CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
42. Jelous


__ADS_3

Cantik??" jawab Galih tertegun saat Aini memanggilnya cantik.


SKILL TAME MODE ON


Wah skillnya sudah aktif??, tapi apa yang harus aku minta dari Galih??


Aini tampak berpikir keras bagaimana cara memanfaatkan Galih untuk memenangkan audisi.


"Yes, aku tahu!" Aini kemudian menarik Galih menuju ke ruang ganti


Galih tampak terkejar saat Aini justru membuka kancing kemejanya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya penasaran


"Jangan banyak tanya dan diam saja," jawab Aini kemudian melepaskan kemeja Galih


Lelaki itu tampak menyunggingkan senyumnya saat melihat keberanian Aini melucuti pakaiannya.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" tanya Galih mendekatkan wajahnya kepada gadis itu.


Aini semakin mendekatkan wajahnya kepada pemuda itu membuat dada Galih bergemuruh.


Bagaimana pun juga Galih tak bisa menolak pesona Aini yang memang sudah membuatnya tertarik dari awal mereka bertemu.


Tingkat ketertarikan target meningkat.


Galih yang begitu gemas melihat Aini yang sudah berhasil membuat imaginasi liarnya membuatnya panas dingin.


Ia bahkan menutup matanya saat Aini mulai mencondongkan tubuhnya kearahnya.


"Aku hanya ingin meminjam kostum mu, jadi jangan berpikir negatif!" sahut Aini kemudian mendorongnya


"Aish sial, ku pikir kau mau...." Galih langsung menepis pikiran kotor yang memenuhi otaknya


Saat ia membalikkan badan, ia melihat Aini sudah menggunakan kemeja panjang miliknya dengan dandanan yang terlihat seksi.


TINGKAT KETERTARIKAN TARGET NAIK 100 kali lipat.


SELAMAT POIN ANDA BERTAMBAH 100 POIN.


Aini tersenyum bahagia saat mendapatkan tambahan poin.


"Sekarang saatnya menaikan level sexy,"


Aini kemudian menggunakan poin itu untuk menambah level sexy manjadi 50 poin.

__ADS_1


Galih sampai menelan salivanya saat melihat penampilan cantik Aini.


"Gila dia benar-benar cantik dan Sexy,"


"Boleh aku minta tolong?" tanya Aini


Galih seketika mengangguk, " Tentu saja,"


Aini kemudian meminta Galih untuk menggandengnya dan mengantarkannya sampai ke tempat Audisi.


Semua mata tertuju kepada Aini saat gadis itu memasuki ruangan Audisi bersama dengan Galih.


"Semoga berhasil," ucap Galih saat meninggalkan Aini.


Aini yang kebagian peran menjadi seorang gadis penghibur mulai menunjukkan aktingnya. Dengan penampilan sexy dah wajah cantiknya ia berhasil memukau para juri dan keluar sebagai pemenang.


 "Pemenang Audisi kali ini jatuh kepada .... Aini!!"


Suara gemuruh tepuk tangan terdengar menyeruak di ruangan itu. Semua mata langsung tertuju kepada Aini yang berjalan perlahan menuju ke panggung utama untuk menerima hadiah.


Sementara itu Zaidan tampak begitu kecewa saat tahu Aini berhasil mempecundangi nya untuk kedua kalinya.


"Bagaimana bisa aku yang sudah menggunakan semua kekuatan gaib dan juga tapi apa yang aku dapatkan hanya kekalahan. Sebenarnya apa yang membuatnya bisa memenangkan audisi ini,"


"Jawabnya karena dia dekat dengan Galih dan Arka. Kau tahu kan kalau kedua pria itu bukan orang biasa. Jadi seberapa besar effort kamu untuk memenangkan Audisi hari ini tetap kau tidak bisa mengalahkannya," sahut Alexa


"Dekati para juri dan ambil hati mereka,"


Zaidan buru-buru menyusul Aini ke panggung lelaki itu langsung mengambil mikropon dan mulai mengumumkan bahwa Aini memenangkan audisi hari itu karena sokongan Arka dan Galih.


"Jadi jelas jika Aini melakukan kecurangan dengan memanfaatkan orang dalam untuk memenangkan audisi kali ini. Aku sendiri sebenarnya legawa jika memang harus kalah. Tapi aku tak bisa membiarkan ketidak adilan berjalan di sini. Aku kasian dengan para pendatang baru yang ikut Audisi ini, aku yakin mereka berharap bisa memenangkan audisi ini secara fair. Jadi aku mohon kepada juri yang terhormat agar bisa mempertimbangkan lagi keputusannya," ucap Zaidan membuat semua orang tercengang mendengarnya.


