CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Kedatangan mamah Angka


__ADS_3

"sejak kapan kamu bekerja di apartemen ini? kenapa angka gak ngasih tau saya soal kamu?"


pertanyaan itu membuat alma mengernyit, mana dia tau alasan angka tidak memberitahu ibu nya soal dia yang bekerja disini. salahkan saja anaknya itu. ingin alma berkata seperti itu tapi ia tidak punya nyali, bagaimana pun wanita di depannya ini adalah nyonya besar. ibu dari tuan nya.


"saya sudah bekerja selama sebulan disini, mengenai pertanyaan ibu soal kenapa tuan angka tidak memberitahu. saya gak punya jawaban atas itu, maaf"


"Dasar anak itu, sudah dibilang untuk mencari yang berpengalaman kenapa nyari yang masih muda begini. pasti kerjaan nya gak ada yang becus dan banyak leha-leha nya"


ucapan itu mengganggu alma, tau apa wanita di depan nya ini yang bahkan tidak pernah melihat bagaimana kinerja alma selama disini. orang kaya yang sombong, begitu batin alma berujar.


"biar aku telpon angka mah supaya bisa cepet pulang untuk ngejelasin hal ini" gadis dengan mini dress itu berucap sambil menatap sinis alma, apakah ini renata? tunangan angka?


"ngejelasin soal apa?"


sebuah suara mengalihkan perhatian 3 pasang mata itu untuk menoleh kearah sumber suara. Angka, dia datang di waktu yang tepat.


"Sayang" gadis itu langsung berlari dan memeluk manja lengan angka sedangkan si wanita paruh baya bernama anita itu menatap anaknya sambil bersedekap dada.


"bisa kamu jelasin soal ini angka?" anita melirik alma yang hanya mampu menunduk, angka menatap anita lalu beralih pada alma. Gadis itu pasti gugup berhadapan dengan mamah nya yang tegas ini. Harusnya tadi angka tidak perlu meladeni temannya untuk mengobrol sebentar supaya ia bisa datang tepat waktu. sialnya ia terlambat. mamah nya sudah tau soal alma, pembantu baru nya.


"Dia alma pembantu baru aku, apa yang harus dijelasin?" angka menaikan alisnya sambil berusaha menyingkirkan tangan renata yang bergelayut ini. bikin risih saja.


"kamu masih nanya? ya jelas karna kamu gak ngomong apa-apa ke mamah, harusnya kamu kasih tau mamah dong. biar mamah yang carikan pembantu yang berkompeten bukan yang masih muda begini"


"mah, kita omongin ini di tempat lain"


"Gak, mamah gak mau pokoknya pecat pembantu ini. biar mamah yang carikan pembantu buat kamu"


"mah!!" angka membentak mamah nya membuat wanita paruh baya itu bergeming dan menatap tak percaya anak nya yang berani menaikan nada suara nya.

__ADS_1


"BERANI KAMU BENTAK MAMAH?"


Ya Tuhan angka lepas kendali, entah kenapa ia marah mendengar mamah nya menyudutkan alma. padahal gadis itu sudah bekerja cukup bagus dan angka nyaman dengan keberadaan gadis itu di apartemen nya.


"Alma kamu pulang dulu ya, nanti aku kabarin lewat chat"


Gadis itu bergetar sangking bingungnya dengan situasi saat ini, kenapa hanya karna ia bekerja disini mamah angka menjadi sangat marah? Alma mengangguk lalu dengan segera menyingkir karna tidak ingin terlalu ikut campur.


"Saya permisi, tuan, nyonya"


alma berlalu ke dapur dan mengambil tas nya yang ia taruh di laci rak piring bagian bawah.


begitu berbalik ia dihadang oleh gadis dengan rambut blonde, renata tunangan angka.


