CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Tekad Angka


__ADS_3

Angka memasuki apartemen pada pukul 16.30 sepertinya Alma sudah pulang, tapi begitu dia melewati ruang tv ia melihat sosok mungil duduk dengan kepala yang menumpuk pada kedua tangannya di atas meja. Angka mendekat dan melihat gadis itu memejamkan mata, nafasnya pun teratur ternyata dia tertidur.


Astaga pasti dia kelelahan membersihkan apartemen Angka yang memang agak sedikit lebih kotor dari biasanya. Lelaki itu memilih duduk di sebelah Alma yang tertidur, memandangi wajah itu lamat-lamat. Kenapa wajahnya jadi semakin cantik dan polos saat tertidur begini. Tangannya tanpa sadar terulur dan mengelus pelan pipi bulat itu dengan hati-hati takut gadis itu terbangun karna sentuhannya.


"Cantik banget sih Al, aku kan jadi makin cinta" Lelaki itu menyengir, tapi setelahnya ia mengatupkan bibirnya. "seandainya kita adalah dua orang biasa yang bertemu terus saling jatuh cinta, mungkin sekarang kita udah pacaran kali ya? Tanpa harus repot mikir otak untuk ngehindarin mamah dan orang-orang yang gak suka sama hubungan kita"


Angka menghela nafas kasar dan menurunkan tangannya, dia menatap wajah tenang itu dengan senyumnya.


"Seandainya gak ada kasta sosial di kehidupan aku, mungkin kita udah bersama dari dulu"


Ingatan Angka kembali memutar di tahun 2016 sewaktu mereka berada di kelas 3 smp, saat itu umur Angka 15 tahun. Ia ingat betul kejadian yang membuatnya bertanya-tanya apakah gadis cantik ini benar membencinya atau tidak. Saat itu....


Flashback On


Hari jumat di tanggal 9 September 2016, hari dimana jadwal ekskul PMR berlangsung. Seperti biasa setelah pulang sekolah Angka akan pulang agak telat karna harus mengikuti ekskul, ketika dia sedang berjalan di koridor yang sudah lumayan sepi itu tiba-tiba telinganya mendengar jeritan satu nama.


"Alma" suara itu Angka mengenalnya, dia berbalik dan menemukan 2 orang gadis sedang berbincang tapi sepertinya kehadirannya tidak di ketahui oleh keduanya. Salah satu gadis itu adalah Sasmita seseorang yang menjadi kekasih Angka dimasa itu dan satunya lagi gadis yang katanya menjadikan Angka sebagai seseorang yang pura-pura disukainya. Angka memilih bersembunyi dibalik pilar koridor, suasana yang sepi membuat Angka bisa mendengar obrolan keduanya.


"Ini tolong kasihin Angka ya kaya biasa, susu stroberi buat penyemangat hehe"

__ADS_1


"Kenapa gak kasihin langsung aja mit? kan jadinya lo gak harus cape ngejer gue gini"


"Lo kan satu ekskul sama Angka, lagian mamah gue bisa ngomel kalo gue telat keluar. Titip ya, makasih banyak lho Alma. Bye"


Dan akhirnya Alma ditinggal seorang diri, Angka melihatnya menghela nafas sebelum gadis itu berjalan menuju tempat persembunyian Angka. Lelaki itu merapatkan diri di pilar supaya tidak ketahuan oleh Alma meski sebenarnya pilar itu agak kurang menutupi tubuh besar tingginya. Untungnya Alma tidak melihat keberadaannya.


"Susu stroberi lagi yang dia kasih, apa dia gak tau kalo pacarnya itu alergi stroberi? udah dikasih tau berapa kali masih aja pikun. Harus ganti lagi deh jadi teh kotak kemasan supaya bisa keminum sama Angka"


Ucapan itu membuat Angka melebarkan mata, jadi selama ini Sasmita memberinya susu stroberi tapi karna Alma tau ia alergi pada hal yang berbau stroberi jadilah gadis itu mengganti minumnya. Sekarang Angka tau alasan dibalik Sasmita yang selalu masang raut bingung ketika dia bilang terima kasih untuk teh kotaknya. Karna sebenarnya gadis itu memberinya susu stroberi bukan teh kotak.


"Mumpung masih ada waktu, gue beliin dulu deh teh kotaknya"


Gadis itu membalik langkah menuju kantin sekolah, Angka keluar dari tempat persembunyiannya ketika gadis itu sudah tidak terlihat. Mengapa Alma harus repot-repot mengganti minuman itu, padahal dia bisa saja memberikannya langsung pada Angka.


