CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Menginap


__ADS_3

Hari sudah sangat malam tapi kedua pasang muda mudi itu masih asik dalam dunia mimpi, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan tidur Alma baru terusik. Seperti gadis itu sangat lelah sampai tidak sadar sudah tertidur cukup lama, ia membuka matanya perlahan menyesuaikan pencahayaan.


Saat matanya sudah terbuka sempurna, Alma merasa posisi tidurnya sudah berbeda. Hei siapa ini yang sedang ia jadikan sandaran, gadis itu mendongak pelan dan melihat wajah terlelap Angka. Ya ampun! Alma baru sadar ia ketiduran sejak tadi sore, tubuh Alma entah mengapa terasa sangat lelah dan membuatnya tanpa sadar tertidur. Padahal niat Alma hanya istirahat sejenak, sebelum bersiap pulang.


Alma sangat ingin membangunkan Angka tapi melihat wajah lelah itu ia tidak tega, mungkin menunggu sebentar tidak masalah, pikirnya.


"Yah ujan ternyata" ucap Alma begitu melihat keadaan di luar lewat jendela yang belum tertutup gorden, hujan yang sangat deras bahkan sesekali terlihat petir menyambar. Pantas saja tidur Alma semakin lelap, faktor lainnya karna hujan dan cuaca yang menjadi sangat dingin.


Tak lama lelaki di sebelahnya menggeliat namun Alma merasakan pelukan itu semakin erat, apa Angka menyangka Alma ini gulingnya kali ya?


"Enghh" lenguh Angka, tak lama mata terpejam itu terbuka. Sama seperti Alma, lelaki itu juga menyipitkan mata untuk menyesuaikan pencahayaan.


"Angka bangun, aku harus pulang" Mendengar itu Angka tersadar, ia melihat kebawah dan mendapati tubuh mungil yang sedang ia peluk. Pantas tidurnya sangat nyenyak, ternyata gadis ini alasannya.


"Astaga, maaf Al aku ketiduran, tadinya aku mau bangunin kamu tapi aku gak tega dan aku malah ikut ketiduran juga" Wajah itu terlihat merasa bersalah dan Angka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal untuk menghilangkan rasa canggung sedang Alma hanya tersenyum tipis.


"Gapapa kok, jangan dipikirin kamu juga pasti kecapean" balas Alma, Angka melihat cuaca diluar dan dia melihat hujan deras disertai kilat.


Bagaimana cara Alma pulang jika hujan begini? Mau diantar pakai mobil tapi kendaraan Angka itu sedang masuk bengkel, tepatnya saat ia ingin pulang mendadak mobilnya tidak bisa menyala jadilah Angka menyuruh orang untuk membawa mobilnya ke bengkel sementara dia sendiri pakai taksi online untuk pulang ke apartemen.


"Diluar hujan Al, kamu tunggu disini dulu aja sampai reda"


"Tapi ini udah malem ka, aku takut ibu khawatir aku belum pulang"


"Coba kamu kabarin orangtua kamu dulu kalo kamu bakal pulang telat, nanti pulangnya tenang aja aku yang bakal tanggung jawab"

__ADS_1


"Yaudah aku coba kabarin ibu dulu" ucapan Alma dibalas anggukan oleh Angka.


Gadis itu beranjak menuju dapur untuk mengambil ponselnya yang berada di laci lemari yang berada di dapur. Alma langsung mengabari ibunya bahwa ia akan pulang agak malam dan tidak usah menunggunya. Pesan itu langsung dibalas oleh sang ibu yang berkata bahwa Alma menginap ditempat temannya saja yang dekat dari tempat kerjanya jika hujan tak kunjung reda.


Setelah mendapat jawaban dan membalas pesan sang ibu untuk jangan khawatir, Alma kembali menaruh ponselnya di tempat semula.


"Gimana? apa kata ibu kamu?"


"Gapapa katanya, aku malah disuruh nginap tempat temen yang dekat tempat kerja kalau hujannya gak reda-reda" mendengar jawaban Alma kening Angka mengerut.


