
*Ting , tong!
"Pengumuman, diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Universitas Jaya Guna, dimohon untuk segera berkumpul di Aula kampus karena ada informasi penting yang akan disampaikan oleh Bapak Rektor, demikian pengumuman ini terimakasih,"
Semua Mahasiswa tampak berlarian menuju ke aula setelah mendengar pengumuman. Aini yang tidak tahu ada pemberitahuan untuk berkumpul di Aula, tampak kebingungan saat mengetahui ruang kelasnya tiba-tiba sepi.
"Kenapa sepi sekali, kemana semua orang??"
Seorang petugas kebersihan yang sedang membersihkan ruangannya memberitahukan kepadanya jika semua mahasiswa menuju ke Aula.
"Semuanya ada di aula Ai, kenapa kamu tidak ke sana?"
"Memangnya ada apa?"
"Ada pengumuman penting dari rektor!" jawab petugas kebersihan
Aini buru-buru berlari menuju ke aula setelah mendengar ada berita penting yang akan disampaikan oleh sang rektor.
Ternyata bukan hanya Aini yang datang terlambat ke sana.
Tanpa ia sadari, Aini datang tepat bersamaan dengan Arka yang juga baru sampai di tempat itu.
Ia tampak terengah-engah setelah berlarian menuju ke tempat itu.
Keduanya bahkan menyentuh gagang pintu aula bersamaan.
"Eh, maaf!"
Arka reflek menoleh kearah Aini saat perempuan itu mengucapkan kata yang paling dibencinya.
Tatapan mata kesal, membuat Aini seketika langsung mengoreksi ucapannya.
"Ups, lagi-lagi aku mengatakan maaf padahal sudah jelas kalau ada seseorang yang tidak suka jika aku terus menerus meminta maaf," sindir Aini
"Hmm," Arka segera membuka pintu Aula dan membiarkan Aini masuk lebih dulu.
"Terimakasih,"
Saat keduanya masuk tiba-tiba semua mata tertuju kearahnya.
"Aini!" seru Agni melambaikan tangannya kearah gadis itu.
Tak mau menjadi pusat perhatian Aini buru-buru berlari meninggalkan Arka dan menghampiri Agni yang melambaikan tangan kepadanya.
Sementara itu Arka memilih duduk bersama dengan Dimas di deretan paling depan.
"Darimana saja kamu, kenapa baru datang?" tanya Dimas
"Aku menemui kakek dulu," jawab Arka
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya?"
"Dia masih demam, sepertinya kita harus membawanya ke rumah sakit jika kondisinya belum membaik," jawab Arka
Seorang pria bertubuh tinggi besar berjalan menuju podium.
"Selamat pagi anak-anakku sekalian, seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pihak kampus kembali akan mengadakan acara rutin tahunan pemilihan Abang dan None kampus. Untuk itulah kami berharap semua mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Untuk pendaftaran sudah bisa dimulai hari ini dan silakan menghubungi panitia di bot pendaftaran yang sudah kami sediakan, demikian pemberitahuan dari saya terimakasih," ucap sang rektor mengakhiri pidatonya
Semua mahasiswa bertepuk tangan meriah saat mendengar pengumuman tersebut. Mereka tampak riuh setelah mendengar pengumuman tersebut.
Tentu saja kontes pemilihan Abang None Kampus merupakan event yang selalu mereka tunggu-tunggu.
Hampir setiap tahunnya pesertanya selalu membludak. Para mahasiswa yang sudah menunggu lama acara tersebut, tampak begitu antusias untuk mengikuti ajang kontes kecantikan yang diadakan setiap setahun sekali itu.
"Apa kamu mau ikut Ai?" tanya Agni
"Memangnya boleh?" tanya Aini begitu polos
Maklum saja selama ini Aini tak pernah ikut dalam acara kontes kecantikan seperti ini, karena ia minder dengan wajahnya yang jelek.
"Tentu saja Ai, semua orang boleh ikut," jawab Agni
Aini melihat Alexa yang langsung mendatangi stand pendaftaran, begitupun dengan mahasiswa lainnya yang ramai menyerbu bot pendaftaran.
"Tapi aku takut," ucap Aini tampak ragu.
Agni kemudian mengambil selembar kertas selebaran lomba dan memberikannya kepada Aini.