Lagi-lagi pertanyaan itu hanya bisa dia simpan di dalam kepalanya, jumat berikutnya kembali ada teh kotak kemasan di atas tas Angka yang berada di ruang PMR. Dan tak lupa sticky note bertuliskan 'Semangat ekskulnya' dengan emoticon love beserta nama pengirimnya. MITA.


Senyum Angka mengembang, dia tau sekarang bahwa sebenarnya nama Mita itu bukanlah Sasmita tapi Paramita. Alma sengaja menggunakan nama belakangnya yang sama dengan nama Sasmita agar Angka tidak curiga. Tidak tau saja dia kalau Angka sudah mengetahui siapa Mita yang sesungguhnya. Dari situ Angka juga sadar bahwa Sasmita sebenarnya tidaklah tulus menyukainya sebagai pacar, karna hal kecil tentangnya saja gadis itu tidak tau.


Dan yang membuat Angka semakin kecewa adalah Sasmita, gadis itu tidak jujur padanya soal minuman yang sebenarnya dia bawa, dia malah selalu membalas 'sama-sama' ketika Angka berterima kasih atas minumannya. Angka menunggu sampai gadis itu jujur namun sampai kelulusan dan hubungan mereka selesai pun dia tidak berkata jujur.

__ADS_1


Angka juga heran kenapa Alma memilih bersembunyi dengan identitas Mita, jika Angka tidak mengetahui faktanya hari itu mungkin seumur hidupnya Angka tidak akan pernah tau siapa sebenarnya pengirim minuman teh kotak itu.


Sejak hari itu juga Angka lebih sering memperhatikan Alma, dari saat gadis itu bersenda gurau dengan teman-temannya, saat gadis itu mengobrol, dan saat dia sedang serius menjawab soal. Angka menyukai berbagai ekspresi di wajah itu, tapi Angka jadi heran gadis itu bisa terlihat biasa saja padanya seolah tidak ada hal yang dia lakukan untuk Angka.


Rasa suka Angka pada Alma lama-kelamaan meningkat, tapi dia terlalu segan untuk mengungkap rasa. Sebab yang dia tau dari teman Alma bahwa gadis itu tidak menyukainya dan justru membencinya. Angka memutuskan memendam saja perasaannya.


Flashback Off


Kembali ke masa kini, Angka menyandarkan tubuhnya pada sofa matanya masih mengamati Alma yang tertidur pulas. Badan gadis itu bisa sakit ketika bangun nanti karna posisinya itu. Jadi Angka berinisiatif untuk membawa tubuh itu untuk bersandar di pelukannya, Angka memindahkannya dengan hati-hati takut gadis itu terbangun.


"Kalau begini aku jadi leluasa mandangin kamu" Angka tersenyum dia mengeratkan pelukan dengan Alma yang masih betah berada dialam mimpinya.


"Kenapa susah banget buat nebak perasaan kamu ke aku Al, kamu selalu buat aku bertanya-tanya apa bener kamu benci dan ga suka sama aku? Mengingat dulu kamu tau hal kecil tentang aku bahkan tanpa aku ngomong apa-apa" Angka bergumam pelan, kepalanya dia senderkan pada pucuk kepala Alma.


"Apa cuma aku yang tersiksa sama perasaan ini, gimana sebenarnya perasaan kamu ke aku Al? aku mau nanya langsung tapi aku takut kamu menjauh"


"Sekarang aku akan bertindak egois entah gimanapun perasaan kamu ke aku, aku bakal terus ngebuat kamu ada disisi aku. Kali ini aku akan pastikan kamu juga menyukai aku, kali ini aku akan buat diri aku gak bertanya-tanya lagi soal perasaan kamu"


Angka bertekad akan membuat Alma jatuh cinta padanya, dia akan mementingkan perasaannya kali ini. Tidak peduli apapun yang akan terjadi ke depannya, Angka akan terus melangkah untuk bisa bersama Alma.

__ADS_1


Tanpa sadar Angka pun ikut tertidur sambil memeluk Alma, mereka berdua terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya. Mungkin saja saat ini mereka sedang bertemu di alam mimpi, dimana mereka bisa bersama tanpa ada penghalang.


Ya mungkin saja.


__ADS_2