CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Status?


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kejadian dimana Alma dan Angka saling memberitahu perasaan masing-masing, Alma yang hari itu ditanyai ibunya perihal kenapa bisa bosnya mengantarkannya pulang padahal dia menginap dirumah temannya untung saja dia bisa menghindar dari pertanyaan itu walau harus berbohong bahwa ia sangat lelah dan ingin cepat-cepat istirahat. Dan untungnya lagi Rosita ibu Alma tidak curiga dan segera menyuruhnya masuk.


Hari ini Alma dapat jatah libur lagi dari Angka, lelaki itu bilang bahwa dia akan menginap di rumah ibunya kemarin. Jadilah Alma diliburkan.


Hari ini Alma menghubungi Risa untuk bertemu karna memang sudah lama sekali mereka tidak berjumpa dan menghabiskan waktu karna mereka yang sama-sama sibuk sekarang. Untungnya Risa sedang libur juga, jadilah mereka memutuskan untuk bertemu.


Disinilah Alma di 'Caffe Star' tempat yang tidak jauh dari rumahnya, gadis itu sedang menunggu kedatangan Risa. Mereka memang janjian langsung bertemu ditempat. Alma menatap sekeliling banyak yang datang bersama pasangan, membuat iri saja. Pikirnya.


Tak lama Alma melihat Risa memasuki caffe segera saja Alma melambai kala mata Risa menyisir seisi caffe, mencari keberadaannya.


Gadis tinggi dan berwajah manis itu tersenyum kala menemukan keberadaan sahabatnya setelahnya dia mendekat menuju meja dimana Alma berada.


"Hai Al, sorry ya kalo nunggu lama. Nyokap gue rusuh minta anter ke pasar dulu" Ujar Risa saat dia sudah duduk dihadapan Alma yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


"Gapapa kok, santai aja. Lagian gue belum lama nunggu lo, pesen dulu aja sana" Risa mengangguk dan memanggil pelayan untuk menyebutkan pesanannya.


"Jadi gimana kerja sama Angka? lancar?" Tanya Risa saat pelayan sudah pergi setelah mencatat pesanannya.


"Lancar kok, ada hal yang gak gue sangka dan baru gue tau sekarang" Kening Risa mengernyit mendengar itu.


"Hal apa tuh?"


"Ternyata Angka selama ini juga suka sama gue"


"Whatt?!!!" Pekik Risa mengundang tatapan dari beberapa pengunjung caffe. Alma melotot pada Risa lalu tersenyum canggung pada orang-orang yang menatap ke arah mereka.


"Mulut lo ya, pelanin dikit kek malu tau" Kesal Alma yang dibalas cengiran oleh Risa.

__ADS_1


"Ya maaf, abis gue syok. Gimana ceritanya dia suka balik sama lo?"


"Ternyata selama ini Nina bohongin Angka bilang kalo gue cuma pura-pura suka dan aslinya benci sama Angka, lo tau Nina kan? yang cinta mati banget sama si Rendi"


Ahh Nina. Tentu Risa mengingat gadis munafik itu. Gadis yang memang selalu menjadi biang masalah.


"Parah sih dia, kenapa coba sampe fitnah kaya gitu. Lagian jelas-jelas lo sama Rendi deket karna udah kenal dari awal masuk, terus gimana ceritanya Angka bisa jujur sama lo?"


"Waktu itu gue nginap di apartemen karna ujan, tapi kita tidur beda tempat ya" Ujar Alma sejak saat Risa menatapnya curiga. "Terus dia nanya deh tentang gue yang beneran suka sama dia atau engga, terus mengalir deh cerita soal Nina dan akhirnya dia ngaku kalo udah suka gue jauh sebelum dia tau rumor kalo gue suka sama dia"


"Menarik banget cerita cinta kalian, menurut gue pertemuan kalian ini adalah takdir yang udah ditulis Tuhan supaya kalian saling tau perasaan satu sama lain dan kesalahpahaman yang selama ini ada jadi ilang" Alma mengangguk dia juga merasa bahwa yang terjadi padanya dan Angka adalah takdir.


"Terus setelah tau perasaan satu sama lain, sekarang hubungan kalian apa? Jadian?"


