CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
27. Target ke 2


__ADS_3

Aini bergegas menuju ke kelasnya. Setibanya di kelas semua teman-temannya tampak asyik membicarakan konser boyband papan atas yang yang akan di gelar di GBK.


"Ah sayang banget tiketnya sudah habis, padahal aku pengin banget nonton,"


"Ai, apa kamu mau nonton konser The Arjuna?" tanya seorang pria menghampirinya


"Pengin sih nonton, tapi aku gak punya tiket," jawab Aini menggaruk-garuk kepalanya


"Kalau begitu nonton saja bareng gue, kebetulan aku beli dua tiket," jawab pemuda itu kemudian memberikan sebuah tiket konser kepadanya.


"Terimakasih," jawab Aini tampak begitu senang


"Wah senangnya jadi Aini bisa dapat tiket gratis, padahal aku dari semalam hunting aja tetap kehabisan,"


"Ups, memangnya tiketnya sudah habis?" tanya Aini


"Yups, dari pertama launching langsung ludes Ai. Ada sih yang masih jual, tapi harganya mehong. Biasalah calo!"


"Oh begitu," jawab Aini kemudian duduk di kursinya


"Konsernya nanti malam, pasti sekarang udah penuh banget tuh GBK,"


"Iya gue juga mau buru-buru pulang, udah gak sabar mau lihat Gibran dan kawan-kawannya!"


Aini tampak mendengarkan pembicaraan teman-temannya yang begitu antusias untuk menonton konser The Arjuna.


Apa mereka sefamous itu sampai semua orang begitu antusias untuk menontonnya,


"Ya iyalah neng nong, memang kamu gak kenal sama mereka?" tanya Ben


"Gak,"


"Astaga, dasar kuper, makanya gaul dong neng nong,"


"Gimana aku mau bergaul Ben, kalau teman aja gak punya,"


"Iya juga sih, kasian juga kamu neng nong. Yaudah kalau begitu sekarang buruan pulang terus kita ke GBK," jawab Ben


"Ngapain?"


"Ngantri sembako, ya nonton konsernya dong neng nong,"


"Iya juga sih,"


Tak lama seorang pria menghampiri Aini.


"Nanti aku jemput jam 4 ya," ucap pria itu


"Siapa bilang kau boleh pergi dengan Aini," Ben kemudian mengambil tiket di tangan Aini dan mengembalikannya


"Eh kenapa tidak boleh!" seru Aini


"Karena kau harus menjalankan misi selanjutnya. Jadi dilarang berdekatan dengan pria lain kecuali yang sudah aku targetkan," jawab Ben kemudian menarik Aini pergi


"Maaf," ucap Aini menundukkan kepalanya saat meninggalkan pria itu.


Aini terlihat tak bersemangat saat tiba di rumah. Tentu saja hal itu membuat Ben penasaran.

__ADS_1


"Sepertinya kau tidak bersemangat untuk melanjutkan misi ini?" tanya Ben


"Sebenarnya semangat sih Ben, hanya saja aku tidak punya bagus untuk menonton konser,"


"Ah ternyata itu masalahnya. Kenapa kamu tidak pakai baju dari toko saja?" jawab Ben


*Triingg!!


Tiba-tiba layar game muncul dan Ben membuka toko.


"Tapi semuanya masih di gembok, hanya baju pemula saja yang ku punya. Apa aku harus memakainya?"


"Yups, pakai saja yang itu,"


Aini kemudian mengambil kaos putih dengan celana jeans.


Setelah selesai berganti pakaian ia kemudian bergegas menuju ke GBK.


Setibanya di sana ia terkesiap melihat muda-mudi yang tampak elegan menggunakan pakaian mewah.


"Wah, padahal cuma nonton konser doang tapi dandanan mereka all out banget. Kayaknya cuma gue yang pakai baju sederhana," tukas Aini kemudian menuju antrian penukaran tiket.


"Sepertinya aku tidak bisa masuk karena tak punya tiket," Saat Aini sedang mencari seseorang tiba-tiba teman Aini yang sebelumnya menawarkan tiket kepadanya muncul. Ia langsung menghampiri Aini saat melihat gadis itu tengah berdiri melihat antrian para pengunjung yang sedang menukar tiket mereka.


