
Aini kita terkejut saat menyadari dirinya salah kostum.
Para peserta audisi lain tampak menertawakannya, termasuk Zaidan
Aini yang melihat semua peserta memakai kostum yang sama maka Aini langsung mendatangi seorang juri untuk memastikan jika ia tak salah informasi lagi.
"Sebenarnya apa tema kostum untuk Audisi hari ini?" tanya Aini
"Bad boy and Bad Girl. Tinggal sesuaikan saja dengan gender kamu," jawab seorang juri
Setelah memastikan kostum yang benar yang harus dipakainya hari itu. Ia buru-buru bergegas pergi meninggalkan ruang Audisi.
Sementara itu Zaidan tampak begitu senang setelah berhasil membohongi Aini.
Lelaki itu begitu yakin jika Aini akan gagal mengikuti Audisi. Meskipun ia masih sempat mengganti kostum, tapi tetap saja waktunya sangat singkat hingga tak mungkin baginya untuk bisa tampil maksimal.
Mengetahui Zaidan sengaja membohonginya, Aini pun terpaksa menggunakan skill Appearance Boster untuk bisa membalas kebohongan Zaidan.
Dasar Bangs*t, kau selalu saja berbuat culas untuk mendapatkan sesuatu. Dulu kau mungkin bisa dengan mudah membodohi aku tapi tidak sekarang.
Jika dulu kau bisa menghancurkan hidupku, sekarang justru aku yang akan menghancurkan hidup mu.
Aini sengaja menggunakan Skill Appearance Boster untuk membuat penampilannya memukau. Tak memberikan kesempatan kepada Zaidan untuk menang Aini bahkan membeli aksesoris di toko game untuk membuat penampilannya semaksimal mungkin dan tentu saja agar lebih terlihat sebagai bad girl sejati.
Untuk menunjang penampilannya Aini juga menambahkan 10 poin untuk Pure dan Sexy sehingga membuat penampilannya tampak lebih memukau.
Untuk menambah kesan Bad Girl ia sengaja menggunakan out fit serba hitam dengan aksesoris yang di beli dari toko game. Ia juga sengaja meminta bantuan Ben untuk mengoreksi penampilannya.
Sementara itu di ruang Audisi, juri sudah memanggil nama Aini untuk segera tampil. Namun Aini tak kunjung keluar karena ia masih berganti kostum di fitting room.
Zaidan mengira jika Aini kesulitan mendapatkan kostum sehingga ia begitu lama kembali ke ruang Audisi.
__ADS_1
Aku yakin dia tidak akan bisa mengikuti Audisi ini. Meskipun ia bisa pasti Ai tak punya waktu untuk berakting maksimal,
Zaidan menoleh kearah jam tangannya.
"Waktu sudah berkurang 10 menit tapi ia belum juga kelihatan. Aku yakin juri sebentar lagi akan mendiskualifikasi Aini karena telat datang,"
Seperti dugaan Zaidan juri yang sudah terlalu lama menunggu kedatangan Aini mulai menghitung mundur.
Semua peserta Audisi tampak begitu bersemangat saat melakukan Hitung mundur bersama-sama. Tentu saja mereka bahagia apalagi satu dari saingan mereka berkurang.
*Tak, tak, tak!!
Semua orang yang ada di ruang Audisi terpukau melihat penampilan Aini.
Gadis itu berjalan cepat menuju red carpet.
Karena Aini datang tepat waktu juri pun memberinya kesempatan untuk tampil.
Melihat penampilan menawan Aini, semua peserta audisi mengira jika ia akan menjadi pemenang Audisi.
Meskipun wajah Aini cenderung cute dan imut namun tidak bisa dipungkiri jika gadis itu memang benar-benar tampil mempesona dengan aura bad girl yang alami.
Bahkan para juri juga dibuat tak berkedip saat Aini mulai beraksi dengan aktingnya yang natural.
Galih yang menjadi salah satu dewan juri bahkan memberikan nilai sempurna untuk penampilan Aini begitupun dengan satu juri lainnya.
