CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Hal tak terduga


__ADS_3

Rasanya Alma ingin pulang sekarang, setelah tadi mamah Angka melabrak dan mengancamnya. Entah mengapa Alma ingin cepat-cepat pulang, dia merasa sangat enggan berlama-lama disini takut ada kejadian yang dia tidak inginkan terjadi.


Alma melihat Angka yang datang mendekat, ekspresi wajah lelaki itu terlihat suram.


'Ada apa dengan nya?' tutur batin Alma.


"Al sebaiknya kita pergi aja dari sini" ucap Angka begitu sampai di hadapan Alma. Gadis itu memandang Angka bingung.


"kenapa? emang acaranya udah selesai?"


"Kita gak perlu lama-lama disini, ayo" Tangan Angka menggenggam jemari Alma lembut.


Baru saja mereka ingin melangkah, suara dari mikrofon membuat mereka urung melangkah.


"Selamat malam semuanya, saya Anita mewakili suami saya yang tidak bisa hadir karna ada perjalanan bisnis, mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke acara ini"


Angka melihat wajah mamahnya yang melirik kearah nya dengan senyum manis itu, sebenarnya saat sedang asik berbincang dengan temannya yang kebetulan anak dari salah satu investor papahnya. Tiba-tiba saja lengan Angka ditarik oleh Anita dan ia diberitahu hal yang sangat tidak ingin dia dengar.


Flashback On


"Mah mau kemana sih?" ucap Angka begitu Anita menarik lengannya entah kemana, sampai akhirnya langkah mereka terhenti di taman belakang rumah. Anita menatap Angka serius.


"Mamah mau kamu nurutin mamah kali ini aja" ucapan itu membuat Angka mengernyitkan dahi.


"Maksud mamah?"


"Hari ini mamah akan umumkan tanggal pertunangan kamu dengan Renata, suka maupun gak suka kamu harus terima"


Bagai petir disiang bolong Angka membelalakkan mata mendengar ucapan wanita yang sudah melahirkannya ini, Angka menggeleng tidak percaya. Lagi-lagi keputusan diambil secara sepihak tanpa bertanya pada Angka terlebih dahulu, jujur Angka sangat muak akan hal ini.


"Apasih mah?! mamah tau kan apa yang mau aku capai? aku gak mau mah terikat lebih dulu sama Renata. Dia pasti bakal jadi penghalang untuk jalan aku menuju kesuksesan, Mamah tau pasti bahwa dia suka ngekang aku"

__ADS_1


Urat kepala Angka terlihat sangking emosinya, Mamahnya tau seberapa besar Renata selalu menginginkan waktu Angka. perempuan itu bahkan tidak suka ditinggal Angka walau semenit saja, kalau bukan karna pekerjaan gadis itu dan betapa sibuknya Angka sangat mungkin bagi renata untuk membuntuti kemanapun Angka pergi.


Jika mereka terikat akan sangat mungkin gadis itu memainkan peran untuk mendapat waktu Angka lebih banyak, Angka tidak suka berada di dekat gadis itu walau semenit saja.


"Mamah gak mau dengar lagi alasan kamu, mamah gak akan lakuin ini kalau bukan karna mamah tau bahwa kamu menyukai gadis pembantu itu, iyakan?"


Angka melotot mendengar ucapan mamah nya, bicara apa wanita ini bahkan Angka saja tidak bisa menebak pasti perasaan apa yang dimilikinya untuk Alma.


"Dia punya nama mah, nama dia Alma. Dan lagian aku gak suka sama dia, antara dia sama aku cuma sebatas pembantu dan majikan"


"Mamah gak mau tau, kamu akan bertunangan dengan Renata dan tanggal pertunangan kamu akan mamah umumkan malam ini"


Flashback off


Dan pada akhirnya yang bisa dilakukan Angka hanya diam dan pergi meninggalkan mamah nya tanpa bicara apapun, dia sudah muak. Sungguh.


"Malam ini adalah malam spesial karna saya akan mengumumkan berita bahagia kepada rekan-rekan semua"


"Berita itu adalah bahwa anak saya Angkara Gautama akan bertunangan dengan anak dari rekan kerja saya Yaitu Renata Kusmanto"


Gemuruh tepuk tangan memenuhi aula tempat pesta diadakan, Alma menoleh kaget pada Angka. Gadis itu sangat ingin melepas genggaman mereka karna semua pasang mata sudah menatap kearah mereka namun Angka terlalu erat menggenggamnya.


