CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
31. Aku percaya


__ADS_3

Semua anggota The Arjuna tampak berkumpul kecuali Galih.


Manajer segera menelpon Galih untuk segera bergabung. Tidak lama Pemuda itu memasuki ruang VIP.


"Penampilan kalian di majukan, dari yang sebelumnya pukul 20.00, menjadi pukul 19.30 karena permintaan dari pihak penyelenggara. Jadi sebaiknya sekarang kalian segera menuju back stage,"


Semua anggota The Arjuna langsung bergegas menuju Backstage, kecuali Galih yang harus kembali ke ruang ganti untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di sana.


Saat melihat Aini ia menyuruh gadis itu untuk mencarikan ponsel miliknya. Namun sayangnya Aini tak menemukan ponsel itu.


"Aneh, padahal tadi ponselnya ada di sin, tapi kenapa tiba-tiba hilang,"


Berkali-kali Aini membongkar dan menata ulang benda-benda yang ada di atas lemari agar bisa menemukan ponsel itu, namun hasilnya tetap nihil.


Aini semakin panik saat tidak bisa menemukan ponsel Galih, meskipun sudah mencarinya di seluruh ruangan.


Aini tak bisa menyembunyikan wajah takutnya saat Andriana menanyakan tentang ponsel Galih.


"Mana ponsel Galih?" tanya Andriana menengadahkan tangannya


"Aku sudah mencarinya di setiap tempat di ruangan ini kak, tapi tak ketemu juga," ucap Aini


Seketika raut wajah Andriana berubah serius saat mendengar jawaban Aini.

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Ponselnya gak ada di sini kak, mungkin Galih lupa menaruhnya di tempat lain atau ia sudah membawanya," jawab Aini


"Hmm, tidak mungkin. Galih bukan tipe orang pelupa jadi aku yakin ponselnya ia tinggal di sini saat dia ganti baju tadi,"


"Tapi gak ada di sini kak,"


"Jadi ponselnya ilang gitu?" tanya Adriana


Aini hanya mengangguk mengiyakan ucapan Andriana.


"Aku yakin kalau ponselnya ilang pasti pelakunya bukan orang jauh," celetuk salah seorang asisten Andriana


"Jangan asal tuduh, tidak mungkin kan kalau Aini yang terlihat lugu dan polos yang mencurinya. Lagipula dia ini anak baru, jadi aku yakin bukan dia," jawab Andriana


"Daripada berburuk sangka bukankah lebih baik kita geledah saja Aini," sahut yang lainnya


Aini terlihat semakin terpojok apalagi saat semua orang langsung menjegalnya seolah ia benar-benar pelakunya.


"Aku tidak mengambil ponsel Galih," ucap Aini membela diri


"Sebaiknya kamu diam dan jangan banyak bicara. Karena kami hanya percaya jika sudah membuktikannya sendiri,"

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan dilanjutkan, masa kalian tidak bisa melihat wajah polos Aini," ucap Andriana berusaha melepaskan Aini


*Deg!


Meskipun semua orang tak mempercayaiku, tapi kak Andriana tetap membelaku dan percaya jika aku bukan pencurinya. Ternyata masih ada orang baik di sini yang percaya padaku, terimakasih kak Andriana,


Aini menatap sendu wanita di depannya.


"Wajah polos bukan jaminan kalau dia bukan pencuri kak. Kami hanya percaya jika sudah membuktikannya sendiri!"


*Tak, tak, tak!!


*Krieet!!


Semua orang tampak terkesima melihat kedatangan Gilang bersama personil The Arjuna lainnya memasuki ruangan itu.


"Apa-apaan ini, lepaskan dia!" seru Galih


"Dia mencuri handphone kamu Galih!!"


"Hmm," Galih tampak tak percaya mendengar ucapan para Crew


Lelaki itu kemudian berjalan menghampiri Aini, membuat para crew langsung melepaskannya.

__ADS_1


" Sumpah, Aku tidak mencuri ponselmu Galih!" seru Aini


"Iya aku percaya,"


__ADS_2