
*Braakkk!!
Semua orang terkesiap saat melihat kemunculan Arka Dhanuandra di tempat Audisi.
"Jika kalian tidak bisa menilai akting seseorang dengan adil maka silakan keluar dari perusahaan ku!" seru Arka
Semua Juri langsung tersentil dengan ucapan Arka. Mereka yang tahu benar bagaimana tabiat CEO muda itu langsung mengkerut saat melihat kedatangannya.
Tak sedikit dari mereka yang buru-buru merubah penilaiannya terhadap Zaidan karena takut terkena sangki darinya.
Namun masih ada saja beberapa juri yang justru mencibir kedatangannya hanya untuk mencari dukungan menjelang rapat pemegang saham.
"Bagaimana dia bisa tahu ada audisi hari ini," bisik salah seorang juri
"Entahlah," jawab juri lain
"Sepertinya ada salah satu peserta Audisi yang memiliki hubungan khusus dengannya hingga membuat Arka harus repot-repot mengurusi masalah Audisi. Aku tahu orang sepertinya tidak akan mau ikut terjun mengurusi hal-hal kecil jika tidak ada hubungan pribadi dengannya,"
"Benar, kalau begitu siapa yang akan menghadapinya?"
"Biar aku saja,"
Salah seorang Juri segera maju dan menghampiri Arka. Dengan senyum tersungging di wajahnya lelaki itu menyapanya.
"Maaf Mas Arka kami ada yang bisa saya bantu?"
Arka memberikan sebuah hasil penilaian juri kepada pria itu.
"Bagaimana bisa seorang juri memberikan nilai yang sama pada seorang peserta. Bagaimana bisa semua juri kompak memberikan nilai sempurna kepada seorang peserta audis secara kebetulan!" ucap Arka kemudian memberikan kertas penilaian itu kepada Pria dihadapannya.
"Tapi kami tidak janjian Pak, mungkin hanya kebetulan saja,"
__ADS_1
Arka menarik sudut bibirnya dan tersenyum sinis kepadanya.
"Berapa banyak yang kalian terima sehingga tega menghancurkan image perusahaan kita,"
Lelaki itu membelakakan matanya mendengar ucapan Arka.
"Jika kau ingin bertahan lama di dunia hiburan maka jangan pernah salah pilih, karena bisnis kita sangat kejam. Bukan hanya penampilan rupawan yang kita tawarkan namun juga image di masyarakat," Arka kemudian memberikan rekaman video kepada lelaki itu membuatnya langsung terdiam dan menunduk
"Aku mau casting ulang dan kali ini aku juga akan ikut menilai akting mereka. Karena bagaimanapun juga sebagai seorang pemimpin aku harus tahu SDM yang akan dipakai oleh perusahaan ku," jawab Arka
Semua juri seketika terkesiap mendengar jawaban Arka. Berbeda dengan para juri lainnya Galih justru langsung berkata setuju tanpa berpikir panjang lebar.
"Setuju Mas!"
Pemuda itu seolah tahu jika dengan adanya audisi ulang maka peluang untuk Aini bisa menang lumayan besar, apalagi jika Arka sendiri yang akan menjadi jurinya.
Galih bahkan mempersilakan Arka untuk duduk di sampingnya. Namun melihat para talent yang terlihat terkejut dengan kedatangannya, maka Arka memutuskan untuk Audisi ulang akan diadakan dua hari yang akan datang.
Ia sengaja memberikan mereka waktu untuk berlatih agar bisa tampil lebih maksimal.
Ia bahkan memberikan katagori berbeda kepada setiap pesertanya secara acak. Ia juga berjanji akan menilai mereka seadil-adilnya sesuai dengan kemampuan akting masing-masing bukan karena kedekatannya dengan juri atau hal-hal lain.
Tentu saja hal itu di sambut gembira oleh para peserta yang merasa jika mereka telah diberikan kesempatan kedua oleh Arka yang merupakan calon CEO Perusahaan entertainment tersebut.
Suara gemuruh tepuk tangan menggema di ruangan itu.