"disuruh nginap tempat teman? yang dekat tempat kerja? emangnya ada teman kamu yang rumahnya disekitar sini" Alma memejamkan mata, astaga dia lupa Angka kan tidak tau kalau Alma berbohong pada ibunya soal pekerjaannya.


Angka melihat ekspresi itu, ia jadi curiga.


"emm-- itu" Alma sulit untuk menjelaskan yang sebenarnya pada Angka.


"Jujur aja sama aku Al" Pada akhirnya Alma mengangguk dan Angka menghela nafas.


"Kenapa kamu bohong sama ibu kamu?"


"Mau gimana lagi Angka, ibu aku gak akan ijinin aku bekerja sebagai Art. Aku juga bingung mau jelasin kaya gimana sama ibu sedangkan keluarga aku butuh uang tambahan. Jadi aku pilih buat berbohong demi kebaikan semuanya" Angka lagi-lagi menghela nafasnya lalu mengangguk, dia memang tidak tau apa yang terjadi di kehidupan Alma. Angka juga tidak bisa ikut campur atas keputusan Alma.


"Kamu bilang kerja dimana sama ibu kamu?"


"Aku bilang kalau aku kerja di caffe sebagai pelayan" Alma menjawab dengan kepala menunduk, Angka membawa gadis itu untuk duduk di kursi dekat meja dapur.

__ADS_1


"Gak masalah kalau memang kamu gak mau jujur sama ibu kamu, nanti kalau emang di caffe aku butuh karyawan aku akan langsung rekrut kamu" Pandangan Alma langsung terangkat dan menatap lelaki di depannya ini.


"Terus yang ngurus apartemen ini siapa?"


"Itu urusan gampang, aku bisa cari Art baru kok" Angka tersenyum menatap Alma yang dibalas pula oleh gadis itu.


"Makasih banyak ya angka, kamu udah banyak nolong aku" Alma tanpa sadar memegang tangan Angka, ucapan itu hanya dibalas Angka dengan anggukan. Tersadar akan tangannya yang dengan berani memegang tangan Angka, Alma langsung menarik tangannya. Mendadak suasana jadi canggung.


"Kamu mau teh? atau teh susu? cuaca kaya gini enak lho buat minum yang hangat" ucap Alma memecahkan kecanggungan mereka.


"Boleh, aku juga mau mandi sama ganti baju dulu"


Alma mengangguk dan setelahnya Angka meninggalkannya sendiri di dapur. Sembari menunggu Angka bersiap, Alma juga menyiapkan cemilan berupa pisang goreng. Kebetulan ada bahan-bahannya Alma ingin hidangannya lengkap jika dengan cemilan juga.


Beberapa menit kemudian, cemilan dan teh susu hangat sudah selesai ia siapkan. Alma menaruhnya di nampan dan membawanya menuju ruang tv, sepertinya Angka belum selesai bersiap. Tapi begitu Alma mendudukkan diri di karpet bulu, pintu kamar Angka terbuka dan lelaki itu keluar dengan wajah yang lebih segar.


Ngomong-ngomong soal mandi dan berganti pakaian, Alma menatap baju yang dipakainya. Baju ini sudah ia pakai sejak pagi pasti Alma sekarang sudah bau keringat dan entahlah bagaimana penampilannya saat ini. Untunglah Alma selalu membawa sabun muka kemanapun dia pergi, ia tadi juga sudah mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar.


"Wah ada cemilan juga" ujar lelaki itu, ikut duduk di samping Alma. Keduanya mulai meminum teh susu dan cemilan buatan Alma dengan hikmat, cuaca begini memang sangat cocok bersantai sembari menikmati hidangan hangat seperti ini.


"Kayanya ujannya bakal awet ini Al, kalau sampe jam 10 gak reda juga kamu nginap aja disini. Gimana?" Alma menatap horor Angka, apa katanya tadi. Menginap? Lalu Alma akan tidur dimana? dikamar bersama lelaki itu maksudnya?


Melihat wajah melotot Alma membuat Angka terkekeh, wajah itu sangat lucu dan polos. Pasti gadis ini sedang berpikir macam-macam tentangnya.


"Kamu tidur dikamar, aku bisa tidur di sofa"

__ADS_1


__ADS_2