CARI KERJA KOK SULIT?

CARI KERJA KOK SULIT?
Bicara Masa Lalu


__ADS_3

"Kamu tidur di kamar, aku tidur di sofa"


Pernyataan itu membuat pipi Alma bersemu, astaga dia sudah percaya diri mengira Angka akan mengajaknya tidur bersama. Hei kalian jangan menyalahkan Alma dan pikirannya tapi salahkan lelaki di depannya ini yang dengan santai mengajak seorang gadis perawan untuk menginap di apartemennya.


Alma jadi bertanya-tanya apakah Angka sudah terbiasa mengajak seorang gadis untuk menginap di apartemennya?


"Baru kamu kok yang aku ajak nginap disini, itupun juga karna kalo aku antar kamu pulang percuma aja. Kamu bakal keujanan"


Lagi-lagi Alma melotot kaget, bagaimana dia bisa tau Alma sedang memikirkan hal itu?


"Keliatan dari raut muka kamu, mudah banget ditebak" Angka terkekeh pelan sembari menggigit pisang goreng ketiganya sedangkan Alma hanya mampu tersenyum masam. Ia jadi berpikir Angka itu cenayang.


"Gimana, setuju gak kamu nginap dulu malam ini kalo ujannya gak reda sampe jam 10?"


"Yaudah, kita liat dulu aja nanti"


Terjadi keheningan, Alma duduk menyila sambil menatap tv yang Angka hidupkan sejak mereka mulai menikmati cemilan dan teh susu sedangkan Angka duduk dengan posisi bersandar pada sofa, lelaki itu terlihat sangat menikmati waktu bersama gadis disebelahnya ini. Mendadak Angka jadi ingin membahas obrolannya dengan Nina sewaktu SMP dulu, apakah benar Alma hanya menjadikannya orang yang pura-pura disukai?


"Al, aku boleh nanya sesuatu?" Alma yang tengah asik menyeruput teh susunya langsung menoleh kearah Angka, mengernyitkan dahi.


"Nanya apa tuh?"


"Sebenernya ini hal yang udah lewat sih, cuma aku masih penasaran aja" Angka menjeda sejenak ucapannya, melirik Alma yang tengah serius mendengarkannya.


"Dulu sewaktu kita SMP apa bener kamu cuma jadiin aku orang yang pura-pura kamu sukai? dan sebaliknya kamu benci aku karna aku sedikit angkuh?"


Alma memasang wajah terkejutnya, darimana lelaki ini mendapat kabar seperti itu? tidak taukah dia bahwa Alma itu sangat cinta padanya bahkan rasanya seperti hampir gila?


"Siapa yang bilang gitu? Gak mungkin itu hanya sekedar tebakan kamu"

__ADS_1


"Jawab aja dulu pertanyaan aku" Alma menggigit bibirnya, tiba-tiba ia menjadi sangat gugup begini.


"se--sebenernya ak-aku,,"


Padahal Alma hanya harus menjawab tidak tapi kenapa lidahnya malah terasa kelu dan kaku begini sih. Angka menunggu dengan sabar sampai Alma sanggup menyelesaikan ucapannya tetapi sebenarnya Angka ingin tertawa melihat wajah gugup itu, kenapa Tuhan bisa menciptakan wajah cantik + imut begini, ini namanya paket lengkap.


"Aku gak benci kamu kok dan aku juga gak jadiin kamu orang yang pura-pura aku suka, lagipula ngapain aku lakuin itu" Angka mengangkat bahunya, sebelum akhirnya menjawab.


"Mungkin karna kamu suka orang lain?"


Angka pura-pura menebak padahal dia sudah tau siapa orangnya.


"Engga angka, aku sama sekali gak ada niat buat pura-pura suka sama kamu. Lagian gak ada yang aku sukain kok selain kamu"


Mendengar ucapan Alma, Angka melebarkan senyum sedangkan Alma langsung terdiam begitu dia tau bahwa dia keceplosan.


'bodoh banget sih lu alma, malah ngaku lagi' maki gadis itu pada dirinya dalam hati.


"Jadi yang kamu suka itu aku? Bener? bukannya suka rendi?" Alma mengedarkan pandangan kemanapun asal tidak melihat lelaki disampingnya ini, sungguh ia takut akan keceplosan lagi. Tapi Angka malah menuntut jawaban darinya dengan menyenggol pelan bahu Alma meski Alma pun sadar lelaki ini tengah menggodanya juga.


"Apasih Angka, ngapain juga aku suka sama rendi. Dia cuma aku anggep temen" Angka terkekeh begitu melihat wajah Alma yang sudah cemberut itu. Ia puas sekarang, jadi dia salah mendapat info. Kenapa pula Nina berbohong padanya ya?


"Kamu dapat kabar darimana deh aku benci sama kamu dan pura-pura jadiin kamu orang yang aku suka?"


Sebenarnya Angka tidak ingin membongkar identitas orang yang menginfokan berita palsu ini padanya tapi dilain sisi Angka merasa bahwa Alma sepertinya berhak tau siapa orangnya.