Jika Alexa menyambut orasi suaminya dengan tepukan meriah maka Arka langsung menyambutnya dengan tatapan sinis.


Lelaki itu segera beranjak dari duduknya, "Kalau kau ingin menjadi pemenang maka jangan suka memfitnah orang dengan ujaran kebencian atas dasar dendam pribadi. Asal kalian tahu meskipun aku dekat dengan Aini tapi dia tidak pernah memanfaatkan ku agar ia bisa menang dalam Audisi ini. Bukan seperti pria yang ada diatas panggung itu," Arka mengambil ponselnya dan memperlihatkan rekaman video saat Zaidan tengah melobi beberapa juri agar membantunya untuk memenangkan Audisi.


Semua orang tercengang melihat video itu, tidak terkecuali dengan Zaidan.


"Sekarang kalian tahu kenapa aku bersikeras untuk mengadakan audisi ulang!" imbuh Arka


Seketika semua penonton langsung melempari Zaidan dengan botol minuman.


Berita tentang kekalahan Zaidan dan kecurangannya untuk bisa memenangkan audisi tersebut menjadi trending topik di semua media sosial.


Viralnya pemberitaan tentang Zai membuat pihak manajemen mengeluarkan Zai dari manajemen dengan alasan menjaga nama baik dan menyelamatkan para YouTubers dan konten creator lain yang berada di bawah naungannya.

__ADS_1


Bahkan Ale yang merupakan sahabat sekaligus manajernya pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menerima keputusan dari pihak manajemen.


Zaidan kini benar-benar hancur bukan hanya dikeluarkan dari manajemen tempatnya bekerja ia juga dihadapkan pada kenyataan pahit kalau followersnya rame-rame meng unfollow semua akun media sosialnya.


"Huaaa!!!" teriak Zaidan melemparkan semua benda-benda yang ada di depannya.


Ia begitu marah dan melampiaskannya dengan melemparkan apapun yang ada di dekatnya.


"Sudah jangan semua kau hancurkan, ingat ... sekarang kita tidak punya apa-apa lagi jadi jangan membuat semuanya makin kacau!" hardik Alexa


"Semua ini karena Aini. Aku yakin dia melakukan semua ini untuk membalas dendam kepada ku!" seru Zaidan


"Terus apa yang akan kamu lakukan?, membunuhnya, atau meminta maaf padanya?" tanya Alexa


"Aku harus membunuhnya, aku yakin dengan begitu karierku bisa naik lagi," Zaidan kemudian menyambar jaket kulitnya kemudian melajukan sepeda motornya menuju ke tempat Audisi.


Sayangnya setibanya di sana Aini sudah pergi untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan brand minuman.


Setelah mencari tahu keberadaan Aini, Zaidan pun mendatangi tempat dimana Aini berada.


Sementara itu ditemani Arka Aini menandatangani kontrak kerja sebagai brand ambassador sebuah produk minuman.


"Selamat ya Ai akhirnya kamu berhasil mendapatkan pekerjaan seperti yang kau inginkan,"


"Terimakasih Arka, semua ini atas bantuan kamu juga kan. Btw gimana keadaan Kakek, apa sudah baikan?"


"Untungnya Kakek sekarang jauh lebih baik setelah di rawat di luar negeri. Jadi kamu gak perlu repot-repot mengurusnya lagi," jawab Arka


"Syukurlah kalau begitu, bagaimana dengan Ka Dimas?"


"Dia lagi sibuk ngurusin wisuda, oh ya dia juga nitip salam buat kamu,"


"Terimakasih, semoga saja wisudanya lancar. Nitip salam juga buat dia," jawab Aini


"Ok," Arka masih tampak canggung saat berbincang dengan Aini meskipun keduanya sudah lumayan dekat.


Pria itu memang tampak cool di hadapan para awak media untuk menjaga wibawanya sebagai seorang CEO muda.


Tidak jauh berbeda dengan Galih yang tak bisa bersikap akrab saat di depan umum kedua pria tampan itu hanya bisa mengagumi Aini dalam hati.


Selesai sesi foto, Arka mengantarkan Aini untuk melakukan wawancara dengan awak media. Galih juga ikut serta dalam wawancara itu apalagi dia yang akan menjadi partner Aini dalam sebuah projek iklan minuman dingin.


Saat Aini hendak menarik kursi tiba-tiba Zaidan datang dan menyeret Aini pergi.


Lelaki itu mengalungkan sebuah belati di leher Aini membuat semua orang tidak berani mendekat kearahnya.

__ADS_1


"Jangan ada yang mendekat, atau aku akan membunuhnya,"


__ADS_2