"Aku kira kau tidak suka konser ini makanya mengembalikan tiket pemberianku, tapi kenapa sekarang kamu ada di sini?" tanya Pemuda itu


"Ah itu, karena aku sedang mencari seseorang,"


"Nyari siapa??"


"Temen, iya temen," jawab Aini tampak gugup


"Iya juga sih, tapi aku gak bisa masuk karena gak punya tiket kan,"


"Kalau gitu ikut aku aja," Lelaki itu kemudian menarik Aini pergi.


Aini tampak terkesiap saat mengetahui pria itu tak mengajaknya masuk ke dalam stadion.


"Kita mau kemana sih, katanya mau masuk, tapi kok malah kita ke sini!" Aini semakin ketakutan saat mengetahui tempat itu terlihat begitu sepi.


"Siapa bilang aku akan mengajakmu masuk kedalam. Asal kau tahu, seumur hidup aku tidak pernah dipermalukan oleh siapapun, tapi kau ... dengan sombongnya mempermalukan diriku di depan umum dengan mengembalikan tiket pemberianku. Kau pikir dengan wajah cantik mu kau bisa mempermalukan diriku seperti itu!" lelaki itu tiba-tiba mendorong Aini hingga ia tersudut di dinding tembok.


"Bu...bu ..kan begitu Glen!" seru Aini berusaha menjelaskan kepada lelaki itu.


Namun Glen yang terlanjur sakit hati dengannya berusaha untuk melecehkannya.


"Tolong!" seru Aini berusaha melepaskan diri saat pria itu berusaha menciumnya.


*Grep!!


"Lepasin dia!" ucap seorang pria tiba-tiba menarik pundak Glen.


Glen berusaha melepaskan lengan pemuda itu namun dengan cepat lelaki itu menepis serangan Glen.


Baku hantam pun tak terhindarkan. Lelaki itu tampak begitu mudah mengalahkan Glen hingga membuat ia melarikan diri saat ada kesempatan.


*Triing!!

__ADS_1


Target Ke dua Galih Andra



Galih Andra


23 Tahun


Tinggi badan 180 cm


Berat badan 70 kg


Personil The Arjuna


"Apa kamu baik-baik saja," ucap Galih mengulurkan tangannya


"Aku baik-baik saja kok, terimakasih sudah menolongku," ucap Aini kemudian membungkukkan badannya


"Sama-sama, sebaiknya kau harus hati-hati dengan orang yang baru dikenal,"


"I..i..ya, tapi ... Mulut kamu berdarah," ucap Aini


IA buru-buru mengeluarkan tisu untuk mengusap bibir Galih yang berdarah.


Lelaki itu langsung menahan lengan Aini dan terkesiap melihat kecantikan gadis itu.


*Deg!


"Maaf kalau aku sudah lancang," ucap Aini lagi-lagi menundukkan kepalanya


Galih lagi-lagi terkesiap melihat kecantikan Aini hingga ia menelan ludahnya berkali-kali.


Wah cantik sekali, baru kali ini aku melihat gadis secantik dia,


"Galih, sepuluh menit lagi kita harus segera naik panggung!" seru salah seorang member The Arjuna.


"Baik," jawab Galih buru-buru meninggalkan Aini.


Ah gawat dia pergi, kalau begini aku tidak bisa melihatnya lagi karena tak punya tiket.


"Eh tunggu!" seru Aini berusaha mengejarnya


*Grep!!


Tiba-tiba Aini menghentikan langkahnya saat seseorang menepuk pundaknya.


"Mau kemana sih neng nong?" sapa Ben


"Ish, kenapa sih kamu selalu mengikuti ku!" cibir Aini


"Karena kau tak bisa meninggalkan mu sendirian, aku takut ada pria jahat lain yang ingin mencelakai mu," jawab Ben sedih


"Maafkan aku karena tak bisa menjagamu tadi, aku janji hal seperti ini tak akan terulang lagi," tandas Ben


"Kalau begitu bawa aku masuk ke tempat konser," jawab Aini.


"Gampang," Ben kemudian menjentikkan jarinya.

__ADS_1


*Jraasshhh!


Aini terkesiap saat menyadari ia berada di tengah-tengah GBK.


__ADS_2