
Apakah ada pria yang mencintaiku?
Aini tampak terdiam saat mendengar misi sang manager.
"Tentu saja, bukankah semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan, jadi jangan patah semangat begitu dong neng nong. Apalagi sekarang kau sudah memiliki modal untuk bisa dicintai oleh lelaki manapun tidak terkecuali mantan suamiku, Zai. Jadi ...."
Belum selesai manajer berbicara, sebuah motor melaju kencang hingga hampir menabrak seorang kakek yang hendak menyeberang.
"Awas kakek!"
Melihat itu Aini segera berlari untuk menyelamatkan sang kakek. Ia berlari begitu cepat dan menyambar tubuh sang kakek yang hampir saja tertabrak sepeda motor.
"Oi, kalau nyebrang hati-hati dong!" seru sang pengendara motor yang hampir terguling karena menghindari sang kakek.
*Bruughh!!
Aini terguling hingga kaki dan lengannya terluka.
"Kamu gak papa nak?" tanya sang kakek menghampirinya
"Gak papa kek, bagaimana dengan kakek sendiri?" jawab Aini balik bertanya
"Untungnya ada kamu yang nyelametin kakek, jadi kakek baik-baik saja, makasih ya nak,"
"Sama-sama Kek," jawab Aini sumringah
"Oi gendut, lain kali kalau mau jadi pahlawan lihat-lihat dong, daripada menyelamatkan kakek tua yang sudah bau tanah mending lo nyelametin kepala rumah tangga yang bertanggung jawab seperti aku. Bayangkan kalau aku mati empat anakku mau makan apa!" maki si pengendara motor yang menghampiri Aini
"Makan nasi lah masa makan daun. Meskipun mereka gak punya bapak tidak akan merubah makanan pokok mereka jadi santai saja. Lagipula kalau gak ada dia kamu bisa saja masuk penjara gara-gara menabrak orang. Coba pilih mana masuk penjara atau luka-luka!" seru seorang pemuda tampan tiba-tiba menengahi mereka
Pengendara motor seketika terdiam mendengar ucapan pemuda itu. Ia kemudian memilih pergi tanpa meminta maaf kepada sang kakek.
"Dasar berandalan, sudah salah gak malah gak mau minta maaf!" gerutu pemuda itu
"Kakek tidak apa-apa?" tanyanya sambil memeriksa kondisi sang kakek
"Kakek baik-baik saja Arka. Beruntung ada dia yang menyelamatkan kakek,"
Arka menggerakkan bola matanya kearah Aini. Melihat kaki dan tangan Aini yang terluka membuat pria itu langsung berinisiatif untuk mengajaknya ke klinik.
"Karena kau sudah menyelamatkan Kakekku maka sebagai ucapan terimakasih aku akan membawamu ke klinik,"
"Oh tidak usah, lagipula hanya luka ringan, besok juga sudah sembuh kok," tolak Aini
Gadis itu buru-buru membalikkan badannya dan bergegas meninggalkan Arka dan kakeknya.
"Dasar gadis aneh, biasanya cewek tuh paling antusias kalau ditolong oleh pria tampan, sedangkan kamu justru sebaliknya, benar-benar di luar Nuril, ck, ck, ck!"
__ADS_1
"Aku bukan cewek aneh, aku hanya sadar diri saja," jawab Aini
"Sadar diri untuk apa, memangnya kamu gak suka pria tampan?" tanya manager game
"Tidak ada seorangpun perempuan yang tidak menyukai pria tampan, hanya saja aku sudah tidak bisa berharap kepada mereka. Karena aku tahu lelaki tampan itu hanya menyukai wanita yang cantik bukan jelek seperti diriku," jawab Aini
"Wah super sekali jawabanmu neng nong. Asal kau tahu mulai sekarang cowok-cowok tampan akan mendekati mu jadi bersiaplah. Kau harus menentukan siapa yang akan jadi aktor utamanya dan mendapatkan cinta sejatimu. Durasinya satu tahun,"
"Tokoh utama, cinta sejati, apa itu mungkin bagiku??" Aini tampak murung kala mengingat bagaimana ia menganggap Zai adalah cinta sejatinya dan berakhir dengan pengkhianatan.
