CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK

CANTIK DENGAN SATU KALI KLIK
23. Kebangkitan Aini


__ADS_3

*Trinng!!



Kembali layar Game muncul di saat amarah Aini benar-benar memuncak.


Aini yang kali benar-benar tak bisa menolerir perbuatan Agni, tak segan untuk menekan tombol Yes.


"Yes!"


*Trinng!!


Dark Shadow Skills di aktifkan!!


"Cie, cie, akhirnya kamu pakai juga tuh Skill, selamat ya neng nong akhirnya kamu sadar juga," ucap Ben seketika muncul di depannya


"Sepertinya sudah saatnya Aini bangkit, anggap saja Aini yang baik hati sudah mati dan kini telah berevolusi menjadi Aini yang tangguh!"


"Setubuh...eh setuju!" sahut Ben diiringi tawa kecil


Aini melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Waktunya tinggal setengah jam lagi, sepertinya aku harus bergegas untuk mengambil pakaian ganti,"


"Tidak perlu neng nong, sebagai bentuk rasa syukur ku atas kebangkitan mu, aku akan memberi mu hadiah," jawab Ben


Tiba-tiba Layar game kembali muncul.


*Triingg!!




"Silakan pilih saja hadiah yang kau mau?" tukas Ben


Aini kemudian mendekat kearah layar dan mulai menekan beberapa Item.


💄Wajah lebih cantik dan mempesona


💄Senyuman yang membius semua orang


💄Anggun dan elegan


💄 Menghilangkan luka di kaki dan tangan


💄 Kepercayaan diri yang meningkat


"Perfect!" seru Ben


"Sorry aku terlambat," ucap Arka


Pemuda itu seketika terkesiap melihat Aini yang berubah cantik hanya dengan menggunakan pakaian biasa.


"Terimakasih Arka,"

__ADS_1


"Dimana bajumu yang kau pakai tadi??" tanya Arka


"Basah," jawab Aini menunjuk kearah pakaiannya yang ia letakan dibawah.


"Pasti ini kerjaan Agni ya,"


"Hmm,"


"Sekarang aku tak punya waktu lagi untuk kembali ke butik, cara satu-satunya adalah aky harus menghubungi asisten pribadiku untuk membawakan gaun untukmu," tandas Arka


"Maaf, tadi aku lihat Agni dan teman-temannya membawa ember air, aku takut mereka akan menyiram mu makanya aku membawakan baju ganti ini untukmu,"


Tiba-tiba Dimas datang menghampiri mereka. Ia kemudian menyerahkan sebuah gaun cantik kepada Aini.


"Aku yakin gaun ini cocok untukmu," imbuhnya


"Dimas, bagaimana kau bisa tahu aku perlu gaun??" jawab Aini


"Cie, cie, yang dapat perhatian dua cowok," goda Ben


"Aku hanya berjaga-jaga Ai,"


"Sepertinya kali ini kau menyelamatkan kami Dim, thanks Bro,"


"Sama-sama Arka, semoga kalian menang dalam challenge kali ini,"


Kedua pria itu kemudian meninggalkan Aini untuk berganti pakaian.


*Ting Nong!!


*Triingg!!


*Glekk!


Kedua kakak beradik itu tampak terkesima menatap Aini yang semakin cantik menggunakan gaun mini berwarna putih.


Arka sampai menelan ludahnya saat menyadari betapa cantiknya Aini.


"Sepertinya kita harus segera bergegas ke backstage Ai," ucap Dimas kemudian menggandengnya bersamaan dengan Arka.


"Eh," Aini tampak terkesiap saat melihat kedua pria itu sama-sama menggandeng lengannya.


"Pasti bingung kan pilih yang mana, kuy pilih aku saja!" seru Ben mengulurkan tangannya


"Iya, sebaiknya kita cepat bergegas!" Aini kemudian memilih melepaskan kedua tangan dua pemuda tampan itu dan berjalan menuju backstage.


Semua orang tampak tercengang saat melihat kecantikan Aini yang begitu paripurna.


"Wah Aini benar-benar gak ada obat, cantiknya kebangetan!"


Alexa tampak begitu kesal saat melihat Zai tak berkedip melihat mantan istrinya.


"Aku tak menyangka jika Aini akan berubah secantik ini,"


"Terus kenapa, lo menyesal karena sudah mencampakkannya!" tandas Alexa sinis

__ADS_1


Ia langsung memalingkan wajahnya saat Zai menoleh kearahnya.