Tebak Risa namun melihat wajah bingung Alma dia tau jawabannya.


"Jadi gak ada kejelasan hubungan kalian sekarang? Artinya lo di gantung dong?"


"Yah cupu banget si Angka, harusnya dia kasih kejelasan dong soal hubungan kalian jadikan lo juga gak perlu bertanya-tanya"


"Gak bisa Sa, lagian dia udah punya calon tunangan. Dia dijodohin" Risa berdecak "Halah Al, sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung dong, lo tinggal tanyain aja sama Angka jenis hubungan kalian tuh apa. Lo juga jadi cewe harus tegas dong jangan nurut aja"


"Gak berani ah gue, biarin aja. Ikutin alurnya aja gimana"


"Kebiasaan selalu pasrah gitu, ntar nyesel baru deh nangis-nangis gak jelas. Inget lho Al gak pernah ada obat untuk suatu penyesalan"


Alma hanya mampu menunduk mendengar ucapan Risa, memang benar dia menyukai Angka dan akan sangat senang jika hubungan keduanya menjadi resmi sebagai sepasang kekasih. Tapi tidak semudah itu, ada banyak hal yang akan mereka lalui termasuk ibu Angka. Dan Alma tidak ingin hubungan keduanya renggang hanya karna keegoisan Alma yang ingin memiliki Angka. Andai Risa tau sepelik apa hubungan yang terjadi antara Alma, Angka dan Renata.

__ADS_1


****


Angka duduk di sofa di ruang keluarga, dia sebenarnya sangat malas duduk disini. Apalagi sejak tadi Renata menempelinya seperti parasit, sangat mengganggunya


Ada juga Anita yang duduk dan tersenyum melihat interaksi keduanya, walau Angka bersikap dingin tapi itu tidak masalah baginya lama-lama juga Angka akan luluh. Semua hanya perihal waktu, batinnya.


"Jadi apa yang mau mamah omongin? Angka gak bisa lama-lama, harus berangkat ke caffe"


"Ya ampun beb, inikan hari sabtu santai sedikitlah lagian caffe kamu gak akan bangkrut kok kalo sehari aja kamu gak datang" Renata berujar masih dengan kepala yang bersandar manja di bahu Angka dan lengan yang mengamit tangan Angka erat.


"Lagian aku kangen tau sama kamu karna sibuk pemotretan jadi gak ada banyak waktu sama kamu" Lanjutnya.


Angka berdecak dan melepas paksa tangan itu, beralih menatap tajam mamahnya.


"Oke-oke mamah akan bicara, ini soal tanggal pertunangan kalian yang akan diadakan 2 minggu lagi" Angka melotot mendengarnya, 2 minggu lagi?? Angka bahkan sudah dengan keras menolak pertunangan itu, kenapa malah dimajukan.


"Mah gak bisa gitu dong, Angka kan udah bilang sama Mamah tunggu sampai Angka wisuda kenapa malah jadi 2 minggu lagi?!" Ucap Angka kesal.


"Kelamaan Angka, mamah mau kalian cepat-cepat punya hubungan resmi supaya gak ada yang ganggu kamu" Angka mendelik mendengarnya, mengganggu Angka? apa ibunya sedang menyindir seseorang?


"Siapa yang bakal ganggu Angka?"


"Siapa lagi kalo bukan pembantu kamu yang centil itu, dia kan berusaha rebut kamu dari aku. Lagian ya Angka kamu harus sadar dong dia gak pantes buat kamu derajat dia jauh dibawah kamu, aku yakin dia cuma mau harta kamu doang" Bukan Anita yang menjawab tapi Renata, Angka mendelik sebal mendengarnya.


"Tau apa lo soal siapa yang pantas bersanding sama gue? Lo yang paling gak pantes untuk bersanding sama gue kalo lo mau tau!!"


"ANGKA! ucapan kamu keterlaluan" Jerit Anita lalu wanita paruh baya itu memegang dadanya, Angka melotot melihat Anita kesusahan bernafas dengan panik dia menghampiri Mamahnya.

__ADS_1


"Tante!" teriak Renata,


"PANGGIL DOKTER" Teriak Angka pada pelayan yang ikut panik melihat nyonya besar mereka kesusahan bernafas.


__ADS_2