
*Brakkk!!
"Ada apa ini ribut-ribut!"
Semua orang terkesiap saat melihat rektor kampus tampak berdiri di depan pintu kampus.
"Kebetulan anda di sini pak, anda harus tahu jika putri kesayangan anda selama ini selalu membully mahasiswa yang dianggap sebagai rivalnya. Aku yakin sebagai seorang ayah dan rektor kampus anda tidak akan diam saja setelah mendengar ini!" tandas Arka
Seketika wajah Amri berubah merah saat mendengar laporan Arka.
Lelaki lima puluh tahun itu tampak mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya.
"Dimana Agni!"
"Ada di ruang ganti Pak," jawab seorang panita
"Panggil dia ke sini!" serunya dengan nada tinggi
"Baik,"
"Dan kau tetap bawa anak yang dibully itu kemari," pungkas Amri kemudian bergegas masuk.
Arka segera berlari menuju ke kelas. Ia segera menarik Aini dan membawanya ke ruang panitia.
"Kita mau kemana sih, kenapa main tarik aja?" tanya Aini
"Gak usah banyak tanya nanti juga kamu tahu sendiri,"
"Ruang Panitia??"
Aini membelakakan matanya saat tiba di ruang dosen. Sementara itu Agni sudah tiba lebih dulu di sana. Gadis itu tampak duduk di depan sang ayah yang juga merupakan rektor kampus.
Target
Agni Prameswari Sudjono
Usia 22 Tahun
__ADS_1
Jadi Dark Skill nya masih belum selesai.
Agni menatap dingin kearah Aini dan Arka yang baru saja tiba di sana.
Amri kemudian mempersilakan mereka untuk duduk.
Pria itu bahkan meminta kepada salah seorang panitia untuk melakukan streaming sidang kasus pembullyan yang dilakukan oleh Agni tersebut agar semua mahasiswa bisa menyaksikan jalannya sidang melalui ponsel mereka.
"Ayah, apa ayah yakin akan menanyakan pembicaraan kita secara live?" tanya Janie dengan tatapan mata tak percaya
"Memangnya kenapa, apa kau keberatan?" jawab Amri balik bertanya
"Tentu saja ayah. Asal ayah tahu jika aku ini difitnah oleh mereka. Aku sama sekali tidak pernah membully siapapun ayah. Bahkan selama ini hanya aku yang mau menjadi teman Aini. Aku sudah menjadikan dia teman, aku sudah memperlakukannya dengan baik, mengajaknya shopping, hang out bareng bahkan kemana-mana kita selalu bersama. Aku tidak tahu kenapa ia tega menusukku dari belakang setelah apa yang sudah aku lakukan padanya," terang Aini
"Hmm, Sekarang giliranmu memberikan penjelasan!" seru Amri menunjuk kearah Aini
"Aku??"
"Ya tentu saja kamu."
"Apa yang dikatakan Agni benar, dia memang satu-satunya orang yang mau berteman denganku di kampus ini. Dia juga yang membuat aku bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki teman dekat dan diperlakukan sebagai manusia. Tapi dia juga yang mengajari ku arti ketulusan. Ketulusan seorang teman yang harusnya ikhlas memperlakukannya sebagai seorang sahabat bukan untuk memanfaatkannya saat dia sekarat,"
Tidak lama Dimas datang membawa baju Aini yang basah karena tersiram air comberan lengkap dengan rekaman cctv saat Agni mendorongnya dari tangga dan pembullyan yang terjadi di ruang ganti.
Amri yang sudah tak tahan mendengar kejahatan putri semata wayangnya langsung mengebrak meja meluapkan kemarahannya.
*Brakkk!!
"Aku tak menyangka kau akan tumbuh menjadi seorang gadis yang kejam Agni. Padahal ayah sudah mendidik mu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Sekarang berlutut dan minta maaflah kepada Aini!" seru Amri
"Apa??" ucap Agni tak percaya saat ayahnya menyuruhnya untuk meminta maaf kepada Aini
"Minta maaf kepada Aini, apa kau tidak dengar!" ucap Amri mengulangi kata-katanya
Agni yang belum pernah melihat sang ayah semarah itu langsung berlutut di depan Aimi dan meminta maaf kepadanya.
