CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
31. Penta Gaya


__ADS_3

"Maukah kamu jadi penata gayaku?" tanya Galih membuat Aini langsung kecewa


Meskipun aku harus kecewa karena Galih tak menjadikan aku sebagai kekasihnya, harusnya aku bersyukur karena ia sudah menjadikan aku sebagai penata gayanya yang merupakan cita-cita kecilku.


Aini masih termangu mendengar tawaran dari Galih. Namun seolah ia tak mau melepas impiannya ia pun akhirnya menyetujui keinginan Galih.


"Baiklah aku mau?" jawab Aini


"Terimakasih Ai aku yakin kau tidak akan melepaskan tawaran bagus itu.


Keesokan harinya, Aini mulai bekerja sebagai penata Gaya Galih. Semua orang yang bekerja sebagai pelayan Galih tampak terkejut saat mengetahui Galih memiliki seorang penata Gaya.


"Wah anak itu terlihat seperti seorang penjilat. Kabarnya ia mendapatkan jabatannya dengan merayu Galih,"


"Lihat saja tampangnya yang sok imut itu. Tampaknya aku mau menghajar wajah sok polosnya itu,"


Semuanya segera berhenti saat melihat Galih menghampiri mereka.


"Jangan pernah ada yang menjelekkan Aini ataupun mengomentari apapun kepadanya. Aku tak peduli kalian adalah fans terbaik ku. Yang jelas aku tidak suka jika kalian membuat Aini ku tak nyaman," Galih segera menggandeng Aini dan mengajaknya masuk ke ruangannya.


Kembali para wanita itu mulai bergosip.


"Maaf sudah membuat mu harus berdebat dengan mereka," ujar Aini


"Its ok," jawab Galih

__ADS_1


Seorang penata Gaya lainnya kemudian meminta Aini untuk mengurus Galih.


Pemuda itu kemudian mengajaknya ke ruang ganti. Tanpa basa-basi Galih langsung membuka atasnya dan meminta Aini untuk memilih salah satu pakaian yang sesuai untuk penampilannya malam ini.


Sambil menutup matanya Aini memberikan pakaian kepada Galih. Tentu saja hal itu membuat Galih tampak begitu gemas melihatnya. Ia sampai mendorong Aini ke dinding dan mendekatkan wajahnya kepada Gadis itu.


*Deg!


Aini tampak malu saat berhadapan dengan Galih yang begitu dekat. Apalagi dengan keadaan Galih yang bertelanjang dada.


Aini bahkan harus mendorong pria itu agar menjauh darinya.


"Cepatlah pakai pakaiannya, mereka sudah menunggu mu," ucap Aini.


Sementara itu para penata gaya yang lain tampak menguping pembicaraan mereka dari balik pintu.


"Wah bagaimana bisa Galih melakukan hal itu kepada anak baru itu,"


"Apa-apaan kalian, bagaimana bisa di saat kalian bekerja malah bergosip. Sebaiknya cepat kembali ke pos kalian masing-masing. Jika aku masih melihat kalian bergosip lagi maka jangan kaget jika aku akan memecat kalian!" seru salah seorang atasan mereka


"Baik kakak!" seru mereka kemudian berlarian meninggalkan tempat itu.


Sementara itu wanita yang merupakan penata gaya senior itu langsung mendekati ruang ganti.


Ia menajamkan telinganya untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam.

__ADS_1


"Ayo cepat pakaiankan!" seru Galih membuat Aini langsung mengambil pakaian itu dan mulai memakaikannya kepada Galih.


Andriana tampak terkejut saat melihat Aini berusaha memakaikan pakaian Galih dari celah pintu.


Dari pandangan matanya tampak dengan jelas jika ia tak menyukai penata gaya juniornya itu.


"Bagaimana bisa dia minta orang lain untuk memakaikan pakaiannya??"


"Andriana!"


Gadis itu segera menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya


"Iya ada apa?"


"Cepat kumpulkan para anggota The Arjuna karena ada perubahan!" seru seorang pria tampak terburu-buru


"Baik Pak,"


Andri segera mengambil ponselnya dan membagikan berita terbaru yang ia terima dari sang manajer.


*Ting!


"Kepada semua Anggota The Arjuna harap berkumpul di ruang tunggu!"


,

__ADS_1


__ADS_2