"Kepada Angka dan Renata silakan maju karna saya akan mengumumkan tanggal pasti pertunangan kalian sekaligus ingin mengenalkan kalian kepada para rekan kerja yang hadir malam ini"


Mendengar ucapan itu Renata dengan gaya anggun dan antusias nya melangkah maju, namun tidak dengan Angka yang masih setia menggenggam tangan Alma erat sambil menatap tajam kearah ibunya.


"Angka, kamu harus maju" Alma membuka suara karna melihat lelaki di depannya ini seperti enggan melangkah.


"Angkara Gautama, maju sekarang" suara tegas dan tajam dari Anita terdengar namun hal yang tidak terduga terjadi, Angka melangkah maju sambil tetap menggenggam tangan Alma untuk maju ke depan.


Seluruh pasang mata menatap hal itu kaget begitupun dengan Anita dan Renata yang sama-sama melotot tajam karna ulah Angka.

__ADS_1


Angka dan Alma berdiri di sisi kanan Anita, Alma berusaha melepas tautan tangan mereka namun Angka terlalu erat menggenggam nya.


Astaga, apa maunya lelaki ini. Batin Alma.


Alma bertambah panik saat Anita menatapnya nyalang, sungguh Alma benci situasi seperti sekarang.


"Angka lepasin tangan aku" bisik Alma lirih sambil berusaha melepas tautan tangan mereka. Namun Angka hanya menoleh kearahnya singkat sebelum membuka suara.


"Angka mamah cuma suruh kamu maju, sendiri. Tapi kenapa malah kamu bawa pembantu ini juga" Ucap Anita berbisik, dia menatap tajam Angka namun lelaki itu enggan menjawab.


Pandangan Angka beralih pada tamu di depannya kemudian dia mengambil mikrofon dari tangan Anita.


"Sebenarnya pertunangan yang akan terjadi disepakati hanya dengan satu pihak, saya tidak tau menahu akan hal ini, saya sudah berusaha untuk membatalkan soal pertunangan ini karna saya sudah punya calon istri pilihan saya sendiri dia pacar saya yang sudah saya kencani selama 7 tahun. Tapi ibu saya tidak memberi restu"


Semua pasang mata melotot kaget akan penuturan Angka, mereka mulai berbisik-bisik membicarakan mamah Angka. Wajah Anita memerah menahan malu dan amarahnya, putranya kali ini sudah keterlaluan.


"Apa kata kamu? Angka jangan mengarang cerita" Bukan hanya Anita dan Renata yang syok akan penuturan Angka, bahkan Alma sendiripun sangat terkejut akan ucapan tiba-tiba Angka ini.


"Angka kamu bicara apa sih?" Alma berujar lirih.


"Nama dia Alma, dia gadis sederhana dan penuh kasih sayang. Saya jatuh pada pesonanya bukan hanya karna kecantikan yang dia punya tapi juga karna kebaikan hatinya" Angka menoleh pada wajah Alma dan tersenyum sangat tulus padanya. Semua orang bisa merasakan seberapa besar cinta yang lelaki itu punya untuk gadisnya.


"Angka jangan buat mamah malu!" seru Anita pelan namun Angka memilih untuk mengabaikannya.


"Kenapa mah? mamah marah karna aku bicara fakta?" lelaki itu terkekeh pelan "sampai kapan mamah akan berusaha untuk misahin aku dan Alma? dan melanjutkan pertunangan yang tidak anak mamah inginkan ini?"


Renata menangis tersedu ditempatnya dan memilih untuk berlari menjauh sedang Anita berada di posisi serba salah, dia ingin sekali menampar anaknya ini untuk menyadarkan nya. Namun disisi lain dia tidak mungkin meninggalkan Renata seorang diri, anak itu bisa berbuat nekat. Untung saja ayah dari gadis itu tidak bisa hadir malam ini jika dia melihat bagaimana putrinya dipermalukan maka habislah Anita. Dia akan sangat malu.


"Kamu sudah keterlaluan Angka!" Seru Anita sebelum memilih untuk mengejar Renata.


Angka menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya melangkah pergi dengan Alma di belakangnya. Biarlah pesta ini berakhir kacau yang pasti untuk sekarang Angka bisa menghentikan pengumuman pertunangan nya dengan Renata. Meski Angka sangat tau bahwa mamahnya pasti akan menyusun rencana baru untuk bisa membuat pertunangan antara Angka dan Renata tetap terjadi.

__ADS_1


Biarlah itu menjadi urusan nanti yang harus Angka lakukan sekarang adalah menjelaskan semuanya dengan Alma dan meminta maaf karna melibatkan gadis itu atas kebohongan yang dia buat di depan semua orang.


__ADS_2