"Maafkan aku Aini," ucap Agni menundukkan wajahnya
"Karena kau sudah banyak berbuat kecurangan untuk memenangkan lomba maka saya sebagai rektor Universitas Jaya Gu menyatakan jika Agni Prameswari Sudjono didiskualifikasi dari perlombaan karena sudah bersikap curang. Yang kedua, saya Amri Priadi Sudjono sebagai ayah Agni akan memindahkan putri dari kampus ini sebagai upaya penebusan kesalahan putri saya," ucap Amri Sudjono kemudian membungkukkan badannya meminta maaf kepada Aini
"Maafkan kesalahan putriku Aini, aku berjanji akan memberikan ganti rugi atas apa yang dilakukan Agni padamu,"
__ADS_1
"Ayah??" Agni terlihat berkaca-kaca saat melihat ayahnya membungkukkan badannya meminta maaf kepada Aini.
Air matanya tiba-tiba membasahi pipinya membuat ia tak sanggup menahannya lagi.
Agni yang tidak tahan melihat semua itu langsung berlari keluar dari ruangan panitia.
*Pluk, pluk!!
Saat ia keluar dari ruangan itu puluhan mahasiswa sudah menghadangnya dan melemparinya dengan telur dan terigu.
Sama persis dengan apa yang dilakukannya kepada Aini tempo hari.
"Apa yang kalian lakukan, beraninya kalian menyentuhku!" hardik Agni
"Cih, masih berani berkoar dia setelah apa yang dilakukannya kepada Aini. Memang wanita jahat seperti mu tak pantas untuk kuliah di sini. Kau ini tak ubahnya seperti penyihir yang tidak suka dengan kecantikan putri salju yang memang lebih cantik darimu. Kecemburuan mu karena kalah cantik telah membutakan hatimu hingga tega membully Aini!"
Agni tampak mengepalkan tangannya saat seorang perempuan mengatainya.
"Diam kau bangs*t!"
*Buughh!!
Saat Agni hendak meninju wanita yang menghakiminya itu tiba-tiba jatuh tersungkur saat seorang mahasiswi lain mendorongnya.
Agni meringis kesakitan dan berusaha bangun. Sementara itu Aini menatapnya dari kejauhan.
Aku tak menyangka jika Dark Skill benar-benar mengerikan seperti ini. Padahal aku hanya ingin memberinya pelajaran saja, tak ku sangka Agni akan bernasib seperti ini??
"Awas saja kau Aini, sampai kapanpun aku tidak akan melupakan kejadian hari ini. Aku akan terus mengingatnya dan suatu hari nanti kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan hari ini!" ucap Agni kemudian meninggalkan kampus
"Wah kasian sekali nasih Agni, sudah didiskualifikasi, dia juga harus pindah dari kampus ini,"
"Agni di diskualifikasi, apa itu benar?" tanya Alexa yang tak sengaja mendengar dari Mahasiswa yang bergosip.
"Itu benar Lex, emang kamu gak lihat live kampus hari ini?" jawab Nami
"Memangnya ada apa?" tanya Alexa lagi
Nami kemudian menjelaskan tentang Agni dan Aini yang melakukan sidang di ruang panitia.
"Yes akhirnya saingan terberat ku tersingkir juga, sepertinya aku harus berterima kasih kepada Aini, karena bisa jadi tahun ini aku yang akan menjadi Abang None kampus," tandas Alexa
__ADS_1
"Jangan mimpi Lex, saingan terberat mu itu justru Aini bukan Agni. Agni saja bisa ia singkirkan apalagi lo!" sahut Mega
"Tutup mulutmu anj*ng, kalau cuma melawan si Dugong buruk rupa mah kecil, aku sudah memegang kuncinya, jadi kalian diam saja, aku pastikan Aini akan tersingkir di babak ke tiga nanti!" ucap Alexa begitu percaya diri