"Apa aku bisa mendapatkan semua itu?" tanyanya sinis
"Tentu saja, aku sudah memberikan hadiah kepada mu bukan, dan kau bisa menggunakannya jika kau mau?"
Seketika layar game kembali muncul membuat Aini langsung mendongakkan kepalanya.
"Kau tinggal pilih saja?"
"Oh maksudmu aku bisa meningkatkan status supaya lebih cantik?" tanya Aini
"That's right baby!" seru manager game mengerlingkan matanya
*Ngiuuuung!!
Tiba-tiba sebuah Drone hampir saja menabrak Aini, beruntung Arka langsung menariknya.
*Deg!
Aini terkesiap saat melihat Arka dari dekat.
Ku kira hanya Zai satu-satunya pria tertampan di dunia ini, ternyata benar diatas langit masih ada langit. Tapi....
Aini membulatkan matanya saat melihat sesuatu diatas kepala Arka.
*Triing!!
"Tingkat ketertarikan Nol??"
"Ah sial, padahal tadi lagi seru-serunya sayangnya ada seseorang yang berusaha jadi pahlawan kesiangan,"
Tiba-tiba beberapa orang pemuda menghampiri mereka.
Aini tampak terkesiap saat melihat teman-teman sekelasnya tiba-tiba ada di taman.
"Wah ternyata benar yang dibilang Lexa kalau Si Dugong berubah jadi lumayan cantik,"
"Mungkin karena patah hati makanya dia langsung operasi plastik kali," timpal yang lainnya seketika di sambut gelak tawa para pria itu.
__ADS_1
Aini hanya menunduk mendengar ejekan mereka.
Melihat Aini yang hendak menangis membuat Arka langsung melangkah mendekati para pemuda yang mengejek Aini.
Arka menatap nyalang kearah mereka sambil mengepalkan tangannya.
"Kenapa, kau tidak suka?" tantang salah seorang dari mereka
"Pasti dia mau jadi pahlawan kesiangan buat si Dugong tuh," sahut yang lainnya
"Silakan saja, kau pikir aku takut padamu??"
"Wkwkwkw!"
Tiba-tiba terdengar suara gelak tawa para pemuda itu menertawakan Arka.
"Kalau lihat cowok kaya dia tuh bawaannya gatel pengin ninju mukanya yang sok imut deh," ucap pria itu sengaja memancing kemarahan Arka
Arka tersenyum sinis mendengar nyinyiran pria di depannya itu. Ia yang sudah tak tahan dengan mulut tajam lelaki itu langsung melepaskan tinjunya hingga pria itu sempoyongan.
*Buugghh!!
"Wah beraninya kau melawan kami bertiga!"
Kedua teman pria itu langsung mengeroyok Arka. Namun siapa sangka jika Arka adalah seorang atlet taekwondo sehingga ia dengan mudah dapat melumpuhkan ke tiga pria itu.
Ketiga pemuda itu kemudian memilih kabur saat merasa tak mampu mengalahkan Arka.
Melihat kebaikan Aini sang kakek mengajak Aini ke rumahnya. Aini tak bisa menolak ajakan sang kakek. Setibanya di rumahnya, sang kakek kemudian memberikan kotak p3k kepadanya, "Debaiknya kamu obati dulu luka di lengan dan kakimu," ucap sang kakek
Aini mengangguk, iapun segera mengobati luka di kakinya.
Namun ia kesusahan saat mengobati luka di tangan kanannya. Meski Arka adalah seorang yang sanga dingin, namun ia tak tega saat melihat Aini kesusahan untuk memasang perban di lengannya.
Ia kemudian mengambil perban itu dan membantunya.
Aini terkesiap saat melihat tingkat ketertarikan Arka kepadanya mulai naik meskipun hanya 0,5.
"Terimakasih," ucap Aini
Melihat Arka mengobati Aini sang kakek pun tersenyum senang. Ia bahkan menyuruh Arka untuk mengantar aini pulang.
Arka kemudian membonceng Aini menggunakan motor sportnya. Sepanjang perjalanan keduanya tidak saling bicara.
Aini yang tidak nyaman dengan pria itu memutuskan untuk turun di taman tempat mereka bertemu.
Tidak di sangka di taman Aini malah bertemu dengan Zai dan alexa.
__ADS_1