"Bukan, begitu sayang, jangan marah dong, meskipun Ai cantik tapi kamu tetap lebih cantik kok," ujarnya berusaha membujuk lexa yang mulai merajuk.


"Ingat, jangan pernah memuji wanita lain di depan pasanganmu, karena itu sangat menyakitkan. Kau sama saja mengulitinya jika kau melakukan hal itu," ucap Alexa


"Iya sayang aku tidak akan mengulanginya lagi, maaf ya,"


Sementara itu, Alexa tampak tak percaya dengan penampilan Aini yang begitu sempurna setalah apa yang ia lakukan padanya.


"Sepertinya Arka dan Dimas yang membantunya, aku tidak boleh lengah,"


Agni kemudian mendekati salah seorang juri dan membisikkan sesuatu kepadanya.


"Jangan khawatir Agni, kami akan selalu membantu mu,"


"Thanks Om, aku pastikan posisi Om aman. Dan aku akan meminta papah untuk selalu memberikan posisi yang strategis untuk Om," tukas Agni


"Terimakasih Agni,"


Perlombaan pun dimulai. Agni tampil sebagai peserta pertama diikuti oleh Alexa dan Zai. Sedangkan Aini menjadi peserta terakhir yang sekaligus menutup acara hari itu.


Semua orang tampak tegang saat Pihak Panitia mulai mengumumkan jika penilaian lomba kali ini ditentukan oleh pilihan para penonton bukan penilaian dari Juri.


Semua mahasiswa tampak berbondong-bondong memberikan suaranya di kotak suara yang sudah disediakan.


Saat penghitungan suara pun dimulai. Seorang ketua panitia di bantu dua orang juri mulai menghitung perolehan suara yang tampak tegang saat hasil suara Agni dan Aini bersaing ketak.


Namun siapa sangka di kotak suara terakhir justru semua mahasiswa memberikan suaranya kepada Aini.


"Tidak mungkin Aini mendapatkan 231 suara sedangkan aku hanya 56 suara," Agni tampak lemas saat mengetahui hasil akhir penghitungan suara.


Ia tak mengira jika Aini benar-benar akan mengalahkannya di challenge pertama dan kedua berturut-turut.


"Pembalasan sebenarnya adalah mengalahkan lawan kita dengan menggunakan kecerdasan bukan kekerasan. Maaf Agni sepertinya kau juga harus menyerah di challenge ke tiga," tandas Aini sengaja mengguncang tubuh gadis itu saat berjalan meninggalkannya.


Setelah perlombaan selesai Arka kemudian melaporkan kejadian yang menimpa Aini sebelum lomba Catwalk.


Ia sengaja membuat laporan jika Agni sudah melakukan kekerasan terhadap Aini untuk memenangkan pertandingan.


Pihak panitia berusaha memproses laporan Arka, namun mereka juga tak bisa memberikan hukuman kepada Agni karena ia adalah putri rektor kampus.


Untuk itu mereka berusaha membuat Arka untuk berdamai dengan Aini.


"Sebaiknya kau berdamai saja dengannya dan jangan membuat masalah lagi dengannya jika kau tak mau hal serupa menimpa Aini lagi,"


"Cih, bagaimana bisa kalian berkata seperti itu setelah tahu bagaimana kejamnya Agni membully Aini. Apa kalian selamanya akan tutup mata dan membiarkan semua perundung di kampus ini terus melakukan perundangan. Bukan hanya nama kalian yang akan rusak karena membela perundung, tapi nama baik sekolah juga akan rusak karena sikap acuh kalian!" seru Arka kemudian bergegas pergi


Namun saat ia hendak membuka pintu keluar, tiba-tiba rektor kampus berdiri di depannya.


"Pak Rektor!!"


Seru para dosen terkesiap melihat kedatangan Amri Priadi Sudjono rektor sekaligus ayah dari Agni di depan ruangan mereka.


Lelaki itu menatap nanar kearah Arka yang berdiri tepat di depannya dengan tatapan yang tak kalah tajam.

__ADS_1


"Kebetulan anda di sini pak, anda harus tahu jika putri kesayangan anda selama ini selalu membully mahasiswa yang dianggap sebagai rivalnya. Aku yakin sebagai seorang ayah dan rektor kampus anda tidak akan diam saja setelah mendengar ini!" tandas Arka


__ADS_2