
Arka tak tinggal diam saat melihat Aini dalam bahaya begitupun dengan Galih.
Kedua pemuda itu kini mengatur strategi bagaimana cara untuk menyelamatkan Aini tanpa melukainya.
Arka mengambil sebuah kursi dan melemparnya kearah Zaidan.
*Buughh!
Zaidan langsung terkulai dan melepaskan Aini.
Arka segera menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan Aini. Ia menarik Aini agar segera pergi meninggalkan Arka.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Arka
Aini mengangguk pelan.
Lagi-lagi, dia menyelamatkan aku.
Aini tampak tak berkedip menatap Arka. Pria itu bahkan dengan cepat melindunginya saat Zaidan bangun dan berusaha menyerangnya dengan kursi yang dipakai Arka untuk melumpuhkannya.
*Buughhh!
Dua orang sekuriti segera datang untuk melerai mereka. Mereka bahkan sengaja membawa Zaidan menuju ke bagian keamanan.
Arka tampak memegangi punggungnya yang terasa nyeri.
Lelaki itu merasakan pandangannya mulai kabur.
"Arka, apa kamu baik-baik saja?" tanya Aini
Arka hanya mengangguk karena ia sudah tak kuat lagi.
*Buugghhh!!
Tubuhnya tumbang tepat dalam pelukan Aini.
"Arka??" Aini tak mengira jika Arka akan pingsan.
"Tolong!" serunya berusaha meminta bantuan
Galih yang ada di depannya segera memapah Arka dibantu oleh seorang sekuriti.
Ia membawa Arka ke ruang kesehatan, sementara seorang karyawan menghubungi tim medis untuk memeriksa kondisi Arka.
Tak lama seorang dokter datang dan memeriksa keadaan Arka.
__ADS_1
Sementara itu Aini tampak cemas, ia merasa bersalah karena sudah membuat Arka celaka.
"Apa aku harus memberitahu Kak Dimas?"
Aini memutuskan untuk menghubungi Dimas dan memintanya segera datang ke tempat ia berada.
Hanya dalam waktu tiga puluh menit Dimas tiba di tempat itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Dimas cemas
"Arka dia masih belum sadarkan diri," jawab Aini gugup
"Kenapa Arka bisa pingsan?" tanya Dimas lagi
Aini tampak berkaca-kaca saat menceritakan kejadian yang menimpanya.
Dimas yang tahu bagaimana perasaan Aini saat itu langsung memeluknya erat dan berusaha menenangkan gadis itu.
"It's Ok, semuanya akan baik-baik saja. Jangan panik, aku yakin Arka akan segera baikan," ucap Dimas sambil mengusap kepala gadis itu
Sial, siapa lagi dia??
Sementara itu Galih yang tak sengaja melihat keduanya tampak jelous saat melihat Dimas yang begitu care terhadap Aini.
Melihat tatapan mata Aini yang tampak begitu tenang saat bersama pemuda itu membuatnya semakin jelous.
Galih yang tampak kesal karena kalah sebelum bertanding justru terkesiap saT melihat Arka tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Astaga, kenapa kau mengagetkan ku saja!" serunya
"Ah sial, kenapa dia selalu muncul di saat-saat seperti ini. Tidak bisakah ia membiarkan aku bahagia dengannya sebentar saja!" gerutu Arka
Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Dimana kau sekarang?" tanya Arka
Ia tampak mengangguk saat menanggapi ucapan lawan bicaranya.
"Segera datang ke sini, dan bawa dia pergi jauh-jauh!" ucap Arka kemudian mengakhiri obrolannya
Ia hanya bisa memandangi Aini yang tampak berbincang serius dengan Arka.
Sementara itu dari kejauhan tampak seorang gadis cantik berjalan menghampiri mereka. Ia melambaikan tangannya kearah Dimas membuat senyuman Dimas mengembang.
Aini yang penasaran langsung menoleh ke belakang.
__ADS_1
Seorang gadis cantik langsung berlari memeluk Dimas membuat Aini tampak berkaca-kaca.
"Aku sangat merindukanmu," ucap gadis itu semakin erat memeluk Dimas
" I miss you too honey," jawab Dimas kemudian mengusap rambut panjang gadis itu.
*Deg!
Aini tahu jika gadis itu adalah wanita spesial bagi Dimas hingga ia memanggilnya dengan sebutan honey.
"Apa kabar calon kakak ipar?" ucap Arka membuat keduanya langsung menoleh kearahnya
Mereka langsung melepaskan pelukannya saat mengetahui Arka berdiri di depannya.
"Great!" seru gadis itu kemudian memikul bahu Arka.
"Bagaimana keadaan mu, apa kau baik-baik saja?" tanya Dimas
"jangan khawatir brother aku baik-baik saja,"
Dimas tersenyum bahagia saat mengetahui adiknya baik-baik saja.
"Sebaiknya kau berterima kasih kepada Aini yang sudah membawamu ke sini," ucap Dimas
Arka kemudian mendekati Aini dan memeluknya.
"Thanks Ai sudah mengkhawatirkan aku," ucapnya lirih
"Sepertinya adikku sudah menemukan tambatan hatinya?" ucap Dimas
Arka langsung melepaskan pelukannya dan menggandeng Aini.
"Untuk itu aku minta restu dari mu untuk menjadikan Aini sebagai kekasih ku?" jawab Arka
"Tentu saja aku tidak keberatan. Aku malah senang jika kau bersama dengan Aini, karena bagaimanapun juga Ai adalah gadis yang baik, perhatian dan penyayang," ujar Dimas
*Deg!
Seketika Aini terkesiap mendengar ucapan Dimas.
"Thanks brother, aku harap kau juga bis segera menikah dengan Thalia,"
"Doakan saja semoga setelah wisuda aku dan Thalia segera menggelar pesta pertunangan kami," jawab Dimas
Seketika wajah Aini berubah memucat saat mendengar ucapan Dimas.
__ADS_1
Ternyata pria yang ku sukai menyukai gadis lain,