Namun saat pengumuman hasil casting Aini harus kecewa karena Zain yang ternyata keluar sebagai pemenangnya.
Tentu saja hal itu bukan hanya membuat Aini kecewa namun juga para peserta casting ikut kecewa.
Hasil yang dinilai tidak adil dan penuh kecurangan sempat membuat para peserta audisi berpikir jika kemenangan Zaidan tidak luput dari praktik suap.
__ADS_1
Apalagi mereka tahu benar jika penampilan dan akting Aini jauh lebih keren daripada penampilan Zai yang dinilai B saja.
Bisik-bisik dari para peserta Audisi yang membandingkan penampilan Zai dan Aini pun semakin panas saat Galih mengajukan keberatan atas keputusan Juri yang memenangkan Zaidan.
Galih bahkan mengajukan protes dan mengira jika ada kecurangan yang dilakukan pihak juri untuk memenangkan Zaidan. Sebagai seorang aktor yang sudah sering menjadi juri Audisi seperti ini, Galih memang tak kaget jika ada seorang artis yang menggunakan suap untuk memenangkan audisi tersebut.
"Bukankah sudah jelas jika dari awal casting ini di design untuk memuluskan usaha sutradara untuk meloloskan Zai, agar bisa mendapat peran utama dalam film terbarunya, jadi siapapun pesertanya dan betapapun hebat kemampuan aktingnya tetap saja Zai yang akan menjadi pemenangnya. Casting ini hanya formalitas saja untuk membuat semua orang tahu jika tidak ada praktek nepotisme dalam perekrutan pemain. Apa sekarang kau paham Galih!" seru salah seorang juri lain
Galih yang tampak kesal kemudian membanting kursi tempat ia duduk membuat juri lain tampak terkejut hingga membalas semua sindiran juri lain dengan kata-kata yang pedas.
"Aku sangat menyesal kenapa aku bisa mau menjadi juri dalam acara sampah seperti ini. Jika saja aku tahu dari awal akan seperti ini, aku tak sudi menjadi juri di acara ini berapapun imbalannya!" seru Galih
Saat semua orang tengah ribut membahasnya kecurangan dalam penjurian casting, tiba-tiba seorang pemuda tampan memasuki ruangan itu. Semua orang tampak dibuat tak berkedip saat menatap wajah rupawan yang berjalan memasuki ruangan audisi.
Aini tampak memicingkan matanya saat beradu pandang dengan lelaki yang sudah tak asing lagi baginya.
"Arka??" ucapnya tak percaya saat melihat pemuda itu memasuki ruangan itu menggunakan setelah jas seperti seorang eksekutif muda.
Ia berpikir jika Arka akan mengikuti audisi juga sama seperti dirinya. Arka hanya mengerlingkan matanya saat melewati Aini tanpa menyapa gadis cantik itu.
Namun siapa sangka kerlingan mata Arka membuat jantung Aini seketika berdegup kencang.
Kini giliran para Juri yang tak kalah terkejar saat menyadari kedatangan Arka Dhanuandra yang merupakan pewaris utama Jaya Vision Grup. Sebagai seorang CEO perusahaan perfilman terbesar Arka tentu saja membuat para Juri tampak ketakutan saat melihat sang CEO turun gunung untuk melihat Audisi yang akan memproduksi film besar yang di garap oleh perusahaannya tersebut.
"Selamat Malam Mas Arka," sapa seorang juri yang hanya di balas sikap dingin Arka.
Tanpa basa-basi Arka langsung mengambil kertas hasil penjurian yang tergeletak di meja.
Semua juri langsung beradu pandang saat Arka mulai mengambil kertas hasil penjurian dan merobeknya di depan umum.
"Maaf Mas Arka apa ada yang salah?" tanya salah seorang juri
__ADS_1
"Jika kalian tidak bisa menilai akting seseorang dengan adil maka silakan keluar dari perusahaan ku!" seru Arka