih jomblo. Bilang saja kalau kamu iri karena Arka lebih memilih ku daripada dirimu. Dan kalian semua jadi saksi kalau hari ini aku Aini akan menjadi pasangan Catwalk Arka dalam sesi peragaan busana," ucap Aini kemudian mengajak Arka pergi meninggalkan ruangan kelasnya
"Akhirnya kamu berubah juga jadi Aini yang pemberani, aku jadi bangga padamu neng nong, jadi nangis gini kan karena terhura eh terharu," Ben tersenyum bahagia saat melihat keberanian Aini mempermalukan Agni.
Aini kemudian melepaskan tangannya, saat mereka tiba di lobby kampus.
"Eh," Arka seketika menoleh kearahnya
"Kenapa, kecewa?" tanya Aini
"Gak kok, cuma kaget aja,"
"Fiuh, akhirnya aku berhasil juga membalas perlakuan Agni,"
"Kalau kau benar-benar ingin membalasnya maka kau harus menang dalam challenge kedua," jawab Arka
"Tentu saja,"
"Kalau begitu ayo kita belanja!" ajak Arka
"Belanja??"
*Tuk!
"Dasar bodoh, apa kau lupa kalau peragaan busana itu kita butuh pakaian yang bagus tentu saja harus couple ya, so untuk mendapatkan semuanya tentu saja kita harus berbelanja ke mall. Jangan sampai kita kalah sama di Agni. Aku yakin dia sudah menyiapkan barang-barang branded untuk mengalahkan kita," jawab Arka
"Oh begitu,"
"Sudah jangan banyak tanya, kuy ikut aku!"
Arka kemudian menarik Aini dan mengajak gadis itu ke sebuah mall ternama di pusat kota.
Setibanya di sana, Arka membawa Aini ke sebuah butik ternama yang menjual barang-barang branded.
"Pilih saja yang kamu suka, nanti biar aku cocokin dengan pilihanku," ucap Arka
Aini kemudian melihat-lihat gaun yang ada di tempat itu. Namun saat melihatnya Aini tampak mengusap dadanya.
"Ya ampun mahal sekali, harga satu baju di sini hampir sama dengan harga handphone termahal??"
Arka memicingkan matanya saat melihat Aini buru-buru meletakkan pakaian yang dipilihnya.
"Kenapa?"
"Eh tidak, sepertinya aku kurang cocok dengan baju-baju yang ada di sini," jawab Aini menyunggingkan senyumnya
"Terus??"
"Bagaimana kalau kita belanja pakaian di tempat langganan ku saja, aku yakin kamu gak bakal kecewa kalau belanja di sana. Meskipun barang-barang disana itu branded tapi harganya miring," bisik Aini
"Hmm,"
Arka menurut aja saat Aini mengajaknya ke sebuah toko busana sederhana.
"What toko babe (barang bekas)??"
__ADS_1