"Dia temen sekelas kita juga, si tomboy yang aku inget namanya Nina"


Astaga! gadis itu ternyata biang keladinya, dulu Alma memang menganggap Nina sebagai teman dekatnya. Gadis itu adalah orang pertama yang tau bahwa Alma menyukai Angka dan gadis pula yang menyebarkan rumor kalau Alma menyukai Angka sampai seantero sekolah tau akan fakta itu membuat Alma menjadi sangat malu, bagaimana Alma tau bahwa Nina yang menyebarkan rumor soal dirinya yang menyukai Angka?

__ADS_1


Akan Alma ceritakan kronologinya, hari itu Alma sedang berjalan di koridor sepi karna jam belajar masih berlangsung namun kelas Alma sedang jam kosong karna guru yang harusnya mengisi mata pelajaran berhalangan hadir.


Alma sedang berjalan menuju kelas sehabis dari toilet, saat Alma ingin melewati tangga menuju lantai kelasnya yang jarang dilewati siswa/i lain, langkah Alma terhenti begitu mendengar suara obrolan dari balik tembok, suara orang yang sangat Alma kenal. dia Nina dan seorang lelaki yang juga teman sekelas Alma yang terkenal sebagai brandalan, Gempar namanya.


"Si Alma itu suka sama Angka dan gue mau buat malu dia. Nanti pas jam istirahat lo harus teriak yang kuat kalo Alma suka sama Angka, biar satu sekolah tau dan udah pasti tu cewe bakal malu"


Alma terkejut tentu saja mendengar hal itu, ia tidak percaya bahwa orang yang sangat dia percaya melakukan hal itu. Dan si lelaki brandalan itu benar melakukan perintah Nina itupun karna dia sudah disogok duit oleh gadis itu. Alma malu bahkan sangat malu, setelah hari itu hampir setiap hari dia mendapat cacian dan tatapan sinis dari para gadis yang menyukai Angka. Bahkan ada yang terang-terangan berkata bahwa Alma itu hanya mengkhayal bisa disukai balik oleh Angka.


Alma pun menjadi sangat malu saat bertatapan dengan Angka, beberapa hari setelahnya tiba-tiba Nina mendatanginya dan pura-pura memasang wajah sedihnya seolah berduka akan hal yang menimpa Alma. Gadis ular itu Alma sangat membencinya dan karna kebencian itulah dia berkata bahwa sebenarnya dia membenci Angka dan hanya pura-pura menyukai Angka, Alma juga berbohong bahwa dia menyukai Rendi satu-satunya teman lelaki yang dekat dengannya.


Tapi Alma tidak menyangka bahwa gadis itu akan memberitahunya pada Angka padahal Alma hanya ingin Nina berhenti mengganggunya sampai sebulan kemudian Alma tau apa hal yang membuat Nina tega melakukan hal itu padanya, itu karna Nina cemburu akan kedekatan Alma dan Rendi. Nina menyukai Rendi itu sebabnya dia menjadi tidak menyukai Alma, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja.


Kembali ke masa sekarang, Angka yang melihat Alma melamun menyenggol lengan gadis itu membuatnya tersadar.


"Malah ngelamun, hayo mikirin apa kamu?" Goda Angka yang dibalas delikan oleh Alma.


"Kamu salah paham soal apa yang dibilang Nina, aku gak benci atau jadiin kamu orang yang pura-pura aku suka. Sebenernya tuh Nina orang pertama yang tau kalo aku suka kamu, kenapa aku kasih tau dia? ya karna aku percaya kalo dia bisa jaga rahasia. Gak taunya malah zonk" Alma menghela nafas.


"Dia sengaja bayar Gempar buat nyebarin berita aku suka kamu biar aku malu dan karna dia gak suka aku yang terlalu dekat sama orang yang dia suka, orang itu Rendi" Angka mangut-mangut mendengarnya, sekarang ia jadi tau hal yang sebenarnya.


Angka jadi meringis, sejak tau dari Nina bahwa Alma tidak menyukainya. Angka malah mencoba move on dengan cara berpacaran dengan Sasmita, tapi ternyata keputusan buru-burunya itu salah. Harusnya ia menanyakan langsung pada Alma perihal kebenarannya bukan malah langsung percaya.


"Jadi sebenernya kita ini korban mulut laknatnya Nina dong ya? karna dia kita jadi salah paham"


"Aku gak ngerasa ada kesalahpahaman sih sama kamu, ini semua terjadi karna Nina yang gak suka aku dekat-dekat Rendi"


"Kalo gak karna Nina mungkin saat itu kita udah pacaran kali ya?"


Alma menoleh pada Angka tidak mengerti apa maksud lelaki disampingnya ini, Angka terdiam sejenak sebelum mengalihkan tatapannya kepada Alma yang menatapnya dengan pandangan bertanya.

__ADS_1


"Aku suka sama kamu Alma, jauh sebelum aku tau kalau kamu juga suka sama aku"


__ADS_2