Di sudut ruangan Aini menatap lekat kearah Arka.
Lagi-lagi, kau datang untuk menyelamatkan aku. Terimakasih Arka, meskipun sikapmu terkadang dingin seperti balok Es, tapi aku yakin kalau kau adalah orang baik yang dikirim Tuhan untuk membantuku.
Meskipun ingin berterima kasih kepadanya, namun Aini tak berani mendekati pria itu.
__ADS_1
Begitupun dengan Arka yang hanya bisa beradu pandang dengan Aini tanpa berani menyapanya. Sebagai seorang CEO ia tak mau semua orang menganggap keputusannya untuk mengadakan audisi ulang karena kedekatannya dengan Aini.
Berbeda dengan yang lainnya Zaidan justru tampak kesal dan pesimis dengan kemunculan Arka. Sebagai salah seorang yang pernah berseteru dengan Arka ia berpikir jika Arka pasti akan memberikan nilai buruk kepadanya.
"Ah sial, aku tidak tahu kalau si Arka ternyata seorang Bos besar. Ini pasti akal-akalan Si Aini yang sengaja menggunakan kekuasaan gebetannya itu untuk menyingkirkan aku. Aku yakin dia pasti tidak senang melihat aku sukses sehingga berusaha menggunakan orang-orang terdekatnya untuk menyingkirkan aku. Kemarin ia sudah menyingkirkan aku dalam lomba Abang None Kampus, oklah its ok. Dan sekarang ia masih berusaha menjatuhkan aku dengan cara mematikan karierku!" gerutu Zaidan
Ia buru-buru meninggalkan ruangan Audisi diikuti oleh Ale sang manajer.
Zaidan yang tampak begitu marah berkali-kali melampiaskan kemarahannya dengan membanting benda apapun yang ada di sampingnya.
"Sudahlah sekarang bukan saatnya membahas masalah itu. Sekarang saatnya kamu mempersiapkan diri agar bisa mengalahkan para peserta lain dengan kemampuan aktingmu sendiri. Karena jujur saja aku tidak bisa membantu kamu lagi, karena ada bos besar yang turun langsung," ucap Ale
"Jangan khawatir Sob, gue akan bantu lo!" ucap salah seorang sahabat Ale
"Bantu gue gimana, emangnya lo bisa apa?" jawab Ale
"Asal kalian tahu, sebenarnya gadis yang bersama Galih itu siapa namanya?"
"Aini!" jawab Zaidan
"Yups, dia si Aini itu dia itu memakai kekuatan magis dalam dirinya yang membuat semua orang khususnya kaum pria tergila-gila padanya,"
"Kekuatan Magis apa maksudnya?" tanya Zaidan mengerutkan keningnya
Lelaki itu kemudian menjelaskan kepada Zaidan jika dirinya adalah seorang Indigo yang mampu melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa.
"Jadi dalam penglihatan saya, Aini itu memiliki seorang khodam yang selalu membantunya saat ia sedang kesusahan. Asal kalian tahu kalau wajah cantik yang Aini miliki itu bukan murni, tapi dia itu memakai sebuah kekuatan magis yang membuat ia terlihat lebih cantik. Mungkin sama seperti susuk atau pelet. Yang kedua dia juga memiliki kemampuan lain yang bisa membuat siapapun dengan mudah menyukainya hanya dengan kata-katanya?"
Zaidan benar-benar tak mengerti dengan ucapan Pria bernama Arya itu.
"Arya ini adalah seorang paranormal Zai, makanya ia tahu banyak tentang hal-hal yang berbau magic. Tapi sepertinya yang dikatakan Arya itu ada benarnya juga, apalagi saat melihat perubahan penampilan Aini. Secara jika hanya melakukan operasi plastik saja mustahil. Seberapa canggih teknologi yang ia pilih pasti membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Tapu kau lihat sendiri kan Aini begitu cepat pulih, bahkan waktunya lumayan cepat," imbuh Ale
__ADS_1
Zaidan mulai mengangguk mengiyakan ucapan sang manajer.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"