"Tapi untuk memenangkan kontes kecantikan seperti itu kan bukan hanya cantik kak, tapi kita juga harus smart dan memiliki kepribadian yang menarik," tandas Aini
"Benar, tapi tidak ada salahnya di coba kan?"
Agni kemudian mengajak Aini ke stand pendaftaran, namun Aini hanya mengambil formulir pendaftaran saja tanpa mendaftar.
"Kenapa tak mendaftar sekalian?"
"Nanti saja aku belum siap," jawab Aini
"Pikirkan dulu baik-baik, jika kau berubah pikiran jangan lupa beritahu aku ya,"
"Baik kak,"
Gadis itu kemudian diam-diam melipir pergi saat Agni sedang melakukan pendaftaran.
Semua mahasiswa tampak antusias untuk mengikuti acara kontes kecantikan tersebut. Hal itu terlihat dari antrian yang mengular di setiap bot pendaftaran. Sementara itu Aini masih belum percaya diri untuk mengikuti acara tersebut.
Ia malah memilih pergi meninggalkan tempat itu.
Aini duduk di bawah pohon sambil membaca selebaran lomba. Tidak lama Dimas menghampirinya.
__ADS_1
Ia memberitahu Aini jika sang kakek sedang sakit dan memintanya untuk datang merawatnya.
"Kakek itu selalu menolak jika diajak berobat, untuk itulah aku minta bantuan mu. Semoga saja ia akan menuruti ucapan mu," ucap Dimas
"Baik kak, sepulang kuliah aku akan menemuinya,"
"Thanks ya Ai, btw kamu gak ikut mendaftar lomba?" tanya Dimas sambil memperhatikan Aini yang sedari tadi memperhatikan selebaran di tangannya
"Pengin sih kak, tapi kan untuk ikut lomba perlu bia
"Kalau kau mau ikut, ikut saja, biar aku nanti yang akan membayar biasa pendaftarannya gimana," jawab Dimas
Ia seolah tahu jika Aini belum mendaftar lomba karena tak punya uang.
"Gak usah kak, aku gak mau merepotkan kakak,"
"Tidak apa-apa Ai, anggap aja itu sebagai ucapan terimakasih karena kamu mau menjenguk kakek,"
Meskipun sebenarnya Aini sangat ingin ikut acara tersebut namun ia berusaha menahannya karena tak memiliki uang untuk menahannya karena tidak memiliki uang.
Meskipun ia berusaha menolak bantuan Dimas, namun pemuda itu seolah tahu apa yang harus dilakukan.
Ia kemudian mengajak Aini mendatangi sebuah bot pendaftaran.
"Nanti saja kak, aku belum siap," tolak Aini
"Iya Ai, kamu kan bisa lihat-lihat dulu sebelum memutuskan untuk mendaftar diri," jawab Dimas
Diwaktu yang bersamaan tiba-tiba muncul layar game yang meminta aini untuk mengikuti acara tersebut.
Sudden Quest
Mengikuti ajang Abang dan None Kampus 2023
Jika menang akan mendapatkan skill baru dan jika kalah akan dikurangi 100 poin.
Hmm, hadiahnya lumayan juga, tapi resikonya juga berat jika kalah.
"Kamu kenapa Ai?" tanya Dimas yang melihat Aini tampak kebingungan
Aini kemudian menceritakan keinginannya untuk mengikuti lomba tersebut.
"Kenapa harus bingung Ai, kan sudah aku bilang kamu ikut saja, kamu gak perlu bingung masalah uang pendaftaran, nanti kakak yang bayar," ucap Dimas mengulangi ucapannya
Ia kemudian menarik Aini menuju boot pendaftaran.
Saat sedang mengisi formulir pendaftaran, ia melihat Arka yang juga mengikuti kontes itu. Bukan hanya Arka yang mengikuti lomba itu tapi di sana juga ada Zai yang mendaftar lomba di dampingi istrinya Alexa.
Aini kini tampak sangat antusias Melihat Zai dan Lexa ikut acara tersebut. Ia berjanji akan menjadi pemenang dan mengalahkan Alexa dengan Zai.
__ADS_1
"Sekarang saatnya untuk membalas dendam kepada kalian!"