"Gara-gara lo nih angka sama mamah nya berantem, lebih baik lo mengundurkan diri. sebab gue yang bakal carikan pembantu untuk angka" renata mendorong bahu alma kencang, alma sebenarnya sangat ingin melawan orang di depannya ini tapi ia tidak ingin menambah masalah. Jadi lah alma hanya diam.


*****


Angka menatap kepergian alma dengan hati yang gundah, ia sangat merasa tidak enak pada gadis itu. kenapa pula mamah nya ini bertindak berlebihan seperti ini hanya karna masalah sepele ?


Renata kembali keruang tamu dengan terburu-buru,


"mah , maaf aku harus pergi ada jadwal pemotretan aku lupa soal jadwal ini, untung aja sonia ngabarin aku" sonia -manager renata- yang sudah mengabdikan diri sejak awal gadis itu terjun ke dunia model.


"yaudah ren gapapa, hati-hati ya di jalan"


"oke mah, baby aku pergi dulu ya" Renata mengecup pipi Angka singkat yang langsung mendapat delikan dari pemuda itu. sepertinya angka harus mandi kembang tujuh rupa karna baru saja terkena najis besar. *kasar ni si angka ye*


begitu renata pergi, angka kembali mengalihkan fokus kepada sang mamah.

__ADS_1


"mah, biarin alma kerja disini. dia berkompeten kok, kerja dia bagus semua yang ada di apartemen ini dia bersihkan dan gak ada dari kerjaan dia yang mengecewakan. angka udah terlanjur cocok sama cara kerja nya" angka berusaha menjelaskan agar mamah nya tidak memperpanjang urusan ini.


"tapi dia masih terlalu muda angka, gimana kalo ada kejadian yang gak diinginkan. kalian masih sama-sama muda siapa yang bisa tau setan apa yang merasukin salah satu diantara kalian? hah?" anita menghela napas kasar, ia memijat pelipisnya.


"mamah terlalu jauh berpikir kesana, aku sama alma jarang ketemu. mamah tau seberapa sibuk nya aku sehari-hari kan? lagian dia pulang di jam 4 sore, dia gak kerja sampai malam. mamah cukup percaya sama aku ya"


"kenapa kamu bertindak begini? gak biasanya kamu ngelawan ucapan mamah, apa yang udah gadis itu kasih ke kamu?"


"astaga mah, angka cuma males kalo harus ngerekrut pembantu baru itu pasti butuh waktu lagi kan. udah lah mah biarin alma tetap kerja disini ya, mamah bisa tinggal disini kalo mau ngeliat cara kerja alma"


"bocah gendeng, mau papah mu mencak-mencak karna gak ada mamah di samping dia tidur? kalo kamu mau kena omelan nya sana gih minta izin"


"nah makanya, mamah percaya aja sama aku ya? aku gak akan macem-macem, soal tadi aku bentak mamah aku minta maaf, aku cuma gak suka aja mamah bertindak se-arogan itu kasian alma dia kerja untuk kehidupan sehari-hari nya, untuk orang tua nya"


mendengar hal itu, Anita merasa bersalah pada gadis bernama alma itu. Angka benar gadis itu hanya bekerja, tidak seharusnya anita se-arogan itu hanya karna kesal pada angka karna tidak memberitahunya.


"duh mamah jadi ngerasa gak enak, ini semua salah kamu mamah tuh kesel karna kamu gak ngasih tau mamah. hampir aja mikir macem-macem soal pembantu kamu itu"


"mamah udah mikir macem-macem kali"


"iya-iya mamah salah, yaudah nanti mamah minta maaf sama alma. lain kali kamu kalo ada apa-apa itu langsung kabarin mamah" anita menjewer kuping angka membuat anak lelaki kedua nya itu meringis.


"aduh mah jangan dijewer, pedes tau" pemuda itu mengusap telinga nya yang sudah pasti memerah ini.


"yaudah mamah mau pulang dulu, awas kamu ya kalo macem-macem"


ancaman itu hanya angka beri anggukan.


****

__ADS_1


__ADS_2